Waktu Sudah Singkat
1 Korintus 7:29
Pentingnya Prioritas Spiritual
“Saudara-saudara, maksudku adalah waktunya sudah singkat. Jadi mulai sekarang, biarlah mereka yang mempunyai istri, hiduplah seolah-olah mereka tidak mempunyainya,”1 Korintus 7:29 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Saudara-saudara, inilah yang kumaksudkan, yaitu: waktu telah singkat! Karena itu dalam waktu yang masih sisa ini orang-orang yang beristeri harus berlaku seolah-olah mereka tidak beristeri;”1 Korintus 7:29 · TB
Terjemahan Baru
“Maksud saya begini, Saudara-saudara: Kita tidak punya banyak waktu lagi. Mulai dari sekarang, setiap orang yang sudah beristri hendaklah hidup seolah-olah ia tidak beristri;”1 Korintus 7:29 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Akan tetapi Saudara-saudari, maksud saya begini: Waktu kita tidak banyak lagi! Jadi mulai sekarang, kalau kamu mempunyai pasangan, sebaiknya kalian berdua bersepakat untuk memusatkan perhatian penuh dalam melayani Tuhan Yesus seakan-akan kamu tidak mempunyai pasangan.”1 Korintus 7:29 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“But this I say, brethren, the time is short: it remaineth, that both they that have wives be as though they had none;”1 Korintus 7:29 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Korintus 7:29?
Paulus mengingatkan bahwa waktu sudah singkat, artinya dunia ini sementara. Oleh karena itu, orang Kristen harus hidup dengan fokus pada hal-hal kekal, tidak terlalu terikat pada hal-hal duniawi, termasuk pernikahan, meskipun mereka tetap menjalaninya.
Latar belakang
Kehidupan Sebelum Kedatangan Kristus
Paulus mengatakan waktunya sudah singkat — maksudnya adalah waktu sebelum kedatangan Kristus (atau akhir zaman) sudah terbatas. Oleh karena itu, mereka yang memiliki istri harus hidup seolah-olah tidak memilikinya. Bukan berarti meninggalkan istri, tetapi tidak membiarkan kekhawatiran duniawi mendominasi.
Di mana
Korintus
Komunitas yang menanggapi pesan tentang akhir zaman
Kapan
~30 M
Refleksi tentang kepergian Kristus yang akan datang
Yang berbicara
Paulus
Rasul yang berbicara tentang urgensi waktu terhadap kedatangan Kristus
Kepada
Semua orang percaya di Korintus
Jemaat yang perlu memahami prioritas dalam sisa waktu mereka
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
καιρός
kairos · time
waktu, saat penting — momen yang signifikan, bukan hanya lintasan waktu
συστέλλω
systello · short
pendek, terbatas — waktu yang terbatas atau terlipat
γυνή
gyne · wife
istri, perempuan — dalam hubungan pernikahan
Paulus menggunakan bahasa urgensi waktu untuk menunjukkan bahwa perhatian kepada hal-hal duniawi harus diseimbangkan dengan urgensi spiritual.
Tahukah kamu
Ketika Ini Ditulis
Paulus menulis ini hampir 2000 tahun yang lalu. Dia percaya kedatangan Kristus dekat. Setiap generasi Kristen harus mempertimbangkan urgency ini sambil tetap hidup praktis.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 1 Korintus 7:29
1 Tesalonika 4:15-17
tentang harapan terhadap kedatangan Kristus
“Sebab kami menyampaikan kepada kamu atas kata-kata Tuhan, bahwa kami yang hidup, yang masih tertinggal hingga kedatangan Tuhan, tidak akan mendahului mereka yang telah tidur”
1 Yohanes 2:18
tentang waktu akhir sudah dimulai
“Anak-anakku, ini adalah jam yang terakhir. Seperti kamu telah mendengar bahwa Antikristus akan datang, bahkan sekarang telah ada banyak Antikristus”
Matius 24:36-44
tentang ketidakpastian waktu kedatangan dan keharusan berjaga
“Tetapi tentang hari dan jam itu, tidak seorang pun yang tahu... Oleh sebab itu, berjagalah, karena kamu tidak tahu pada jam berapa Tuhanmu akan datang”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 1 Korintus 7:29
✕ Sering dikira
Paulus percaya Kristus akan datang dalam beberapa tahun
✓ Yang sebenarnya
Paulus berbicara tentang urgensi spiritual sambil tetap hidup praktis dan bertanggung jawab
✕ Sering dikira
Orang yang menikah harus mengabaikan istri mereka
✓ Yang sebenarnya
Paulus mengatakan jangan biarkan kekhawatiran duniawi mendominasi; tetap berkomitmen pada istri tetapi dengan perspektif eternal
Renungan
Renungan Singkat 1 Korintus 7:29
Coba pikirkan: apakah kamu terlalu sibuk dengan hal-hal yang cepat berlalu? Biarlah perspektif kekekalan mengubah cara kamu bekerja, bersekolah, atau berelasi. Hidup seolah-olah hari ini adalah kesempatan terakhirmu untuk melakukan yang terbaik bagi Tuhan.
Ya Tuhan, mampukan aku untuk hidup dengan fokus pada hal-hal yang kekal, bukan yang sementara. Amin.