~1050-an SM
Samuel
Nabi yang mendengar TUHAN sejak kecil
Siapa Itu Samuel?
Samuel adalah nabi terakhir sekaligus hakim terakhir di Israel, lahir dari jawaban doa ibunya, Hana, yang berseru meminta anak di rumah TUHAN di Silo (1 Samuel 1). Sejak kecil ia tinggal dan melayani di bawah imam Eli, dan pada suatu malam Tuhan memanggilnya dengan jelas—sesuatu yang langka pada zaman itu, karena firman TUHAN jarang didengar (1 Samuel 3:1). Panggilan itu menandai awal hidupnya sebagai nabi yang setia, dan seluruh Israel mengenal bahwa Samuel adalah nabi TUHAN yang tepercaya.
Setelah bertahun-tahun memimpin, bangsa Israel meminta seorang raja supaya seperti bangsa lain, dan dengan berat hati Samuel mengurapi Saul (1 Samuel 8). Namun Saul kemudian tidak taat, dan Samuel menyampaikan teguran keras bahwa ketaatan lebih penting daripada persembahan; ia sendiri meratapi Saul seumur hidupnya karena Tuhan menolak Saul (1 Samuel 15). Pada akhirnya Tuhan mengutus Samuel ke Betlehem untuk mengurapi Daud, anak Isai yang paling muda—sebuah momen yang menunjukkan bahwa Tuhan melihat hati, bukan penampilan luar (1 Samuel 16).
Kisah Samuel relevan karena ia mengajarkan tentang mendengar suara Tuhan di tengah kebisingan, melayani meski orang lain gagal, dan berani menyampaikan kebenaran meski tidak populer. Panggilannya mengingatkan kita bahwa Tuhan bisa memakai siapa saja, dari anak kecil hingga orang tua, untuk rencana-Nya. Lalu pergumulannya dengan Saul dan Daud juga mengajak kita merenung: kecenderungan hati kita untuk menginginkan hal yang tampak 'normal' (seperti memiliki raja) padahal Tuhan adalah Raja sejati. Di akhirnya, Samuel menunjukkan bagaimana integritas dan kesetiaan kepada Tuhan lebih berharga daripada posisi atau jabatan.