Bahasa Ibrani
Nephesh נֶפֶשׁ
Jiwa atau seluruh diri yang hidup — bukan bagian tersembunyi manusia, melainkan pribadi seutuhnya yang haus akan Allah.
Apa Arti Nephesh?
Kata Ibrani nephesh sering diterjemahkan sebagai "jiwa" dalam Alkitab Indonesia, tapi maknanya lebih kaya dari itu. Dalam Perjanjian Lama, nephesh merujuk pada seluruh diri yang hidup — tubuh, nafas, emosi, dan keinginan menyatu dalam satu kesatuan. Ketika Kejadian 2:7 bilang manusia menjadi "makhluk yang hidup" (nephesh chayyah), itu bukan berarti ia mendapat jiwa yang terpisah dari tubuh, melainkan bahwa seluruh keberadaannya dihidupkan oleh Allah. Di Mazmur 42, "jiwaku haus" bukan hanya soal perasaan dalam, tapi kerinduan total seseorang yang seperti rusa haus akan air — seluruh keberadaanmu menjerit pada Allah. Begitu juga di Mazmur 103, ketika Daud menyuruh "jiwaku" memuji TUHAN, dia sedang mengajak seluruh dirinya — termasuk tubuh, pikiran, dan emosi — untuk bersyukur. Istilah ini penting karena mengingatkan kita bahwa iman bukan urusan rohani yang terpisah dari tubuh, tapi tentang hubungan utuh antara Allah dan manusia seutuhnya. Jadi, nephesh lebih tepat dipahami sebagai "diri yang hidup" daripada sekadar "jiwa" yang abstrak.
Ayat-Ayat dengan Kata Nephesh
Kejadian 2:7
“Kemudian, TUHAN Allah membentuk manusia dari debu tanah dan mengembuskan napas kehidupan ke dalam lubang hidungnya sehingga manusia itu menjadi makhluk yang hidup.”
Lihat arti & konteks Kejadian 2:7 →Mazmur 42:1
“Kepada pemimpin pujian: Sebuah nyanyian dari anak-anak Korah. (42-2) Seperti rusa yang rindu akan aliran-aliran sungai, begitu juga jiwaku terhadap Engkau, ya Allah.”
Lihat arti & konteks Mazmur 42:1 →Mazmur 103:1
“Mazmur Daud. Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Segenap batinku, pujilah nama-Nya yang kudus!”
Lihat arti & konteks Mazmur 103:1 →