Lahir penuh dosa — lalu diusir
Yohanes 9:34
Terang Membuka Mata yang Buta
“Orang-orang Yahudi itu menjawab dan berkata kepadanya, “Kamu lahir penuh dengan dosa, dan kamu mau menggurui kami?” Lalu, mereka mengusir orang itu.”Yohanes 9:34 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Jawab mereka: "Engkau ini lahir sama sekali dalam dosa dan engkau hendak mengajar kami?" Lalu mereka mengusir dia ke luar.”Yohanes 9:34 · TB
Terjemahan Baru
“Jawab mereka, "Apa? Engkau yang penuh dosa sejak lahir, engkau mau mengajar kami?" Maka sejak itu ia dilarang masuk ke rumah ibadat.”Yohanes 9:34 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Jawab orang-orang Farisi kepadanya, “Saat kamu dilahirkan kamu sudah penuh dengan dosa. Karena itulah kamu buta! Lalu sekarang kamu merasa dirimu pantas untuk mengajar kami, begitu?!” Sejak saat itu, dia dilarang masuk ke rumah pertemuan mana pun.”Yohanes 9:34 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“They answered and said unto him, Thou wast altogether born in sins, and dost thou teach us? And they cast him out.”Yohanes 9:34 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yohanes 9:34?
Orang-orang Farisi menolak kesaksian orang itu dan menghinanya, mengatakan dia lahir dalam dosa dan tidak layak mengajar mereka. Mereka mengusirnya karena tidak mau menerima kebenaran tentang Yesus.
Latar belakang
Kalah argumen, menang kuasa — tapi keduanya kehilangan sesuatu
Para penyelidik tidak bisa membantah argumennya, jadi mereka menyerang karakter: 'Kamu lahir penuh dosa — kamu berani menggurui kami?' Mereka menggunakan asumsi lama yang sudah dibantah Yesus di ayat 3. Lalu mereka mengusirnya. Mereka menang secara posisi tapi kalah secara logika.
Di mana
Yerusalem
Di hadapan majelis penyelidik
Kapan
~30 M
Pengusiran orang yang sembuh dari majelis
Yang berbicara
Para pemimpin agama Yahudi
Merespons argumen yang tidak bisa mereka bantah dengan pengusiran
Kepada
Orang yang tadinya buta
Diusir dari majelis setelah memberikan argumen yang kuat
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἀπεκρίθησαν
menjawab · answered
Apokrinomai — merespons; tapi 'jawaban' mereka bukan argumen, melainkan serangan pribadi
ἐν ἁμαρτίαις σὺ ἐγεννήθης
kamu lahir penuh dengan dosa · born in sin
Kembali ke asumsi ayat 2 yang sudah Yesus bantah — mereka kembali ke titik awal tanpa belajar apapun
ἐξέβαλον αὐτὸν ἔξω
mengusir orang itu · cast him out
Ekballō — melempar keluar; kata yang kuat, aktif, dan keras; ironi: Yesus akan menemukan yang diusir ini
'Diusir' (ekballō) oleh penguasa agama justru mempersiapkan pertemuan dengan Yesus — yang 'dibuang' manusia sering kali 'dicari' Allah.
Tahukah kamu
Pengusiran dari majelis kemungkinan besar juga berarti pengucilan dari sinagoge
Kata 'mengusir' (ekballō) di sini mungkin merujuk pada pengucilan resmi yang lebih dalam dari sekadar keluar dari ruangan. Ini bisa jadi pengucilan formal yang ditakutkan orang tuanya — ironinya, anaknya yang berani justru mengalaminya dengan kepala tegak.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yohanes 9:34
Yohanes 9:22
Ancaman yang kini menjadi kenyataan bagi orang yang berani bersaksi tentang Yesus
“...setiap orang yang mengakui Yesus sebagai Kristus, akan dikucilkan dari sinagoge.”
Matius 5:10
Yesus menyebut yang dianiaya karena kebenaran sebagai yang berbahagia
“Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.”
Lukas 6:22
Pengucilan demi Yesus adalah tanda, bukan kutuk
“Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, mengucilkan kamu...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yohanes 9:34
✕ Sering dikira
'Pengusiran ini membuktikan orang yang sembuh itu salah'
✓ Yang sebenarnya
Pengusiran adalah reaksi emosional bukan argumen — mereka kalah secara logika dan menggunakan kuasa untuk menutupi kekalahan
✕ Sering dikira
'Orang ini menyesal karena diusir'
✓ Yang sebenarnya
Tidak ada teks yang menunjukkan penyesalan — selanjutnya dia bertemu Yesus dan menyembah-Nya
Renungan
Renungan Singkat Yohanes 9:34
Terkadang kebenaran membuat orang tidak nyaman dan mereka menolak kita. Ketika kita dihakimi atau dijauhi karena iman, kita dapat bersandar pada fakta bahwa kita berdiri di sisi kebenaran, seperti orang yang disembuhkan ini.
Tuhan, beri aku keberanian untuk tetap setia pada kebenaran-Mu, meskipun aku ditolak oleh orang lain. Amin.