Murid-murid kembali dan terheran-heran
Yohanes 4:27
Air Hidup di Sumur Yakub
“Saat itu, murid-murid-Nya datang dan mereka heran melihat Yesus sedang berbincang dengan seorang perempuan. Namun, tidak seorang pun yang bertanya kepada-Nya, “Apa yang Engkau cari?” atau “Mengapa Engkau berbincang dengan dia?””Yohanes 4:27 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Pada waktu itu datanglah murid- murid-Nya dan mereka heran, bahwa Ia sedang bercakap-cakap dengan seorang perempuan. Tetapi tidak seorangpun yang berkata: "Apa yang Engkau kehendaki? Atau: Apa yang Engkau percakapkan dengan dia?"”Yohanes 4:27 · TB
Terjemahan Baru
“Pada waktu itu pengikut-pengikut Yesus kembali. Mereka heran melihat Yesus berbicara dengan seorang wanita. Tetapi tidak seorang pun dari mereka yang bertanya kepada wanita itu, "Ibu perlu apa?" atau yang bertanya kepada Yesus, "Mengapa Bapak berbicara dengan wanita itu?"”Yohanes 4:27 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Pada saat itu, kami murid-murid-Nya sudah kembali dan sampai di sumur itu. Kami heran melihat Yesus sedang berbicara dengan seorang perempuan. Tetapi tidak satu pun dari kami yang berani bertanya kepada perempuan itu, “Ibu cari apa?” Dan tidak ada yang berani bertanya kepada Yesus, “Kenapa Guru bicara dengan dia?””Yohanes 4:27 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And upon this came his disciples, and marvelled that he talked with the woman: yet no man said, What seekest thou? or, Why talkest thou with her?”Yohanes 4:27 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yohanes 4:27?
Murid-murid heran melihat Yesus berbicara dengan seorang perempuan Samaria, karena dalam budaya saat itu, pria Yahudi biasanya tidak berbicara dengan wanita asing, apalagi orang Samaria. Namun mereka tidak berani bertanya, karena menghormati Yesus.
Latar belakang
Kaget tapi tidak bertanya
Murid-murid kembali dan menemukan Yesus sedang berbincang dengan seorang perempuan — situasi yang sangat tidak lazim untuk seorang rabi. Mereka heran, tapi tidak ada yang berani bertanya. Ini menunjukkan adanya otoritas yang membuat orang segan untuk bertanya.
Di mana
Sumur Yakub, Sikhar
Murid-murid kembali, menemukan situasi yang tidak terduga
Kapan
~30 M
Awal pelayanan Yesus
Yang berbicara
Narator (Yohanes)
Murid yang merekam reaksi rombongan yang baru kembali
Kepada
Pembaca Injil Yohanes
Komunitas percaya akhir abad pertama
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἐθαύμαζον
ethaumazon · heran
kagum, heran — reaksi terhadap sesuatu yang diluar ekspektasi
ἐλάλει
elalei · berbincang
sedang berbicara — menunjukkan percakapan yang masih berlangsung
οὐδεὶς
oudeis · tidak seorang pun
tidak ada satupun — penekanan pada kebungkaman total
Kata ethaumazon (heran/kagum) adalah reaksi yang sering muncul saat orang berhadapan dengan Yesus. Tapi kali ini herannya tidak menghasilkan pertanyaan — oudeis (tidak seorang pun) bertanya. Diam mereka berbicara lebih keras dari pertanyaan apapun.
Tahukah kamu
Keberanian diam yang bermakna
Yohanes secara eksplisit mencatat bahwa tidak ada yang bertanya 'apa yang Engkau cari?' atau 'mengapa Engkau berbincang dengannya?'. Ketidaktanyaan ini berbicara keras: ada kesadaran bahwa Yesus melakukan sesuatu yang bermaksud, meski tidak mereka mengerti.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yohanes 4:27
Matius 7:28
pola ketakjuban terhadap Yesus
“Orang banyak takjub mendengar pengajaran-Nya.”
Galatia 3:28
Yesus melampaui batas gender
“Tidak ada lagi laki-laki dan perempuan; karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.”
Lukas 2:47
pola ketakjuban komunitas terhadap Yesus
“Semua orang yang mendengar Dia heran.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yohanes 4:27
✕ Sering dikira
"Murid-murid tidak bertanya karena mereka tidak peduli."
✓ Yang sebenarnya
Sebaliknya, mereka jelas peduli (ditunjukkan dengan keterkejutan) tapi menahan diri karena otoritas Yesus.
✕ Sering dikira
"Yesus berhenti berbicara ketika murid datang."
✓ Yang sebenarnya
Teks tidak menyebut percakapan terhenti — murid datang saat Yesus sedang berbicara.
Renungan
Renungan Singkat Yohanes 4:27
Terkadang kita heran atau tidak setuju dengan cara Yesus memperlakukan orang yang berbeda dari kita. Namun, kita perlu belajar untuk tidak menghakimi dan membiarkan Yesus bekerja dengan cara-Nya sendiri.
Tuhan, tolong aku untuk tidak cepat heran atau menghakimi cara-Mu bekerja, tetapi percaya bahwa Engkau tahu yang terbaik, Amin.