Penyangkalan pertama Petrus di depan pintu
Yohanes 18:17
Petrus Tidak Mengakui Yesus
“Kemudian, perempuan penjaga pintu itu bertanya kepada Petrus, “Bukankah kamu juga salah seorang murid dari Orang itu?” Petrus menjawab, “Bukan!””Yohanes 18:17 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Maka kata hamba perempuan penjaga pintu kepada Petrus: "Bukankah Yohanes engkau juga murid orang itu?" Jawab Petrus: "Bukan!"”Yohanes 18:17 · TB
Terjemahan Baru
“Pelayan wanita penjaga pintu itu berkata kepada Petrus, "Hai, bukankah engkau juga salah seorang pengikut orang itu?" "Bukan," jawab Petrus.”Yohanes 18:17 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Pembantu itu sempat bertanya kepada Petrus, “Kamu juga murid orang itu, bukan?” Dan dia menjawab, “Bukan.””Yohanes 18:17 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Then saith the damsel that kept the door unto Peter, Art not thou also one of this man’s disciples? He saith, I am not.”Yohanes 18:17 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yohanes 18:17?
Penjaga pintu menuduh Petrus sebagai murid Yesus, dan Petrus menyangkalnya. Ini adalah penyangkalan pertama Petrus, meskipun sebelumnya dia berkata akan setia sampai mati. Ini menunjukkan kelemahan manusia saat takut.
Latar belakang
Pertanyaan santai, penyangkalan yang mengubah hidup
Pertanyaan penjaga pintu itu bukan interogasi resmi — itu pertanyaan kasual dari seorang pelayan yang ingin tahu siapa orang baru yang baru saja masuk. Tidak ada ancaman, tidak ada pedang. Tapi Petrus yang baru saja menyerang prajurit bersenjata dengan pedang, kini tersandung oleh pertanyaan perempuan pelayan. 'Bukan!' — satu kata yang memulai runtuhnya.
Di mana
Depan pintu halaman Imam Besar
Pintu masuk halaman istana Imam Besar, Yerusalem
Kapan
~30 M
Penyangkalan pertama dari tiga
Yang berbicara
Simon Petrus
Murid utama Yesus yang saat ini dalam tekanan dan ketakutan
Kepada
Perempuan penjaga pintu
Pelayan/budak penjaga pintu rumah Imam Besar
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
παιδίσκη
paidiske · servant girl
Pelayan perempuan muda/budak perempuan; posisi sosial yang paling rendah
καί
kai · also
'Juga' — pertanyaan yang mengasumsikan ada murid lain yang sudah diketahui masuk
ἠρνήσατο
ernisato · denied
Menyangkal/menolak; kata kuat yang berarti secara aktif membantah asosiasi dengan seseorang
Kata 'paidiske' (pelayan perempuan) vs 'ernisato' (menyangkal keras) menciptakan kontras: ancaman paling kecil memicu penyangkalan paling keras dari Petrus.
Tahukah kamu
Petrus lebih takut penjaga pintu daripada prajurit bersenjata
Ironi dalam narasi ini luar biasa: Petrus yang berani menghunus pedang di hadapan ratusan prajurit bersenjata, tapi langsung menyangkal Yesus ketika ditanya pelayan perempuan tanpa senjata. Yesus sudah memperingatkan ini — keberanian fisik tidak sama dengan keberanian iman.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yohanes 18:17
Yohanes 13:37-38
Yesus sudah memprediksi persis apa yang terjadi
“Petrus berkata kepada-Nya: 'Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu.' Jawab Yesus: 'Menyerahkan nyawamu bagi-Ku? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.'”
Markus 14:29
Keberanian besar Petrus sebelumnya yang kontras dengan penyangkalan ini
“Petrus berkata kepada-Nya: 'Biarpun mereka semua tergoncang imannya, aku tidak.'”
Matius 10:33
Konsekuensi penyangkalan yang pernah Yesus ajarkan
“Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalinya di depan Bapa-Ku yang di sorga.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yohanes 18:17
✕ Sering dikira
Petrus takut karena situasi sangat berbahaya dan mengancam jiwanya
✓ Yang sebenarnya
Pertanyaan itu datang dari pelayan perempuan, bukan dari pejabat atau prajurit — Petrus menyangkal bukan karena ancaman langsung terhadap nyawanya
✕ Sering dikira
Petrus berbohong dengan rencana — dia mau menyusup untuk menyelamatkan Yesus
✓ Yang sebenarnya
Tidak ada petunjuk rencana seperti itu — ini reaksi spontan dari ketakutan
Renungan
Renungan Singkat Yohanes 18:17
Jangan cepat menghakimi Petrus karena kita pun bisa menyangkal Yesus dalam perkataan atau perbuatan saat takut atau malu. Belajarlah untuk rendah hati dan bergantung pada kekuatan Tuhan.
Tuhan, maafkan aku jika sering menyangkal-Mu dalam sikap atau perkataanku. Kuatkan imanku untuk berani mengakui Engkau. Amin.