Yesus yang melihat melampaui yang tampak
Yohanes 1:42
Murid-Murid Yesus yang Pertama
“Kemudian, Andreas membawa Simon kepada Yesus. Yesus memandang Simon dan berkata, “Kamu Simon, anak Yohanes. Kamu akan dipanggil Kefas (yang berarti ‘Petrus’ atau ‘Batu’).””Yohanes 1:42 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Ia membawanya kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata: "Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus)."”Yohanes 1:42 · TB
Terjemahan Baru
“Andreas mengantar Simon kepada Yesus. Yesus menatap Simon, lalu berkata, "Engkau Simon, anak Yona. Engkau akan disebut Kefas." (Kefas sama dengan Petrus, artinya: gunung batu.)”Yohanes 1:42 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“(1:40)”Yohanes 1:42 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And he brought him to Jesus. And when Jesus beheld him, he said, Thou art Simon the son of Jona: thou shalt be called Cephas, which is by interpretation, A stone.”Yohanes 1:42 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yohanes 1:42?
Andreas membawa Simon kepada Yesus. Saat bertemu, Yesus memandang Simon dan memberi nama baru: Kefas, artinya Petrus atau Batu. Ini bukan sekadar ganti nama, tetapi sebuah panggilan untuk menjadi dasar yang kokoh dalam pekerjaan Tuhan. Yesus melihat potensi yang bahkan tidak disadari Simon.
Latar belakang
Nama baru untuk identitas baru
Dalam budaya Semitik, mengganti nama seseorang adalah tindakan sangat signifikan — itu pernyataan tentang siapa orang itu akan menjadi. Allah mengganti nama Abram menjadi Abraham, Yakub menjadi Israel. Di sini Yesus mengganti nama Simon menjadi Petrus (Batu). Ini bukan panggilan keseharian, tapi klaim profetis tentang identitas.
Di mana
Betania di seberang Yordan
Pertemuan pertama Simon dengan Yesus
Kapan
~27-28 M
Penggantian nama Simon menjadi Kefas/Petrus
Yang berbicara
Yesus
Firman yang menjadi daging, melihat potensi dalam Simon
Kepada
Simon
Nelayan Galilea yang dibawa Andreas kepada Yesus
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἐμβλέψας
memandang · looked at
Aorist participle — memandang dengan perhatian mendalam, melihat melampaui permukaan
Κηφᾶς
Kefas · Cephas/Kefas
Transliterasi Aramaik dari כֵּיפָא (Kepha) — batu atau batu karang
Πέτρος
Petrus · Peter/Petrus
Terjemahan Yunani dari Kefas — batu
ἐμβλέψας (memandang dengan seksama) yang sama dipakai ketika Yohanes Pembaptis memandang Yesus (ayat 36). Kini Yesus menggunakan cara pandang yang sama kepada Simon — melihat potensi yang belum terlihat.
Tahukah kamu
Simon yang belum jadi batu
Ironi besar: Yesus memanggil Simon 'Batu' sejak awal — tapi sepanjang Injil, Simon Petrus justru seringkali goyah, ragu, dan bahkan menyangkal Yesus. Nama itu bukan deskripsi kondisi saat ini, tapi janji tentang apa yang dia akan menjadi setelah melewati proses.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yohanes 1:42
Matius 16:18
Penggantian nama di sini mendapat makna penuh di kemudian hari ketika Petrus mengakui Yesus sebagai Mesias
“Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku.”
Kejadian 17:5
Pola Allah yang mengubah nama sebagai pernyataan identitas dan panggilan baru
“Nama-Mu tidak akan lagi Abram, melainkan Abraham, sebab Aku telah menetapkan engkau menjadi bapa sejumlah besar bangsa.”
Yohanes 21:15-17
Di akhir Injil, Yesus kembali memanggil 'Simon' (nama lama) — mengingatkan proses yang masih berlangsung
“Yesus berkata kepada Simon Petrus: 'Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?'”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yohanes 1:42
✕ Sering dikira
Penggantian nama Simon menjadi Petrus berarti Petrus sudah benar-benar menjadi 'batu' sejak saat itu.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah nama profetis — apa yang Petrus akan menjadi, bukan apa adanya dia sekarang. Perjalanannya menuju menjadi 'batu karang' masih panjang dan penuh kegagalan.
✕ Sering dikira
Yesus mengganti nama Simon karena tidak suka nama lamanya.
✓ Yang sebenarnya
Dalam tradisi Ibrani, mengganti nama adalah tindakan otoritas ilahi yang menyatakan panggilan dan identitas baru — bukan preferensi estetika.
Renungan
Renungan Singkat Yohanes 1:42
Yesus memanggil kita bukan berdasarkan masa lalu kita, tetapi berdasarkan potensi yang Dia ciptakan. Saat kita datang kepada-Nya, Dia memberi identitas baru dan panggilan. Percayalah bahwa Tuhan punya rencana besar untuk hidup kita.
Bapa, terima kasih karena Engkau memberi identitas baru dan panggilan bagiku. Bentuk aku menjadi batu yang kokoh bagi kemuliaan-Mu. Amin.