Perbandingan ketaatan
Yeremia 35:14
Teladan Keluarga Rekhab
“Perkataan Yonadab, anak Rekhab, yang memerintahkan anak-anaknya laki-laki untuk tidak minum anggur, telah dilakukan, dan mereka tidak minum sampai hari ini karena mereka telah menaati perintah nenek moyang mereka. Namun, Aku telah berfirman kepadamu berkali-kali, tetapi kamu tidak mendengarkan Aku.”Yeremia 35:14 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Memang perintah Yonadab bin Rekhab itu masih ditepati; ia telah Yeremia 35.15–17 184 memerintahkan kepada keturunannya, supaya mereka jangan minum anggur, dan sampai sekarang ini mereka tidak meminumnya, sebab mereka mendengarkan perintah bapa leluhur mereka. Aku sendiri telah berbicara kepada kamu, terus-menerus, tetapi kamu tidak mendengarkan Aku.”Yeremia 35:14 · TB
Terjemahan Baru
“Yonadab melarang keturunannya minum anggur, dan mereka taat kepada larangan itu. Sampai hari ini tak seorang pun dari mereka minum anggur. Tapi Aku terus-menerus berbicara kepada kamu, dan kamu tidak mau mendengarkan.”Yeremia 35:14 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“The words of Jonadab the son of Rechab, that he commanded his sons not to drink wine, are performed; for unto this day they drink none, but obey their father’s commandment: notwithstanding I have spoken unto you, rising early and speaking; but ye hearkened not unto me.”Yeremia 35:14 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yeremia 35:14?
Tuhan menunjukkan bahwa perintah manusia, seperti Yonadab, bisa ditaati dengan setia, tetapi umat-Nya tidak mendengarkan suara-Nya yang telah berbicara berulang-ulang melalui para nabi. Ini adalah kontras yang menyedihkan antara ketaatan keluarga Rekhab dan pembangkangan umat Israel.
Latar belakang
Ketaatan manusia vs ketidaktaatan umat
Tuhan menunjukkan bahwa perintah manusia (Yonadab) telah ditaati secara konsisten oleh anak-anaknya, sementara perintah Tuhan yang berulang kali disampaikan diabaikan oleh umat-Nya. Ini menjadi bukti ketegaran hati Yehuda.
Di mana
Yerusalem
Bait Allah, kamar keluarga Rekhab
Kapan
~600 SM
Kerajaan Yehuda (akhir)
Yang berbicara
TUHAN
Allah Israel, berbicara melalui Yeremia
Kepada
Orang Yehuda dan penduduk Yerusalem
Umat yang mendengar tetapi tidak taat
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
דָּבָר
davar · perkataan
perintah atau pesan yang diucapkan
צָוָה
tsavah · memerintahkan
memberi perintah dengan otoritas
שָׁמַע
shama · mendengarkan
mendengar dan merespons dengan ketaatan
Davar (perkataan) dan tsavah (perintah) dari manusia saja dapat ditaati, tetapi davar Tuhan dengan otoritas-Nya tidak diindahkan. Ketaatan sejati adalah mendengar (shama) dan bertindak.
Tahukah kamu
Yonadab bukan nabi
Yonadab hanyalah manusia biasa, namun ajarannya diikuti selama berabad-abad, menunjukkan kuasa komitmen yang diwariskan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 35:14
Lukas 6:46
Pengakuan tanpa ketaatan
“Mengapa kamu memanggil Aku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?”
Yohanes 14:15
Ketaatan tanda kasih
“Jika kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.”
Ibrani 3:18
Ketidaktaatan menghalangi
“Dan kepada siapakah Ia bersumpah, bahwa mereka tidak akan masuk ke dalam perhentian-Nya? Kepada mereka yang tidak taat.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yeremia 35:14
✕ Sering dikira
Tuhan membandingkan perintah manusia dengan perintah-Nya, seolah sama tingkatannya.
✓ Yang sebenarnya
Perbedaan justru menunjukkan bahwa manusia bisa taat pada sesamanya, tetapi umat tidak taat pada Tuhan yang lebih tinggi.
✕ Sering dikira
Ayat ini mengajarkan bahwa kita harus menaati semua perintah manusia tanpa kecuali.
✓ Yang sebenarnya
Konteksnya adalah ketaatan pada perintah yang baik, bukan pembenaran untuk ketaatan buta pada otoritas yang salah.
Renungan
Renungan Singkat Yeremia 35:14
Kadang kita lebih mudah menaati aturan dari orang lain atau tradisi daripada mendengarkan suara Tuhan. Mari kita prioritaskan ketaatan kepada firman Tuhan di atas segala hal, bahkan ketika itu tidak populer.
Ya Tuhan, ampuni kami jika kami lebih sering mendengarkan suara manusia daripada suara-Mu. Tolong kami untuk setia menaati Engkau, bukan hanya ritual, tetapi dengan hati yang tulus. Amin.