Ukiran Kerub dan Pohon Palem
Yehezkiel 41:19
Ukiran dan Pintu Bait Suci
PerikopKamar-Kamar yang Mengelilingi Bait Tuhan · Yehezkiel 41:5-26 →“wajah muka manusia menghadap pohon palem pada satu sisi, dan wajah singa muda menghadap pohon palem pada sisi yang lain; mereka diukirkan pada sekeliling Bait Suci.”Yehezkiel 41:19 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dari sebelah yang satu muka manusia dan dari sebelah yang lain muka singa yang menghadap ke pohon korma itu dan begitulah dibuat di seluruh Bait Suci.”Yehezkiel 41:19 · TB
Terjemahan Baru
“satu wajah manusia yang menghadap ke pohon palem sebelah kiri, dan wajah singa yang menghadap ke pohon palem sebelah kanan. Ukir-ukiran itu terdapat di seluruh Rumah TUHAN,”Yehezkiel 41:19 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“So that the face of a man was toward the palm tree on the one side, and the face of a young lion toward the palm tree on the other side: it was made through all the house round about.”Yehezkiel 41:19 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yehezkiel 41:19?
Ayat ini menggambarkan ukiran di dinding Bait Suci: kerub dan pohon palem berselang-seling, dengan setiap kerub memiliki dua wajah—wajah manusia dan wajah singa muda. Ini melambangkan berbagai aspek makhluk surgawi dan kuasa Allah.
Latar belakang
Dua Wajah Kerub
Yehezkiel melihat ukiran di dinding Bait Suci: kerub dan pohon palem berselang-seling. Setiap kerub memiliki dua wajah: wajah manusia dan wajah singa muda, menghadap pohon palem dari kedua sisi. Ini menggambarkan makhluk surgawi yang menjaga kekudusan tempat itu.
Di mana
Yerusalem (dalam penglihatan)
Dalam penglihatan, di Bait Suci masa depan
Kapan
sekitar 573 SM
Pembuangan ke Babilonia
Yang berbicara
Yehezkiel
Imam dan nabi, dibuang ke Babilonia
Kepada
Pembaca Kitab Yehezkiel
Orang-orang yang merindukan pemulihan Bait Suci
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
פָּנִים
panim · wajah
permukaan atau muka, sering dipakai untuk wajah yang mewakili seluruh pribadi
כְּרוּב
keruv · kerub
makhluk spiritual yang melayani Allah dan menjaga kekudusan
תִּמֹרָה
timorah · pohon palem
pohon kurma, simbol kemenangan dan kehidupan
Gabungan wajah manusia dan singa pada kerub melambangkan kecerdasan dan kekuatan, sementara pohon palem menunjukkan kehidupan dan kemenangan. Ini mengajarkan bahwa kekudusan mencakup seluruh aspek makhluk ciptaan.
Tahukah kamu
Kerub dalam Alkitab
Kerub sering digambarkan sebagai makhluk bersayap yang menjaga hadirat Allah, seperti di Taman Eden (Kejadian 3:24) dan di atas tabut perjanjian (Keluaran 25:18-20). Dua wajah di sini mungkin mewakili kecerdasan (manusia) dan kekuatan (singa).
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yehezkiel 41:19
1 Raja-raja 6:29
Motif serupa di Bait Salomo
“Pada segala dinding rumah itu sekelilingnya, di ruang besar dan di ruang belakang, ia mengukir ukiran kerub, pohon kurma, dan bunga mengembang.”
Yehezkiel 1:10
Empat wajah kerub
“Muka mereka kelihatan begini: keempatnya mempunyai muka manusia, muka singa di sebelah kanan, muka lembu di sebelah kiri, dan muka rajawali.”
Wahyu 4:7
Makhluk bermuka empat
“Makhluk yang pertama sama seperti singa, dan makhluk yang kedua sama seperti lembu, dan makhluk yang ketiga bermuka seperti manusia, dan makhluk yang keempat sama seperti burung nasar yang terbang.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yehezkiel 41:19
✕ Sering dikira
Kerub dianggap sebagai malaikat yang bisa digambar dan disembah.
✓ Yang sebenarnya
Kerub adalah simbol makhluk surgawi, bukan untuk disembah; ukiran ini hanya dekorasi yang mengingatkan pada kekudusan Allah.
✕ Sering dikira
Pohon palem dianggap sebagai pohon kehidupan yang mistis.
✓ Yang sebenarnya
Pohon palem adalah motif umum di Timur Tengah melambangkan kemakmuran, bukan pohon kehidupan itu sendiri.
Renungan
Renungan Singkat Yehezkiel 41:19
Seperti ukiran yang indah dan bermakna, kita bisa memikirkan bagaimana hidup kita dapat mencerminkan berbagai aspek karakter Allah—kebijaksanaan manusia dan keberanian singa. Biarkan setiap bagian hidup kita 'diukir' oleh firman-Nya.
Tuhan, ukirlah karakter-Mu di dalam diriku, agar aku memiliki kebijaksanaan dan keberanian untuk hidup bagi-Mu. Amin.