Ukuran serambi depan

Yehezkiel 40:9

Ukuran Bait Suci yang Dilihat Yehezkiel

PerikopPenglihatan Ilahi · Yehezkiel 40:1-16 →
“Dia mengukur serambi pintu gerbang, delapan hasta; dan tiang-tiangnya dua hasta; dan serambi pintu gerbang itu menghadap ke dalam.”

Yehezkiel 40:9 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yehezkiel 40:9?

Serambi pintu gerbang diukur: delapan hasta panjang dan dua hasta tiangnya, menghadap ke dalam. Ini menunjukkan bahwa Bait Suci dirancang dengan proporsi yang simetris dan berfungsi sebagai tempat transisi menuju area yang lebih kudus.

Latar belakang

Serambi menghadap ke dalam

Sang pengukur mencatat ukuran serambi: delapan hasta panjang dan tiang-tiangnya dua hasta. Ini menunjukkan struktur pintu gerbang yang simetris.

Di mana

Yerusalem

Dalam penglihatan di gunung tinggi

Kapan

~573 SM

Pembuangan Babel

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Runtuhnya Yerusalem
Kembalinya orang buangan
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yehezkiel

Imam dan nabi di pembuangan, ~50 tahun

O

Kepada

Orang Israel di pembuangan

Bangsa yang menantikan pemulihan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

אֵיל

el · tiang

pilar penopang

שְׁתַּיִם אַמּוֹת

shtayim ammot · dua hasta

dua unit panjang

לִפְנִימָה

lifnimah · menghadap ke dalam

orientasi ke arah dalam

Tiang-tiang yang menghadap ke dalam menegaskan arah menuju kekudusan; setiap elemen mengarahkan perhatian pada Allah.

Tahukah kamu

Ukuran hasta

Hasta pada zaman Yehezkiel mungkin lebih panjang dari hasta biasa, sekitar 52 cm, sehingga ukuran ini sangat besar.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yehezkiel 40:9

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yehezkiel 40:9

✕  Sering dikira

Angka kecil ini tidak penting

✓  Yang sebenarnya

Detail menunjukkan otoritas Allah atas tempat kudus

✕  Sering dikira

Serambi untuk umum

✓  Yang sebenarnya

Serambi hanya untuk imam yang bertugas

Renungan

Renungan Singkat Yehezkiel 40:9

Serambi adalah tempat peralihan dari luar ke dalam. Kita pun butuh waktu transisi untuk bersiap memasuki hadirat Tuhan, misalnya saat teduh atau doa pribadi sebelum beribadah.

Tuhan, mampukan aku untuk selalu menyediakan waktu khusus bertemu dengan-Mu, agar hatiku siap menyembah-Mu. Amin.