Pemberontakan di Padang Belantara
Yehezkiel 20:13
Sejarah Pemberontakan Israel dan Janji Pemulihan
“Akan tetapi, keturunan Israel memberontak terhadap Aku di padang belantara. Mereka tidak hidup menurut ketetapan-ketetapan-Ku, dan mereka menolak peraturan-peraturan-Ku, yang olehnya, jika seseorang mematuhi ketetapan dan peraturan itu, ia akan hidup. Dan, hari-hari Sabat-Ku benar-benar mereka najiskan. Lalu, Aku mengatakan bahwa Aku akan mencurahkan murka-Ku ke atas mereka di padang belantara, untuk membinasakan mereka.”Yehezkiel 20:13 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi kaum Israel memberontak terhadap Aku di padang gurun; mereka tidak hidup menurut ketetapan- ketetapan-Ku dan mereka menolak peraturan-peraturan-Ku, yang, kalau manusia melakukannya, ia akan hidup. Mereka juga melanggar kekudusan hari-hari Sabat-Ku dengan sangat. Maka Aku bermaksud hendak mencurahkan amarah-Ku ke atas mereka di padang gurun hendak membinasakan mereka.”Yehezkiel 20:13 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi di padang pasir itu juga mereka melawan Aku. Mereka melanggar perintah-perintah-Ku, dan menolak hukum-hukum-Ku yang menjamin bahwa orang yang mentaatinya tetap hidup. Mereka sangat mencemarkan hari Sabat. Sebab itu, di padang pasir itu Aku sudah siap hendak melepaskan amukan kemarahan-Ku terhadap mereka dan membinasakan mereka.”Yehezkiel 20:13 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“But the house of Israel rebelled against me in the wilderness: they walked not in my statutes, and they despised my judgments, which if a man do, he shall even live in them; and my sabbaths they greatly polluted: then I said, I would pour out my fury upon them in the wilderness, to consume them.”Yehezkiel 20:13 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yehezkiel 20:13?
Di padang belantara, Israel memberontak lagi, menolak peraturan Allah dan menajiskan Sabat. Mereka mengabaikan hukum yang memberi hidup. Allah murka dan ingin membinasakan mereka di padang belantara. Ini menunjukkan keseriusan dosa, tetapi juga kesabaran Allah yang belum menghukum mereka sepenuhnya.
Latar belakang
Sejarah Pemberontakan di Padang Belantara
Tuhan mengingatkan bagaimana generasi pertama Israel, yang dibawa keluar dari Mesir, memberontak di padang belantara dengan menolak ketetapan-Nya dan menajiskan Sabat. Murka Tuhan berkobar, tetapi Dia menahan diri demi nama-Nya.
Di mana
Babel (Tel Aviv, dekat Sungai Kebar)
Di rumah Yehezkiel, di tengah komunitas orang buangan
Kapan
~591 SM
Pembuangan Babel (586-538 SM)
Yang berbicara
Tuhan ALLAH
Allah Israel, berbicara melalui nabi Yehezkiel, ~590 SM
Kepada
Tua-tua Israel
Para pemimpin bangsa yang diasingkan di Babel, datang mencari petunjuk
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
מרד
marad · memberontak
melawan kekuasaan yang sah
חק
choq · ketetapan
aturan atau undang-undang yang ditetapkan
שבת
shabbat · Sabat
hari perhentian yang kudus bagi Tuhan
Ketiga kata ini membentuk pola: pemberontakan terjadi ketika mereka menolak ketetapan Allah, khususnya Sabat yang menjadi tanda perjanjian. Sabat bukan sekadar aturan, melainkan tanda hubungan.
Tahukah kamu
Sabat: Tanda Perjanjian yang Dilanggar
Ayat ini menyoroti Sabat sebagai tanda khusus antara Allah dan umat-Nya. Di padang belantara, Sabat menjadi ujian ketaatan yang seringkali gagal.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yehezkiel 20:13
Keluaran 16:28
Dosa serupa
“Berapa lama lagi kamu menolak mengikuti perintah dan ketetapan-Ku?”
Mazmur 95:10
Pemberontakan di padang belantara
“Empat puluh tahun Aku jemu kepada angkatan itu, kata-Ku: Mereka adalah bangsa yang sesat hati”
Ibrani 3:8
Peringatan serupa
“Janganlah keraskan hatimu seperti pada waktu Meriba, seperti pada waktu Masa di padang belantara”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yehezkiel 20:13
✕ Sering dikira
Ayat ini berarti Tuhan membinasakan umat-Nya di padang belantara.
✓ Yang sebenarnya
Tuhan berniat membinasakan, tetapi rahmat-Nya menahan murka (lihat ayat 14).
✕ Sering dikira
Sabat hanya tentang hari ibadah mingguan.
✓ Yang sebenarnya
Sabat adalah tanda perjanjian yang mencakup seluruh aspek kehidupan kudus.
Renungan
Renungan Singkat Yehezkiel 20:13
Kita mungkin sering melanggar aturan Allah, baik sadar maupun tidak. Sadarilah bahwa dosa mendatangkan murka-Nya, tetapi Tuhan masih memberi kesempatan untuk bertobat. Jangan menganggap remeh perintah-Nya, termasuk waktu ibadah dan saat teduh.
Tuhan, aku mengaku sering melanggar perintah-Mu. Ampunilah aku, dan ubah hatiku agar aku taat kepada-Mu. Amin.