Setan Dihukum ke Lautan Api
Wahyu 20:10
Kemenangan Akhir dan Penghakiman
“Lalu, Setan yang telah menyesatkan mereka dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, di sanalah binatang dan nabi palsu itu juga dilemparkan. Mereka akan disiksa siang dan malam selama-lamanya.”Wahyu 20:10 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya.”Wahyu 20:10 · TB
Terjemahan Baru
“Kemudian Iblis yang menipu mereka itu, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang. Di situlah tempatnya binatang dan nabi palsu itu dibuang terlebih dahulu. Mereka akan disiksa siang malam untuk selama-lamanya.”Wahyu 20:10 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Lalu iblis, si penipu ulung, akan dilemparkan juga ke dalam lautan api bercampur belerang, tempat binatang pertama dan kedua tadi sudah dilemparkan. Di sana mereka akan disiksa siang dan malam sampai selama-lamanya.”Wahyu 20:10 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And the devil that deceived them was cast into the lake of fire and brimstone, where the beast and the false prophet are, and shall be tormented day and night for ever and ever.”Wahyu 20:10 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Wahyu 20:10?
Setan akhirnya dilemparkan ke dalam lautan api, tempat binatang dan nabi palsu juga berada. Mereka akan disiksa siang malam selama-lamanya. Inilah hukuman yang kekal bagi kejahatan dan pemberontakan terhadap Allah.
Latar belakang
Hukuman Terakhir Iblis
Setelah seribu tahun dan pemberontakan terakhir, Setan yang telah menipu bangsa-bangsa (Gog dan Magog) akhirnya dibuang ke dalam lautan api. Di sana, ia bergabung dengan binatang dan nabi palsu yang sudah lebih dulu dihukum, dan mereka akan menderita selama-lamanya.
Di mana
Pulau Patmos
Dalam penglihatan, di hadapan takhta Allah
Kapan
~95 M
Akhir Zaman
Yang berbicara
Yohanes
Penulis kitab Wahyu, rasul dan saksi mata Yesus
Kepada
Jemaat Kristen awal
Pembaca kitab Wahyu di Asia Kecil
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἐβλήθησαν
eblēthēsan · dilemparkan
dilempar dengan paksa, dibuang
λίμνην τοῦ πυρὸς
limnēn tou pyros · lautan api
danau atau kolam yang penuh dengan api
εἰς τοὺς αἰῶνας τῶν αἰώνων
eis tous aiōnas tōn aiōnōn · selama-lamanya
untuk selama-lamanya, tanpa akhir
Ketiga kata ini menekankan kepastian dan kekekalan hukuman: pembuangan itu dilakukan dengan paksa (dilemparkan), lokasinya adalah api yang tak terpadamkan, dan akibatnya berlangsung tanpa batas waktu. Ini menunjukkan keseriusan dosa dan kedaulatan Allah dalam menghakimi.
Tahukah kamu
Lautan api bukanlah tempat fisik
Dalam teologi Kristen, lautan api sering dipahami sebagai simbol penghukuman kekal, bukan lokasi literal yang bisa kita petakan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Wahyu 20:10
Wahyu 19:20
Nasib serupa
“Dan binatang itu ditangkap... keduanya dilemparkan hidup-hidup ke dalam lautan api yang menyala-nyala oleh belerang.”
Wahyu 14:11
Siksaan kekal
“Dan asap api penyiksaan mereka naik selama-lamanya...”
Matius 25:41
Api kekal
“Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu yang terkutuk, ke dalam api yang kekal...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Wahyu 20:10
✕ Sering dikira
Menganggap Iblis akan segera dihukum tanpa proses
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini adalah klimaks dari pemberontakan terakhir, menunjukkan keadilan Allah yang menunggu waktu-Nya.
✕ Sering dikira
Lautan api dianggap hanya simbolis dan tidak nyata
✓ Yang sebenarnya
Meski simbolis, ini menggambarkan realitas penghukuman yang sungguh-sungguh dan kekal, bukan sekadar metafora kosong.
Renungan
Renungan Singkat Wahyu 20:10
Hukuman bagi kejahatan itu pasti dan kekal. Ini menjadi peringatan bagi kita untuk tidak bermain-main dengan dosa, dan juga penghiburan bahwa Allah akan menegakkan keadilan secara sempurna.
Allah yang adil, mampukan kami hidup dalam kebenaran-Mu dan menjauh dari segala kejahatan, agar kami terhindar dari hukuman kekal. Amin.