Hujan Es Murka

Wahyu 16:21

Tujuh Cawan Murka Allah

Hujan es yang besar, kira-kira seberat 1 talenta, jatuh dari langit menimpa manusia; tetapi manusia menghujat Allah karena bencana hujan es itu. Sebab, bencana itu begitu mengerikan.

Wahyu 16:21 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Wahyu 16:21?

Hujan es seberat talenta (sekitar 34 kg) jatuh dari langit, menjadi bencana yang mengerikan. Namun manusia tetap menghujat Allah daripada bertobat. Ini menunjukkan kerasnya hati manusia yang sudah terikat dosa: bahkan di tengah penghakiman yang jelas, mereka memilih mengutuk Tuhan daripada mengakui kesalahan mereka.

Latar belakang

Hujan Es Raksasa

Hujan es seberat satu talenta (sekitar 34 kg) jatuh dari langit menimpa manusia. Alih-alih bertobat, mereka malah menghujat Allah—menunjukkan kekerasan hati yang luar biasa.

Di mana

Pulau Patmos

Dalam penglihatan, di gua pertapaan

Kapan

~95 M

Kiamat

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pulau dan gunung lenyap
Penghakiman terakhir
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yohanes

Rasul tua, diasingkan di Patmos

J

Kepada

Jemaat Asia Kecil

Tujuh jemaat yang menghadapi penganiayaan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

χάλαζα

chalaza · hujan es

hujan es atau batu es

βλασφήμησαν

blasphēmēsan · menghujat

berbicara jahat tentang Allah, menghina

μεγάλη

megalē · mengerikan

besar, hebat, dahsyat

Respon manusia terhadap bencana bukanlah pertobatan, tetapi penghujatan—menunjukkan bahwa penderitaan tidak selalu melunakkan hati, malah bisa mengeraskannya.

Tahukah kamu

Berat Satu Talenta

Satu talenta bisa mencapai 34-50 kg! Bayangkan bongkahan es sebesar itu jatuh dari langit—tidak ada yang selamat.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Wahyu 16:21

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Wahyu 16:21

✕  Sering dikira

Hanya bencana alam biasa, bukan hukuman Ilahi.

✓  Yang sebenarnya

Ini jelas merupakan murka Allah yang dituangkan dalam rangkaian penghakiman.

✕  Sering dikira

Manusia bertobat setelah melihat kehancuran.

✓  Yang sebenarnya

Teks justru menunjukkan mereka menghujat, bukan bertobat.

Renungan

Renungan Singkat Wahyu 16:21

Tuhan sering berbicara melalui kejadian sulit dalam hidup kita. Apakah kita merespons dengan kemarahan dan kepahitan, atau dengan kerendahan hati dan pertobatan? Belajarlah untuk peka terhadap teguran Tuhan dan berbalik kepada-Nya sebelum terlambat.

Tuhan, lembutkan hatiku agar aku cepat bertobat saat Engkau menegurku, bukan membalas dengan hujat. Amin.