Kepala dari Harim

Nehemia 12:15

Perayaan Penahbisan Tembok

dari Harim, Adna; dari Merayot, Helkai;

Nehemia 12:15 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Nehemia 12:15?

Ayat ini melanjutkan daftar imam pada zaman Yoyakim: dari Harim adalah Adna, dan dari Merayot adalah Helkai. Nama-nama ini mungkin tidak terlalu dikenal, tetapi mereka tetap penting bagi Tuhan. Ini mengingatkan kita bahwa Tuhan melihat dan menghargai setiap orang yang setia dalam pelayanan, sekalipun tidak terkenal.

Latar belakang

Harim dan Merayot

Ayat ini mencatat dua kepala kaum: Adna dari Harim dan Helkai dari Merayot. Mereka adalah bagian dari struktur imam yang teratur. Ini menunjukkan bahwa setiap keluarga memiliki wakil dan tanggung jawab.

Di mana

Yerusalem

Dalam daftar silsilah imam

Kapan

±440 SM

Pemulihan pasca-pembuangan

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pencatatan imam
Penahbisan tembok
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis Nehemia

Pemimpin bangsa yang memulihkan Yerusalem

P

Kepada

Pembaca kitab

Komunitas Yehuda pasca-pembuangan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

לְחָרִם

leharim · dari Harim

milik keluarga Harim

עַדְנָא

Adna · Adna

kesenangan atau perhiasan

לִמְרָיוֹת

limerayot · dari Merayot

milik keluarga Merayot

Nama Adna yang berarti 'kesenangan' mengingatkan bahwa melayani Tuhan seharusnya menjadi sukacita. Dua keluarga ini menunjukkan keberagaman dalam kesatuan pelayanan.

Tahukah kamu

Nama Adna

Nama 'Adna' mungkin berarti 'kesenangan' atau 'perhiasan,' dan hanya muncul di sini dalam Alkitab.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Nehemia 12:15

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Nehemia 12:15

✕  Sering dikira

Menganggap Harim dan Merayot adalah orang yang sama.

✓  Yang sebenarnya

Mereka dua keluarga berbeda.

✕  Sering dikira

Mengira Adna dan Helkai adalah imam besar.

✓  Yang sebenarnya

Mereka kepala kaum, bukan imam besar.

Renungan

Renungan Singkat Nehemia 12:15

Kesetiaan kita tidak bergantung pada pengakuan manusia. Fokuslah untuk menjadi orang yang berkenan di hadapan Tuhan dalam tugas sehari-hari, meskipun tidak ada yang melihat.

Ya Tuhan, berikan kami kerendahan hati untuk melayani tanpa mencari pujian. Kiranya nama-Mu yang dipermuliakan melalui kami, Amin.