Ater, Hizkia, Azur

Nehemia 10:17

Perjanjian untuk Mengikuti Tuhan

PerikopPemberi Meterai · Nehemia 10:1-27 →
“Ater, Hizkia, Azur,”

Nehemia 10:17 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Nehemia 10:17?

Ayat ini melanjutkan daftar nama pemimpin yang ikut memeteraikan perjanjian, seperti Ater, Hizkia, dan Azur. Nama-nama ini mewakili seluruh umat, dan mereka semua bersedia untuk mengikat diri dengan sumpah dan kutuk demi menaati Taurat.

Latar belakang

Lanjutan Daftar Nama

Ayat ini melanjutkan daftar nama para pemimpin yang ikut memeteraikan perjanjian. Nama-nama ini termasuk Ater, Hizkia, dan Azur, yang mewakili keluarga-keluarga yang berkomitmen.

Di mana

Yerusalem

Di bait Allah, saat upacara penandatanganan perjanjian

Kapan

sekitar 445 SM

Pemulihan pasca-pembuangan

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Tembok Yerusalem selesai
Pembacaan hukum Taurat
Kamu di sini
N

Yang berbicara

Nehemia

pemimpin Yehuda, mantan juru minum raja Persia

U

Kepada

Umat Yehuda

orang-orang Israel yang kembali dari pembuangan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

אָטֵר

Ater · Ater

tertutup, mahkota

חִזְקִיָּה

Chizqiyah · Hizkia

Tuhan adalah kekuatanku

עָזוּר

Azur · Azur

penolong

Makna nama-nama ini (mahkota, kekuatan, penolong) mengingatkan bahwa setiap orang punya peran dan kekuatan dari Tuhan, dan mereka bersatu dalam ikatan perjanjian.

Tahukah kamu

Kata 'Ater' yang Unik

Nama 'Ater' dapat berarti 'tertutup' atau 'mahkota', dan beberapa ahli mengaitkannya dengan 'penjaga gerbang' dalam daftar lain, menunjukkan tugas khusus.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Nehemia 10:17

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Nehemia 10:17

✕  Sering dikira

Menganggap nama-nama ini hanya orang biasa

✓  Yang sebenarnya

Mereka adalah wakil rakyat yang memikul tanggung jawab di hadapan Tuhan.

✕  Sering dikira

Mengira 'Hizkia' adalah raja Hizkia

✓  Yang sebenarnya

Ini orang yang berbeda, hidup lebih dari 200 tahun setelah raja Hizkia.

Renungan

Renungan Singkat Nehemia 10:17

Mengikat diri dengan sumpah mungkin terdengar kaku, tapi bisa kita artikan sebagai tekad yang serius. Kita bisa menetapkan komitmen rohani yang jelas, misalnya jadwal doa atau belajar Alkitab, dan berpegang teguh padanya.

Tuhan, beri aku keteguhan hati untuk menepati komitmen rohaniku, dan ampunilah aku saat aku gagal, Amin.