Tangan Terangkat Mencari

Mazmur 77:2

Merenungkan Kebaikan Tuhan di Tengah Kesesakan

PerikopPerbuatan TUHAN pada Masa Lampau · Mazmur 77:1-20 →
“(77-3) Pada hari kesusahanku, aku mencari Tuhan; pada malam hari, kurentangkan tanganku tanpa menjadi lelah; jiwaku menolak dihibur.”

Mazmur 77:2 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Mazmur 77:2?

Pada hari kesusahan, Asaf mencari Tuhan, tetapi ia merasa jiwanya tidak terhibur. Ia merentangkan tangannya (berdoa) sepanjang malam tanpa lelah, namun tetap gelisah.

Latar belakang

Mencari Tuhan dengan Tangan Terangkat di Malam Hari

Asaf menggambarkan dirinya berdoa terus-menerus, mungkin dengan tangan terangkat (sikap doa khas Israel). Ia mencari Tuhan di tengah kesusahan, meskipun jiwanya menolak dihibur orang lain, karena hanya Tuhan yang dapat memberikan penghiburan sejati.

Di mana

Yerusalem

Malam hari, mungkin di kamar pribadi atau Bait Allah

Kapan

~1000 SM

Kerajaan Bersatu di bawah Daud/Salomo

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Seruan pertama (Mazmur 77:1)
Gelisah dan tidak terhibur (Mazmur 77:3)
Kamu di sini
A

Yang berbicara

Asaf

Pemimpin pujian di Bait Allah, ~1000 SM

T

Kepada

TUHAN

Allah Israel, yang dicari dengan tekun

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

צָרָה

tsarah · kesusahanku

Kesempitan, tekanan, penderitaan yang membuat sesak

דָּרַשׁ

darash · mencari

Mencari dengan tekun, seperti meneliti, berusaha menemukan

נָגַד

nagad · kurentangkan

Membentangkan atau memanjangkan, di sini tentang tangan dalam doa

Kesusahan (tsarah) membuat kita mencari (darash) Tuhan secara intens, dan wujudnya bisa berupa rentangan tangan yang tak kenal lelah. Ini menunjukkan bahwa mencari Tuhan bukan sekadar aktivitas kognitif, tetapi melibatkan seluruh tubuh.

Tahukah kamu

Malam Hari sebagai Waktu Ratapan

Dalam budaya Israel, malam sering menjadi waktu meratap dan berdoa, karena ketika sunyi, kegelisahan makin terasa. Banyak mazmur menceritakan pergumulan yang terjadi pada malam hari.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Mazmur 77:2

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Mazmur 77:2

✕  Sering dikira

Mencari Tuhan hanya dilakukan saat kita sudah merasa tenang, jadi tidak perlu mencari saat gelisah.

✓  Yang sebenarnya

Asaf justru mencari Tuhan di tengah kegelisahan; malam hari menjadi waktu untuk terus mengarahkan hati kepada-Nya.

✕  Sering dikira

Jiwaku menolak dihibur berarti kita tidak boleh menerima penghiburan dari orang lain.

✓  Yang sebenarnya

Ini menggambarkan bahwa saat itu, penghiburan manusia tidak cukup; hanya Tuhan yang sanggup masuk ke dalam kedalaman jiwanya.

Renungan

Renungan Singkat Mazmur 77:2

Saat berduka, tidak apa-apa untuk merasa lelah dan putus asa. Teruslah mencari Tuhan meskipun jawaban-Nya belum datang, karena Dia tidak pernah meninggalkan kita.

Tuhan, di tengah kesusahan, tolong aku untuk tetap mencari-Mu dan tidak menyerah, meskipun jiwaku terasa kering. Amin.