Anak Manusia datang dalam kemuliaan duduk di takhta-Nya
Matius 25:31
Siapa yang Kamu Layani Adalah Siapa yang Kamu Layani
““Ketika Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya, dan para malaikat bersama-Nya, lalu Ia akan duduk di takhta kemuliaan-Nya.”Matius 25:31 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“"Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat Matius 25.32–37 140 bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.”Matius 25:31 · TB
Terjemahan Baru
“"Apabila Anak Manusia datang sebagai Raja diiringi semua malaikat-Nya, Ia akan duduk di atas takhta-Nya yang mulia.”Matius 25:31 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Ketika Aku, Sang Anak Adam, datang bersama para malaikat-Ku dengan kemuliaan-Ku, Aku akan duduk di takhta yang menunjukkan kemuliaan-Ku.”Matius 25:31 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“When the Son of man shall come in his glory, and all the holy angels with him, then shall he sit upon the throne of his glory:”Matius 25:31 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 25:31?
Ayat ini menggambarkan kedatangan Yesus yang kedua kali dalam kemuliaan, dengan para malaikat, duduk di takhta kebesaran-Nya. Ini menegaskan bahwa Yesus akan datang sebagai Raja dan Hakim atas semua bangsa.
Latar belakang
Adegan terakhir: takhta penghakiman
Setelah dua perumpamaan tentang kesiapan dan kesetiaan, Yesus kini menggambarkan momen terakhir secara langsung — bukan melalui cerita lagi. Anak Manusia datang dalam kemuliaan dengan para malaikat, dan duduk sebagai Raja yang menghakimi semua bangsa.
Di mana
Bukit Zaitun, Yerusalem
Di luar tembok kota · sore hari menjelang malam
Kapan
~30 M
Minggu terakhir pelayanan Yesus
Yang berbicara
Yesus
Guru dari Nazareth, mulai menggambarkan penghakiman akhir
Kepada
Murid-murid Yesus
Empat murid bertanya soal akhir zaman di Bukit Zaitun
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ὁ υἱὸς τοῦ ἀνθρώπου
ho huios tou anthropou · Son of Man/Anak Manusia
Gelar yang Yesus paling sering pakai untuk diri-Nya sendiri; berasal dari Daniel 7:13 — sosok ilahi yang datang dengan awan.
δόξης
doxes · glory/kemuliaan
Kemuliaan ilahi yang memancar; berbeda dari kedatangan-Nya pertama kali sebagai bayi yang sederhana.
θρόνου
thronou · throne/takhta
Takhta kerajaan — posisi otoritas tertinggi untuk menghakimi; ini bukan kunjungan, ini sesi pengadilan resmi.
Tiga kata ini menggambarkan pergeseran total dari apa yang murid-murid kenal tentang Yesus: Dia yang berjalan kaki di antara orang banyak kini datang dengan kemuliaan dan duduk di takhta. Ini penampakan-Nya yang paling penuh.
Tahukah kamu
Ini satu-satunya tempat Yesus menyebut dirinya 'Raja' secara eksplisit dalam Mat 25
Di ayat 34 dan 40, Yesus menyebut diri-Nya sebagai 'Raja'. Ini luar biasa karena sepanjang pelayanan-Nya, Dia menghindari gelar ini secara publik. Dalam penghakiman akhir, identitas itu tidak lagi disembunyikan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 25:31
Daniel 7:13-14
Anak Manusia datang dalam kemuliaan
“Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia... kepada-Nya diberikan kekuasaan dan kemuliaan.”
Matius 16:27
kedatangan Anak Manusia dengan kemuliaan
“Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya.”
Wahyu 19:11-12
kedatangan Raja dalam kemuliaan
“Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih... Dan Ia yang menungganginya... di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 25:31
✕ Sering dikira
"Anak Manusia di sini adalah manusia biasa yang dimuliakan"
✓ Yang sebenarnya
Gelar 'Anak Manusia' berasal dari Daniel 7 yang menggambarkan sosok ilahi dengan otoritas universal — bukan sekadar manusia biasa.
✕ Sering dikira
"Para malaikat yang bersama-Nya adalah pengawal keamanan"
✓ Yang sebenarnya
Malaikat di sini berfungsi sebagai bagian dari penghakiman — mereka terlibat dalam pengumpulan dan pemisahan (lih. Mat 13:41).
Renungan
Renungan Singkat Matius 25:31
Kita hidup dalam pengharapan akan kedatangan Yesus yang mulia. Marilah kita mempersiapkan diri dengan hidup setia, karena suatu hari kita akan berdiri di hadapan-Nya.
Tuhan Yesus, persiapkan hatiku menyambut kedatangan-Mu yang mulia. Amin.