Dengan berkata begitu, kamu mengakui siapa dirimu
Matius 23:31
Tujuh Celaka untuk Para Munafik
“Dengan begitu, kamu bersaksi terhadap dirimu sendiri bahwa kamu adalah anak-anak mereka yang membunuh para nabi.”Matius 23:31 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi dengan demikian kamu bersaksi terhadap diri kamu sendiri, bahwa kamu adalah keturunan pembunuh nabi-nabi itu.”Matius 23:31 · TB
Terjemahan Baru
“Jadi kalian mengaku sendiri bahwa kalianlah keturunan orang-orang yang membunuh nabi-nabi!”Matius 23:31 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Tetapi dengan perkataan itu, sudah jelas bahwa kalian sendiri mengaku bahwa kalian adalah keturunan para pembunuh!”Matius 23:31 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Wherefore ye be witnesses unto yourselves, that ye are the children of them which killed the prophets.”Matius 23:31 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 23:31?
Yesus menegaskan bahwa kecaman mereka terhadap nenek moyang yang membunuh nabi sebenarnya menjadi bukti bahwa mereka memiliki karakter yang sama. Dengan membangun makam para nabi, mereka mengaku setuju dengan pembunuhan tersebut, dan tindakan mereka sendiri menunjukkan bahwa mereka juga akan menolak utusan Allah.
Latar belakang
Kesaksian diri yang tidak mereka sadari
Yesus menggunakan logika yang jenius: dengan mengklaim bahwa nenek moyang mereka adalah pembunuh nabi, para ahli Taurat justru bersaksi tentang identitas keturunan mereka sendiri. Mereka adalah anak-anak dari para pembunuh nabi — dan segera mereka akan membuktikannya dengan membunuh Yesus.
Di mana
Bait Allah, Yerusalem
Halaman Bait Allah
Kapan
~30 M
Pekan terakhir pelayanan Yesus
Yang berbicara
Yesus
Membalik klaim moral mereka menjadi bukti yang mengkonfirmasi identitas mereka
Kepada
Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi
Para pemimpin yang baru saja mengklaim tidak akan membunuh nabi
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
μαρτυρεῖτε
bersaksi · testify
Martyreo — bersaksi, memberi kesaksian; akar kata 'martyr'
υἱοί ἐστε τῶν φονευσάντων
anak-anak mereka yang membunuh · sons of those who murdered
Identitas genealogis — Anda adalah produk dari garis keturunan tertentu
προφητῶν
nabi-nabi · prophets
Mereka yang berbicara atas nama Allah dan sering ditolak atau dibunuh
Kata 'martyreo' (bersaksi) memiliki ironi mendalam: mereka yang akan segera membunuh Yesus justru sedang menjadi saksi atas identitas mereka sebagai pewaris para pembunuh nabi — sebuah kesaksian yang menghukum diri sendiri.
Tahukah kamu
Argumen hukum: kesaksian diri sendiri
Dalam hukum Yahudi, kesaksian seseorang tentang dirinya sendiri adalah sah dan mengikat. Dengan mengakui bahwa nenek moyangnya membunuh nabi dan mengklaim diri sebagai keturunan mereka, para Farisi secara hukum telah bersaksi tentang identitas keturunan mereka.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 23:31
Yohanes 8:39-40
Yesus menggunakan argumen silsilah yang sama di konteks lain
“Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu melakukan pekerjaan-pekerjaan Abraham. Tetapi yang kamu lakukan ialah berusaha membunuh Aku.”
Ibrani 11:37-38
Daftar nabi yang dianiaya dan dibunuh
“Mereka dilempari dengan batu... mereka mengembara di padang gurun dan di pegunungan, dalam gua-gua dan celah-celah gunung.”
Kisah Para Rasul 7:51-52
Stefanus membuat argumen yang persis sama sebelum dilempari batu
“Kamu kepala batu dan tidak bersunat hati dan telinga... Nenek moyangmu telah menganiaya para nabi dan membunuh mereka yang lebih dahulu memberitakan tentang kedatangan Yang Benar.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 23:31
✕ Sering dikira
Yesus menyalahkan orang-orang Farisi karena apa yang nenek moyang mereka lakukan
✓ Yang sebenarnya
Yesus menggunakan pengakuan mereka tentang nenek moyangnya sebagai cermin yang menunjukkan identitas mereka sendiri dan apa yang akan mereka lakukan.
✕ Sering dikira
Semua orang Yahudi bertanggung jawab atas kematian para nabi di masa lalu
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah kritik spesifik kepada para pemimpin agama yang aktif menentang nabi-nabi Allah di setiap generasi, bukan kepada seluruh bangsa.
Renungan
Renungan Singkat Matius 23:31
Mudah sekali menghakimi kesalahan orang lain tanpa melihat dosa kita sendiri. Hari ini, mari kita introspeksi diri dan bertanya: apakah kita juga memiliki sikap yang sama dengan orang yang kita kecam? Mari belajar rendah hati dan mengakui kelemahan kita di hadapan Allah.
Tuhan, ampunilah aku yang sering menghakimi orang lain tanpa menyadari dosaku sendiri. Ajarilah aku untuk rendah hati dan mengakui kelemahanku. Amin.