Pagi hari, Yesus lapar dalam perjalanan
Matius 21:18-22
Yesus Menunjukkan Kuasa Iman
Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya
Latar belakang
Yesus yang sungguh manusia
Yesus lapar. Satu fakta sederhana yang mengingatkan bahwa inkarnasi adalah nyata. Dia tidak makan sarapan, atau sarapannya tidak cukup. Kelaparan ini yang kemudian mendorongnya mendekati pohon ara — dan dari situlah lahir salah satu pelajaran paling dramatis dalam Injil.
Di mana
Jalan dari Betania ke Yerusalem
Jalan sepanjang 3 km di lereng Bukit Zaitun
Kapan
~30 M
Minggu Sengsara — hari Senin pagi
Yang berbicara
Matius (narator)
Mencatat momen kemanusiaan Yesus yang lapar
Kepada
Pembaca Injil
Diperlihatkan kemanusiaan nyata Yesus
Arti tiap ayat
Penjelasan Matius 21:18-22 Ayat per Ayat
Matius 21:18
Pada pagi hari, Yesus kembali ke kota dan merasa lapar. Ini menunjukkan kemanusiaan Yesus yang mengalami kebutuhan fisik, sama seperti kita. Ini juga mengawali peristiwa pohon ara yang tidak berbuah, yang menjadi…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Matius 21:19
Yesus melihat pohon ara yang subur tapi tidak berbuah, lalu mengutuknya hingga kering. Ini menunjukkan bahwa kemunafikan—tampak hidup tapi tidak menghasilkan buah—akan dihakimi. Ini juga melambangkan Israel yang gagal…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Matius 21:20
Murid-murid heran karena pohon ara langsung kering. Yesus memakai ini untuk mengajarkan kuasa iman: iman yang sungguh-sungguh dapat melakukan hal yang mustahil, bahkan memindahkan gunung, asalkan tidak bimbang. Ini…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Matius 21:21
Yesus menegaskan bahwa iman yang sejati—tanpa keraguan—dapat melakukan mukjizat, bahkan 'memindahkan gunung'. Ini bukan berarti kita bisa memerintah Tuhan sesuka hati, melainkan ajakan untuk percaya penuh pada…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Matius 21:22
Ayat ini menjanjikan bahwa doa yang disertai iman akan dijawab. Kuncinya adalah percaya—bukan percaya pada kekuatan doa itu sendiri, tapi percaya pada Tuhan yang mendengar. Ini mengundang kita untuk berdoa dengan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →