Hamba dan keluarganya terancam dijual untuk melunasi hutang
Matius 18:25
Perumpamaan tentang Pengampunan
“Karena ia itu tidak mampu membayar, tuannya memerintahkan supaya ia dijual, beserta istri dan anak-anaknya, juga semua yang ia miliki, dan dengan itu pembayaran dilakukan.”Matius 18:25 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya.”Matius 18:25 · TB
Terjemahan Baru
“dan tidak dapat melunasinya. Jadi, raja itu memerintahkan supaya hamba itu dijual bersama-sama dengan anak istrinya, dan segala harta miliknya untuk membayar utangnya.”Matius 18:25 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Tetapi dia tidak mampu membayar utangnya. Jadi raja memerintahkan para tentaranya untuk menjual pegawai itu, istrinya, anak-anaknya, dan semua hartanya untuk melunasi utangnya kepada raja.”Matius 18:25 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“But forasmuch as he had not to pay, his lord commanded him to be sold, and his wife, and children, and all that he had, and payment to be made.”Matius 18:25 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 18:25?
Ayat ini menggambarkan seorang hamba yang berutang sangat besar kepada rajanya, yaitu 10.000 talenta. Ini adalah jumlah yang mustahil dibayar, melambangkan dosa dan hutang kita kepada Tuhan yang tak terbayar. Ayat ini menekankan betapa besarnya pengampunan yang kita terima dari Allah, yang tidak dapat kita balas.
Latar belakang
Realitas keras hukum hutang kuno
Di dunia Yunani-Romawi, orang yang tidak bisa membayar hutang bisa dijual sebagai budak bersama seluruh keluarganya. Ini bukan ancaman kosong — ini adalah hukum yang berlaku. Keputusan raja untuk menjual hamba beserta istri dan anak-anaknya adalah respons yang secara hukum valid. Pendengar Yesus tahu persis betapa nyatanya ancaman ini.
Di mana
Kapernaum
Di dalam rumah di Galilea
Kapan
~30 M
Pelayanan Galilea — perumpamaan tentang pengampunan
Yang berbicara
Yesus
Menggambarkan konsekuensi logis dari hutang yang tidak terbayar
Kepada
Petrus dan murid-murid
Para pengikut yang mengikuti alur perumpamaan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
μὴ ἔχοντος
mē echontos · not able
Tidak memiliki kemampuan — bukan 'tidak mau bayar' tapi secara fundamental tidak mampu
πραθῆναι
prathēnai · sold
Dijual — passive infinitive, menjadi komoditas yang diperdagangkan
ἀποδοθῆναι
apodothēnai · payment
Pembayaran dilakukan, dilunasi — kata yang dipakai untuk memenuhi kewajiban finansial
Mē echontos (tidak mampu secara fundamental) menyebabkan prathēnai (penjualan sebagai komoditas) untuk apodothēnai (pelunasan yang mustahil). Ini gambaran tentang kondisi tanpa jalan keluar yang hanya bisa diselesaikan oleh belas kasihan.
Tahukah kamu
Menjual keluarga tidak cukup untuk melunasi 10.000 talenta
Ironi dalam perumpamaan ini: menjual seorang budak harga pasar sekitar 500-2000 dinar, atau 1-6 bulan upah. Menjual hamba beserta seluruh keluarga dan hartanya tetap tidak akan cukup untuk membayar 10.000 talenta. Raja itu bukan melakukan kalkulasi finansial yang masuk akal — dia sedang bereaksi dengan murka yang logis.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 18:25
Imamat Lewi 25:39
Hukum Yahudi tentang kemiskinan dan perbudakan karena hutang
“Apabila saudaramu jatuh miskin dan tidak mampu lagi mempertahankan kedudukannya di antara kamu, janganlah mengambil dari padanya bunga atau riba.”
2 Raja-raja 4:1
Realitas historis penjualan keluarga karena hutang
“Seorang istri salah seorang dari rombongan nabi-nabi mengadu kepada Elisa: Suamiku, hambamu, sudah mati... dan sekarang krediturnya datang untuk mengambil kedua anakku menjadi budaknya.”
Yesaya 50:1
Gambaran penjualan karena hutang dalam konteks relasi Allah dan Israel
“Di manakah surat cerai ibumu yang menyatakan Aku telah menceraikan dia? Atau siapakah di antara para penagih hutang-Ku yang kepadanya kamu telah Kujual?”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 18:25
✕ Sering dikira
"Ini mengajarkan bahwa Allah akan menjual keluarga kita jika tidak membayar dosa"
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah gambaran dalam perumpamaan tentang konsekuensi logis hutang yang tidak terbayar — bukan deskripsi literal tentang apa yang Allah lakukan dengan orang berdosa.
✕ Sering dikira
"Hamba itu jahat karena tidak bisa membayar"
✓ Yang sebenarnya
Teks mengatakan 'tidak mampu' — ini bukan tentang kemalasan atau kejahatan, tapi tentang ketidakmampuan fundamental. Yang membedakan hamba pertama dan kedua bukan besarnya hutang tapi respons terhadap pengampunan.
Renungan
Renungan Singkat Matius 18:25
Sadarilah bahwa dosa kita kepada Allah begitu besar dan tak terbayar, namun Ia tetap mau mengampuni kita. Jangan pernah meremehkan pengampunan yang telah kita terima.
Tuhan, terima kasih karena Engkau telah mengampuni hutang dosaku yang sangat besar. Amin.