Seorang petani menebarkan benih

Matius 13:3

Kerajaan Surga dalam Perumpamaan

Dan, Dia mengatakan banyak hal kepada mereka dalam perumpamaan, kata-Nya, “Ada seorang penabur pergi untuk menabur,

Matius 13:3 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Matius 13:3?

Yesus mengajar dalam perumpamaan, salah satunya tentang penabur yang menabur benih. Ini mengajarkan bahwa firman Tuhan seperti benih yang ditabur di berbagai jenis tanah, melambangkan respons hati manusia terhadap Injil.

Latar belakang

Perumpamaan pertama dari serangkaian tujuh

Yesus membuka sesi besar ini dengan cerita yang semua orang di sana langsung mengerti: petani yang menabur benih. Di Galilea, pertanian adalah kehidupan sehari-hari. Teknik menabur di zaman itu berbeda dengan sekarang — petani menaburkan benih dulu secara luas, baru membajak tanahnya setelah itu. Jadi benih memang sengaja jatuh ke mana-mana.

Di mana

Danau Galilea, dekat Kapernaum

Yesus di perahu, orang banyak di pantai

Kapan

~28–29 M

Puncak pelayanan Yesus di Galilea

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Yesus naik perahu mengajar
Penabur menebar benih di berbagai tempat
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yesus

guru dari Nazaret, berkhotbah dari atas perahu

O

Kepada

Orang banyak di tepi danau

campuran petani, nelayan, dan warga Galilea

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

παραβολαῖς

parabolais · perumpamaan

Dari para (di samping) + ballo (melempar) — melemparkan satu kisah di samping realitas lain untuk dibandingkan.

σπείρειν

speirein · menabur

Menaburkan benih — kata kerja yang dipakai untuk petani dan juga untuk pemberitaan firman.

σπείρων

speiron · penabur

Orang yang menabur — sosok aktif dalam cerita, kemudian Yesus jelaskan sebagai gambaran diri-Nya sendiri.

Perumpamaan sendiri adalah 'lemparan' cerita ke samping realitas; dan penabur yang menabur firman adalah inti dari seluruh kisah — dua konsep kunci untuk memahami bab ini.

Tahukah kamu

Menabur dulu, membajak kemudian

Di Palestina kuno, urutan kerja ladang seringkali kebalikan dari yang kita bayangkan: benih ditabur lebih dulu ke tanah yang belum diolah, baru kemudian tanah dibajak. Itulah kenapa benih bisa jatuh di jalan setapak, di batu, dan di semak — itu bukan kelalaian petani.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Matius 13:3

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Matius 13:3

✕  Sering dikira

'Penabur dalam cerita ini ceroboh karena menabur sembarangan'

✓  Yang sebenarnya

Petani di Palestina memang menaburkan benih secara luas ke seluruh ladang sebelum membajak — ini teknik pertanian normal saat itu, bukan kecerobohan.

✕  Sering dikira

'Perumpamaan adalah cara Yesus menyederhanakan ajaran yang rumit'

✓  Yang sebenarnya

Perumpamaan justru menyembunyikan makna dari yang hatinya tertutup dan membuka bagi yang mau mendengar — bukan sekadar teknik mengajar yang mudah.

Renungan

Renungan Singkat Matius 13:3

Setiap hari kita mendengar firman Tuhan, tetapi bagaimana kita meresponsnya? Apakah hati kita seperti tanah yang subur atau berbatu? Mari kita periksa kondisi hati kita dan biarkan firman berakar dalam hidup kita.

Tuhan, jadikan hatiku tanah yang subur untuk firman-Mu, agar aku berbuah bagi kemuliaan-Mu. Amin.