Perempuan memecah guci di Betania
Markus 14:3
Malam Tergelap Sebelum Fajar
“Sementara Yesus ada di Betania, di rumah Simon si Kusta, ketika sedang duduk makan, seorang perempuan datang dengan sebuah guci kecil dari batu pualam berisi minyak wangi dari narwastu yang murni dan mahal. Dia memecahkan guci itu dan menuangkannya ke atas kepala Yesus.”Markus 14:3 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, dan sedang duduk makan, datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya. Setelah dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkannya minyak itu ke atas kepala Yesus.”Markus 14:3 · TB
Terjemahan Baru
“Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon yang dahulu menderita penyakit kulit yang berbahaya, seorang wanita datang kepada-Nya. Ia membawa sebuah botol pualam berisi minyak wangi yang mahal, dibuat dari akar wangi. Waktu Yesus sedang duduk makan, wanita itu memecahkan botol itu dan menuang minyak wangi itu ke atas kepala Yesus.”Markus 14:3 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Sesudah itu, Yesus bersama murid-murid-Nya pergi ke Betania dan makan di rumah Simon yang juga disebut Si Borok. Sementara mereka makan, masuklah seorang perempuan membawa minyak wangi yang sangat mahal. Minyak itu terbuat dari narwastu murni dan disimpan dalam botol yang terbuat dari batu putih. Dia memecahkan leher botol itu lalu menuangkan minyaknya ke atas kepala Yesus.”Markus 14:3 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And being in Bethany in the house of Simon the leper, as he sat at meat, there came a woman having an alabaster box of ointment of spikenard very precious; and she brake the box, and poured it on his head.”Markus 14:3 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Markus 14:3?
Di Betania, Yesus makan di rumah Simon si kusta. Seorang perempuan datang dengan guci berisi minyak narwastu yang sangat mahal. Ia memecahkan guci itu dan menuangkan minyak ke kepala Yesus, suatu tindakan yang sangat berani dan penuh kasih.
Latar belakang
Tanda kasih yang paling mahal
Di tengah narasi konspirasi, Markus menyisipkan cerita perempuan ini — kontras yang disengaja. Sementara orang-orang berkuasa merencanakan kematian Yesus, seorang perempuan tanpa nama melakukan tindakan paling kasih. Guci alabaster berisi minyak narwastu seharga setahun gaji pekerja biasa — dan dia memecahkannya, artinya tidak ada yang tersisa, semuanya untuk Yesus.
Di mana
Betania
Rumah Simon si Kusta, meja makan pesta
Kapan
~30 M
Dua malam sebelum penangkapan Yesus
Yang berbicara
Markus (narasi)
penulis Injil yang menyisipkan kisah ini di tengah konspirasi
Kepada
Pembaca Injil
yang perlu melihat kontras antara kasih tulus dan pengkhianatan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
νάρδου
nardou · narwastu
Minyak dari akar tanaman nard yang tumbuh di Himalaya — harus diimpor jauh sekali, itulah kenapa harganya setara 300 dinar atau hampir satu tahun upah.
πιστικῆς
pistikēs · murni
Asli atau tidak dipalsukan — di pasar minyak wangi kuno pemalsuan sangat umum. Kata ini menegaskan kualitas tertinggi, tidak ada campuran.
συντρίψασα
syntrípsasa · memecahkan
Menghancurkan sepenuhnya — kata yang sama dipakai untuk 'menghancurkan' kekuatan musuh. Tindakan yang tidak bisa dibatalkan.
Tiga kata ini bersama-sama melukis kemurahan hati yang total: minyak paling mahal, paling murni, dituangkan sepenuhnya tanpa sisa.
Tahukah kamu
Kenapa gucinya dipecah?
Guci alabaster (batu pualam) punya leher sempit — untuk menuangkan semua isinya harus dipecah. Tindakan ini simbolis: tidak ada jalan kembali, tidak ada sisa untuk dihemat. Seluruh isi guci — dan mungkin tabungan hidup perempuan itu — tercurah sekaligus.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Markus 14:3
Yohanes 12:3
insiden serupa dengan identitas perempuan lebih jelas di Yohanes
“Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya.”
Lukas 7:38
perempuan mengurapi Yesus sebagai tanda penyerahan diri
“Perempuan itu berdiri di belakang, di dekat kaki-Nya, sambil menangis, dan air matanya membasahi kaki Yesus.”
Keluaran 30:23-25
pengurapan sebagai tindakan sakral yang sudah ada sejak Taurat
“Buatlah minyak urapan kudus dari bahan-bahan terbaik.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Markus 14:3
✕ Sering dikira
Ini pemborosan emosional yang tidak perlu
✓ Yang sebenarnya
Yesus sendiri yang membela tindakan ini sebagai 'perbuatan indah' — dalam budaya Yahudi, pengurapan adalah tanda penghormatan tertinggi, seperti mengurapi raja atau nabi.
✕ Sering dikira
Perempuan ini sama dengan Maria Magdalena
✓ Yang sebenarnya
Markus dan Matius tidak menyebut namanya. Yohanes menyebutnya Maria (saudara Lazarus). Maria Magdalena adalah tokoh berbeda yang disebut di pasal 15-16.
Renungan
Renungan Singkat Markus 14:3
Tindakan perempuan ini mengingatkan kita untuk memberi yang terbaik bagi Yesus, bahkan ketika itu mahal atau tidak dimengerti orang lain. Cinta sejati tidak menghitung-hitung.
Tuhan, ajar aku untuk memberikan yang terbaik bagi-Mu, terutama dalam hal yang tidak dilihat orang. Amin.