Hukum kedua yang setara besarnya
Markus 12:31
Perdebatan Besar di Bait Allah
“Dan, yang kedua adalah: ‘Kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri.’ Tidak ada hukum yang lebih besar daripada ini.””Markus 12:31 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."”Markus 12:31 · TB
Terjemahan Baru
“Perintah kedua ialah: 'Cintailah sesamamu, seperti engkau mencintai dirimu sendiri.' Tidak ada lagi perintah lain yang lebih penting dari kedua perintah itu."”Markus 12:31 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Dan perintah paling penting kedua adalah‘Kasihilah sesamamu sama seperti kamu mengasihi dirimu sendiri.’Tidak ada yang lebih penting daripada kedua perintah itu.””Markus 12:31 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And the second is like, namely this, Thou shalt love thy neighbour as thyself. There is none other commandment greater than these.”Markus 12:31 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Markus 12:31?
Yesus merangkum hukum Taurat menjadi dua perintah utama: mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, pikiran, dan kekuatan, serta mengasihi sesama seperti diri sendiri. Ini menunjukkan bahwa seluruh hukum berpusat pada kasih.
Latar belakang
Dua hukum, satu paket
Setelah menyebut hukum pertama, Yesus langsung menambahkan yang kedua tanpa diminta — mengasihi sesama. Kedua hukum ini tidak bisa dipisahkan. Kasih kepada Allah yang tidak menghasilkan kasih kepada sesama adalah kasih yang tidak lengkap.
Di mana
Bait Allah, Yerusalem
Halaman Bait Allah, suasana debat publik
Kapan
~30 M
Pekan terakhir Yesus di Yerusalem
Yang berbicara
Yesus
Guru dari Nazaret, sedang mengajar di Bait Allah
Kepada
Ahli Taurat
Seorang ahli hukum Yahudi yang baru saja bertanya
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
πλησίον
plesion · neighbor
Sesama — secara harfiah berarti 'yang dekat'; bukan hanya tetangga geografis, tapi siapa pun yang ada di hadapanmu yang membutuhkan.
ἀγαπήσεις
agapeseis · love
Mengasihi — bentuk masa depan dari agapao; ini perintah, bukan saran; kasih yang dipilih dengan kehendak, bukan hanya perasaan spontan.
σεαυτόν
seauton · yourself
Dirimu sendiri — standar tolok ukurnya adalah kasihmu kepada dirimu sendiri; bukan self-loathing tapi also bukan narsisisme, melainkan perawatan yang wajar.
Perintah ini pakai kata agape (kasih yang dipilih) dengan standar kasih kepada diri sendiri — bukan berlebihan, bukan kurang. Sesama (plesion) mencakup siapa pun yang ada di sekitarmu, bukan hanya teman dekat.
Tahukah kamu
Kutipan dari Imamat 19:18
Hukum kedua ini bukan ciptaan Yesus — Dia mengutip Imamat 19:18. Yang revolusioner adalah Yesus menyandingkannya setara dengan hukum terbesar dari Ulangan 6:5, dan menyebut keduanya sebagai satu paket yang tidak terpisahkan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Markus 12:31
Imamat 19:18
sumber langsung kutipan Yesus
“Janganlah engkau membalas dendam atau menaruh benci kepada orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”
Galatia 5:14
Paulus meringkas seluruh Taurat dalam hukum ini
“Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu perintah ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”
Yakobus 2:8
hukum kerajaan yang merangkum etika Kristen
“Jikalau kamu menjalankan hukum utama menurut Kitab Suci, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri, kamu berbuat baik”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Markus 12:31
✕ Sering dikira
Hukum kedua ini lebih rendah derajatnya dari yang pertama
✓ Yang sebenarnya
Yesus menyebutnya 'yang kedua' bukan berarti lebih kecil nilainya — keduanya adalah fondasi dari semua hukum lainnya; tanpa salah satunya, yang lain tidak bisa berdiri.
✕ Sering dikira
Mengasihi sesama berarti selalu setuju dengan segala sesuatu yang orang lain lakukan
✓ Yang sebenarnya
Kata kasih di sini (agape) adalah kasih yang berkomitmen pada kebaikan orang lain — termasuk kadang tidak setuju atau mengkoreksi, bukan hanya menyenangkan.
Renungan
Renungan Singkat Markus 12:31
Sebelum bertindak atau berkata-kata, tanyakan pada diri sendiri: apakah ini dilakukan karena kasih? Latihlah untuk melihat kebutuhan orang lain dan bertindaklah dengan kasih, seperti kita mengasihi diri sendiri.
Tuhan, ajari aku mengasihi Engkau dan sesamaku dengan segenap hidupku, setiap hari. Amin.