Yesus marah kepada murid-murid
Markus 10:14
Pernikahan, Anak-Anak, dan Harta
“Namun, ketika Yesus melihatnya, Dia menjadi marah dan berkata kepada murid-murid-Nya, “Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku dan jangan menghalangi mereka karena orang-orang seperti itulah yang memiliki Kerajaan Allah.”Markus 10:14 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: "Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.”Markus 10:14 · TB
Terjemahan Baru
“Melihat hal itu, Yesus marah lalu Ia berkata kepada pengikut-pengikut-Nya "Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku! Jangan melarang mereka, sebab orang-orang seperti inilah yang menjadi anggota umat Allah.”Markus 10:14 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Waktu Yesus melihat perbuatan para murid-Nya, Dia marah dan berkata kepada mereka, “Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku! Jangan melarang mereka! Karena orang-orang seperti merekalah yang menjadi warga kerajaan Allah.”Markus 10:14 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“But when Jesus saw it, he was much displeased, and said unto them, Suffer the little children to come unto me, and forbid them not: for of such is the kingdom of God.”Markus 10:14 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Markus 10:14?
Yesus marah ketika murid-murid menghalangi anak-anak datang kepada-Nya. Dia menegaskan bahwa Kerajaan Allah adalah milik orang-orang yang seperti anak-anak, artinya rendah hati, polos, dan percaya. Kita harus menerima Kerajaan Allah dengan sikap seperti anak kecil, bukan dengan kesombongan atau keraguan.
Latar belakang
Yesus marah — secara harfiah
Markus adalah satu-satunya Injil yang menyebutkan Yesus 'marah' (ēganaktēsen) di sini. Matius dan Lukas menghaluskannya. Ini bukan ekspresi kekecewaan yang halus — Yesus benar-benar jengkel dengan murid-murid-Nya yang baru saja memblokir orang-orang yang datang dengan tulus. Dan langsung setelah itu Dia mengajarkan sesuatu yang krusial.
Di mana
Perea
Di tempat terbuka di mana orang banyak berkumpul
Kapan
~30 M
Di sela perjalanan menuju Yerusalem
Yang berbicara
Yesus
guru yang marah kepada murid-murid karena menghalangi anak-anak
Kepada
Murid-murid Yesus
kedua belas murid yang baru saja menegur orang tua yang membawa anak
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἠγανάκτησεν
eganaktesen · marah
Merasa jengkel atau marah — kata yang lebih kuat dari sekedar tidak setuju. Ini emosi yang nyata dan intens dari Yesus.
Ἄφετε
Aphete · biarkanlah
Biarkan, lepaskan, izinkan — imperativ yang tegas. Yesus memerintahkan murid-murid untuk berhenti menghalangi.
κωλύετε
koluete · menghalangi
Mencegah atau memblokir — present tense berarti tindakan yang sedang berlangsung. Yesus menghentikan perilaku yang sedang terjadi.
Tiga kata kerja — marah, biarkan, jangan halangi — menunjukkan Yesus yang proaktif dan tegas, bukan pasif. Dia tidak hanya tidak setuju, Dia bertindak.
Tahukah kamu
Kerajaan Allah milik 'yang seperti ini'
Yesus tidak berkata Kerajaan Allah milik anak-anak itu secara spesifik — tapi milik 'orang-orang seperti mereka'. Yang dimaksud bukan usia, tapi kualitas: menerima sesuatu sebagai pemberian tanpa menganggap diri layak.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Markus 10:14
Markus 3:5
Markus juga mencatat kemarahan Yesus di konteks lain — emosi yang nyata
“Yesus melihat ke sekeliling dengan marah, Dia sedih karena kekerasan hati mereka.”
Matius 18:3
paralel tentang anak kecil sebagai model Kerajaan
“...jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.”
Lukas 9:48
Lukas menghubungkan penerimaan anak dengan penerimaan Yesus sendiri
“...siapa yang menerima anak ini dalam nama-Ku, ia menerima Aku...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Markus 10:14
✕ Sering dikira
Yesus marah kepada orang tua yang membawa anak-anak itu
✓ Yang sebenarnya
Yesus marah kepada murid-murid yang menghalangi — bukan kepada orang tua. Orang tua dan anak-anak justru yang Dia bela.
✕ Sering dikira
Kerajaan Allah milik anak-anak secara otomatis karena mereka polos dan tak berdosa
✓ Yang sebenarnya
'Orang-orang seperti ini' merujuk ke sikap menerima dengan rendah hati, bukan kepolosan moral. Anak-anak tidak menganggap diri layak — itulah modelnya.
Renungan
Renungan Singkat Markus 10:14
Sikap seperti anak kecil yang polos dan percaya adalah kunci untuk mengalami Kerajaan Allah. Kita sering terlalu rumit dan sinis, sehingga sulit menerima kasih Allah dengan sederhana. Evaluasi cara kita mendekat kepada Tuhan, apakah kita datang dengan hati yang terbuka dan penuh kepercayaan?
Bapa, bentuklah hati kami seperti anak kecil yang lugu dan percaya, agar kami layak menerima Kerajaan-Mu. Amin.