Para murid bertengkar soal siapa yang terbesar
Lukas 9:46
Diutus, Dimuliakan, dan Diajar untuk Mengikut
“Suatu ketika, sebuah pertengkaran terjadi di antara murid-murid Yesus mengenai siapa yang terbesar di antara mereka.”Lukas 9:46 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Maka timbullah pertengkaran di antara murid-murid Yesus tentang siapakah yang terbesar di antara mereka.”Lukas 9:46 · TB
Terjemahan Baru
“Di antara pengikut-pengikut Yesus timbul pertengkaran tentang siapa dari mereka yang terbesar.”Lukas 9:46 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Suatu hari terjadilah perselisihan di antara murid-murid Yesus tentang siapa yang nomor satu di antara mereka.”Lukas 9:46 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Then there arose a reasoning among them, which of them should be greatest.”Lukas 9:46 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 9:46?
Murid-murid bertengkar tentang siapa yang terbesar di antara mereka. Ini menunjukkan bahwa meskipun mereka dekat dengan Yesus, mereka masih memiliki ambisi duniawi dan keinginan untuk menjadi yang terhebat. Pertengkaran ini muncul di tengah perjalanan menuju Yerusalem, ketika Yesus baru saja berbicara tentang penderitaan-Nya, menunjukkan bahwa mereka masih berfokus pada diri sendiri.
Latar belakang
Pertengkaran status di antara murid yang mestinya sudah paham
Segera setelah Yesus dua kali memberitahu tentang penderitaan dan pengkhianatan-Nya, para murid malah bertengkar tentang siapa di antara mereka yang paling besar. Lukas sengaja menempatkan ini berdekatan untuk menunjukkan betapa jauhnya cara berpikir para murid dari cara berpikir Yesus.
Di mana
Galilea atau dalam perjalanan
Di antara para murid sendiri, mungkin dalam perjalanan
Kapan
~29 M
Antara pemberitahuan penderitaan dan pengajaran tentang kerendahan hati
Yang berbicara
Lukas (narator)
Penulis yang mencatat kelemahan manusiawi para murid
Kepada
Teofilus dan pembaca Injil Lukas
Pembaca yang melihat betapa manusiawinya para murid
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
διαλογισμός
pertengkaran · argument
Percakapan atau debat — bisa positif tapi di sini mengarah ke perselisihan
μείζων
terbesar · greatest
Komparatif dari besar — siapa yang lebih besar dari yang lain?
εἰσῆλθεν
terjadi · arose
Secara harfiah: masuk atau datang — debat itu datang di antara mereka seperti sesuatu dari luar
Ketika guru membicarakan kematian, murid membicarakan status — jarak antara perspektif Yesus dan perspektif manusia normal tidak bisa lebih lebar dari ini.
Tahukah kamu
Kompetisi status yang normal di dunia Mediterania
Dunia Mediterania abad pertama adalah masyarakat yang sangat berorientasi pada kehormatan dan rasa malu. Posisi, gelar, dan pengakuan sosial adalah nilai yang sangat nyata. Para murid bukan pengecualian — mereka hidup dalam budaya yang mendorong persaingan status.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 9:46
Markus 9:33-34
Markus mencatat ini terjadi dalam perjalanan
“Di jalan, mereka berdebat satu sama lain tentang siapa yang terbesar di antara mereka”
Lukas 22:24
Perdebatan yang sama muncul lagi bahkan di malam Perjamuan Terakhir
“Terjadilah perselisihan di antara mereka tentang siapa yang terbesar di antara mereka”
Yakobus 4:1
Yakobus menganalisis akar dari pertengkaran seperti ini
“Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah dari hawa nafsumu?”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 9:46
✕ Sering dikira
Ini adalah diskusi teologis yang sehat tentang hirarki dalam Kerajaan Allah
✓ Yang sebenarnya
Yesus merespons dengan menghadirkan anak kecil — menunjukkan bahwa pertanyaan mereka keliru dari dasarnya
✕ Sering dikira
Para murid sudah tidak bertengkar soal status setelah diutus dalam misi
✓ Yang sebenarnya
Perdebatan ini terjadi bahkan setelah misi dan setelah dua kali pemberitahuan penderitaan — masalah status sangat mengakar
Renungan
Renungan Singkat Lukas 9:46
Ambisi untuk menjadi hebat sering merusak hubungan dan mengalihkan fokus dari pelayanan. Ingatlah bahwa dalam Kerajaan Allah, ukuran kebesaran bukanlah kekuasaan atau status, melainkan kerendahan hati dan kesediaan untuk melayani.
Ya Tuhan, jauhkan aku dari sikap ingin diakui dan dihormati, dan tanamkan dalam diriku semangat melayani. Amin.