Farisi mengintai setiap gerak Yesus
Lukas 6:7
Sabat, Belas Kasihan, dan Cara Hidup Baru
“Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamati Yesus untuk melihat apakah Dia akan menyembuhkan pada hari Sabat, supaya mereka mempunyai alasan untuk menuduh Dia.”Lukas 6:7 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat, supaya mereka dapat alasan untuk mempersalahkan Dia.”Lukas 6:7 · TB
Terjemahan Baru
“Beberapa guru agama dan orang Farisi mau mencari kesalahan Yesus supaya bisa mengadukan Dia. Jadi mereka terus memperhatikan apakah Ia akan menyembuhkan orang pada hari Sabat.”Lukas 6:7 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“juga beberapa ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang sedang mengawasi Yesus baik-baik. Mereka sedang mencari alasan untuk bisa melaporkan Dia kepada pemimpin-pemimpin Yahudi. Jadi mereka ingin tahu kalau Dia akan menyembuhkan orang pada hari Sabat.”Lukas 6:7 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And the scribes and Pharisees watched him, whether he would heal on the sabbath day; that they might find an accusation against him.”Lukas 6:7 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 6:7?
Ahli-ahli Taurat dan orang Farisi mengawasi Yesus dengan tujuan mencari alasan untuk menuduh-Nya. Mereka ingin tahu apakah Yesus akan menyembuhkan orang pada hari Sabat, karena menurut tradisi mereka, tindakan semacam itu dianggap melanggar hukum Taurat. Ayat ini menunjukkan sikap legalistik yang lebih mementingkan peraturan daripada belas kasihan.
Latar belakang
Bukan ingin sembuh, tapi ingin bukti
Para Farisi dan ahli Taurat bukan datang untuk mendengarkan pengajaran atau berharap ada yang disembuhkan. Mereka datang khusus untuk memata-matai Yesus. Kata 'mengamati' dalam bahasa Yunani menyiratkan pengawasan aktif, seperti detektif mencari bukti.
Di mana
Sinagoge di Galilea
Ruang ibadah di mana Farisi duduk sambil memantau Yesus
Kapan
~28 M
Ketegangan meningkat menuju keputusan membunuh Yesus
Yang berbicara
Lukas (narator)
Mengungkap niat tersembunyi di balik pengamatan para Farisi
Kepada
Pembaca Injil Lukas
Orang yang perlu tahu konteks konflik yang sedang berkembang
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
παρετηροῦντο
mengamati · watched
Imperfect tense: mengintai secara terus-menerus, bukan sekali pandang
κατηγορεῖν
menuduh · accusation
Istilah hukum resmi, seperti mendakwa di pengadilan
θεραπεύει
menyembuhkan · heal
Bukan sekadar mengobati fisik — kata ini mencakup pemulihan menyeluruh
Kombinasi παρετηροῦντο (intai terus) dan κατηγορεῖν (dakwa resmi) menggambarkan Farisi bukan sebagai pengamat biasa, tapi sebagai jaksa yang sedang mengumpulkan bukti.
Tahukah kamu
Mereka sudah punya agenda sebelum masuk
Kata Yunani παρετηροῦντο (mengamati/memata-matai) adalah imperfect tense — artinya ini sudah jadi kebiasaan berulang, bukan hanya hari itu saja. Mereka sudah lama memantau Yesus.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 6:7
Lukas 20:20
Pola pengintaian yang sama berlanjut
“Mereka memata-matai Yesus dan menyuruh orang-orang yang pura-pura jujur untuk menjerat-Nya”
Yohanes 8:6
Motif yang sama: mencari alasan dakwaan
“Mereka berkata demikian untuk mencobai Dia, supaya ada alasan untuk mendakwa-Nya”
Lukas 11:54
Strategi jebakan yang terus-menerus
“Mereka mengancam dan berusaha memancing Dia untuk mengatakan sesuatu yang dapat dijadikan alasan mendakwa-Nya”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 6:7
✕ Sering dikira
Para Farisi ingin melihat mujizat Yesus karena penasaran
✓ Yang sebenarnya
Teks jelas: mereka mengamati untuk mencari alasan mendakwa, bukan karena ingin percaya
✕ Sering dikira
Farisi hanya tidak suka Yesus secara pribadi
✓ Yang sebenarnya
Ini konflik teologis dan politis — Yesus mengancam otoritas dan sistem yang mereka bangun
Renungan
Renungan Singkat Lukas 6:7
Saat kita terlalu fokus pada aturan, kita bisa kehilangan esensi kasih. Mari kita periksa hati kita: apakah kita lebih suka mencari kesalahan orang lain daripada bersukacita atas kebaikan yang dilakukan? Belajarlah untuk melihat kebutuhan manusia di balik setiap peraturan.
Ya Tuhan, jauhkanlah aku dari sikap suka menghakimi, dan ajarlah aku untuk mengutamakan belas kasihan seperti Engkau. Amin.