Celaka bagi yang kenyang dan tertawa sekarang
Lukas 6:25
Sabat, Belas Kasihan, dan Cara Hidup Baru
“Celakalah kamu yang sekarang ini kenyang sebab kamu akan kelaparan. Celakalah kamu yang sekarang ini tertawa sebab kamu akan meratap dan menangis.”Lukas 6:25 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Celakalah kamu, yang sekarang ini kenyang, karena kamu akan lapar. Celakalah kamu, yang sekarang ini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis.”Lukas 6:25 · TB
Terjemahan Baru
“Celakalah kalian yang kenyang sekarang ini; sebab kalian akan kelaparan! Celakalah kalian yang tertawa sekarang ini; sebab kalian akan bersedih hati dan menangis!”Lukas 6:25 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Celakalah kamu yang sekarang ini kenyang, karena kamu akan mengalami kelaparan. Celakalah kamu yang sekarang ini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis.”Lukas 6:25 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Woe unto you that are full! for ye shall hunger. Woe unto you that laugh now! for ye shall mourn and weep.”Lukas 6:25 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 6:25?
Lukas 6:25 berisi peringatan Yesus kepada orang-orang yang merasa puas dan aman dalam keadaan mereka sekarang. Dia menyatakan bahwa mereka yang kenyang akan kelaparan, yang tertawa akan berduka, karena kepuasan duniawi yang mengabaikan kebutuhan rohani tidak bertahan lama. Ini adalah bagian dari khotbah 'Berbahagia' dan 'Celakalah' yang membalikkan standar dunia, mengingatkan bahwa kebahagiaan sejati datang dari Allah, bukan dari hal-hal sementara.
Latar belakang
Kenyang sekarang, lapar nanti — dan sebaliknya
Yesus membalik posisi yang ada sekarang dengan yang akan datang. Yang kenyang (puas, tidak kekurangan apa-apa) akan kelaparan. Yang tertawa dan hidup ringan akan meratap dan menangis. Ini bukan ancaman tapi peringatan tentang kekeliruan menjadikan kondisi saat ini sebagai realitas terakhir.
Di mana
Dataran di Galilea
Pengajaran terbuka di depan ribuan orang
Kapan
~28 M
Khotbah di Dataran, bagian 'celaka'
Yang berbicara
Yesus
Melanjutkan kontras dengan dua 'celaka' berikutnya
Kepada
Kerumunan dan murid-murid
Semua yang mendengar Khotbah di Dataran
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἐμπεπλησμένοι
yang kenyang · full
Partisip perfect pasif: sudah dikenyangkan dan tetap kenyang — kondisi yang stabil dan memuaskan
γελῶντες
yang tertawa · laugh
Tawa yang ringan dan bebas khawatir — kontras dengan menangis di ayat sebelumnya
πενθήσετε
meratap · mourn
Ratapan mendalam, sering digunakan untuk duka kematian atau kehilangan besar
Kontras γελῶντες (tawa) dan πενθήσετε (ratapan duka) adalah kontras yang paling dramatis — dari ujung ke ujung spektrum emosi manusia.
Tahukah kamu
Kata 'meratap' dalam bahasa Yunani juga dipakai untuk ratapan kematian
Kata πενθήσετε (meratap) adalah ratapan kematian atau kehilangan yang dalam — bukan sekadar sedih. Kontrasnya dengan 'tertawa' (γελῶντες) membuat gambaran ini sangat dramatis: dari tawa ringan ke ratapan kematian.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 6:25
Lukas 6:21
Pasangan antitetis langsung dari ayat ini
“Diberkatilah kamu yang sekarang ini menangis sebab kamu akan tertawa”
Pengkhotbah 7:6
Tawa yang dangkal dan tidak berbobot
“Sebab seperti bunyi duri di bawah periuk, demikianlah tertawa si bodoh — itupun sia-sia”
Yakobus 4:9
Ajakan yang membalik kondisi yang sama
“Merataplah dan berkabunglah dan menangislah, hendaklah tertawamu ditukar dengan ratapan”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 6:25
✕ Sering dikira
Yesus mengajarkan bahwa tertawa itu dosa
✓ Yang sebenarnya
Bukan tertawanya yang masalah, tapi keadaan di mana hidup terasa sudah sempurna tanpa membutuhkan Allah sama sekali
✕ Sering dikira
Ini jaminan bahwa orang yang menderita sekarang pasti bahagia nanti
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah pembalikan eskatologis, bukan janji otomatis berdasarkan kondisi saat ini
Renungan
Renungan Singkat Lukas 6:25
Mungkin kita merasa nyaman dengan hidup yang cukup dan senang, tetapi Yesus mengingatkan agar kita tidak meletakkan kepercayaan pada hal-hal duniawi. Mari kita refleksikan apakah kita telah mencari kekenyangan rohani melalui hubungan dengan-Nya, dan jangan sampai kita terlena sehingga melupakan kebutuhan jiwa yang lebih dalam.
Tuhan, jauhkanlah aku dari rasa puas yang menipu; puaskanlah jiwaku dengan kehadiran-Mu yang kekal. Amin.