Hamba Ketiga Memberi Alasan
Lukas 19:21
Zakheus dan Perjalanan ke Yerusalem
“Aku takut kepadamu sebab engkau orang yang keras. Engkau mengambil apa yang tidak pernah engkau simpan dan memanen apa yang tidak pernah engkau tanam.’”Lukas 19:21 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sebab aku takut akan tuan, karena tuan adalah manusia yang keras; tuan mengambil apa yang tidak pernah tuan taruh dan tuan menuai apa yang tidak tuan tabur.”Lukas 19:21 · TB
Terjemahan Baru
“Saya takut kepada Tuan, sebab Tuan orang yang keras. Tuan mengambil apa yang bukan kepunyaan Tuan, dan Tuan memungut hasil di tempat yang tidak ditanami oleh Tuan.'”Lukas 19:21 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Saya takut kepada Tuanku Raja, karena Tuan adalah orang yang kejam yang mengambil banyak dari usaha orang lain. Contohnya, Tuan menuai di mana Tuan tidak pernah menanam, dan mengambil hasil di mana Tuan tidak pernah menabur.’”Lukas 19:21 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“For I feared thee, because thou art an austere man: thou takest up that thou layedst not down, and reapest that thou didst not sow.”Lukas 19:21 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 19:21?
Pelayan itu beralasan bahwa tuannya keras, mengambil yang tidak disimpan dan memanen yang tidak ditanam. Ini menunjukkan persepsi yang salah tentang tuannya. Dia melihat tuannya sebagai sosok yang menakutkan dan tidak adil, sehingga dia tidak melakukan apa-apa.
Latar belakang
Ketakutan yang dijadikan alasan
Hamba ini menggambarkan tuannya sebagai orang yang keras dan tidak adil — mengambil yang bukan miliknya, memanen yang bukan tanamannya. Ini adalah gambaran yang tidak akurat tentang tuannya, dan ia menjadikannya alasan untuk tidak bertindak. Ketakutan yang salah tempat menghasilkan kelalaian.
Di mana
Dalam perumpamaan (istana raja)
Momen pembelaan diri yang akhirnya menjadi kesaksian melawan diri sendiri
Kapan
~30 M
Hari-hari terakhir sebelum Minggu Palma
Yang berbicara
Hamba ketiga (dalam perumpamaan)
Hamba yang mencoba membenarkan kelalaiannya dengan ketakutan
Kepada
Sang raja dalam perumpamaan
Raja yang mendengar alasan sebelum menghakimi
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἐφοβούμην
takut · feared
Ketakutan yang melumpuhkan — motivasi yang salah untuk kelalaian
αὐστηρός
keras · strict
Orang yang keras dan menuntut — gambaran yang dipakai untuk membenarkan diri
θερίζεις
memanen · reap
Memanen dari yang tidak ditanam — gambaran 'tidak adil' yang dibuat hamba ini
Gambaran 'tuan yang keras' adalah persepsi yang mendistorsi realitas — ketakutan yang tidak berdasar menghasilkan alasan yang tidak valid.
Tahukah kamu
Pernyataan hamba ini akan diputarbalikkan raja melawannya
Raja tidak menyangkal bahwa dirinya keras — ia justru menggunakan pengakuan hamba itu untuk mengadilinya: 'Kalau kamu tahu aku keras, kenapa tidak setidaknya menaruh uang di bank?' Argumen si hamba berbalik jadi tuduhan terhadap dirinya sendiri.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 19:21
Amsal 29:25
Ketakutan yang salah tempat adalah jerat yang membelenggu
“Takut kepada manusia adalah jerat, tetapi siapa percaya kepada TUHAN, dilindungi.”
Pengkhotbah 11:4
Menggunakan ketakutan dan ketidakpastian sebagai alasan tidak bertindak
“Siapa mengamati angin tidak akan menabur, dan siapa menatap awan tidak akan menuai.”
2 Timotius 1:7
Roh yang diberikan Allah bukan untuk melumpuhkan tapi untuk menguatkan
“Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 19:21
✕ Sering dikira
Hamba ini benar bahwa tuannya memang kejam dan tidak adil
✓ Yang sebenarnya
Gambaran 'tuan keras' adalah persepsinya yang terdistorsi — yang terbukti dari cara raja merespons
✕ Sering dikira
Ketakutan adalah alasan yang bisa diterima untuk tidak berbuat apa-apa
✓ Yang sebenarnya
Justru ketakutan yang salah tempat adalah akar masalah yang dihakimi raja
Renungan
Renungan Singkat Lukas 19:21
Terkadang kita memiliki gambaran yang salah tentang Tuhan, menganggap-Nya suka menghukum dan tidak peduli. Padahal Tuhan adalah Bapa yang baik. Perbaiki hubunganmu dengan Tuhan agar kamu tidak salah paham.
Tuhan, ubah pandanganku tentang Engkau. Aku mau melihat-Mu sebagai Bapa yang pengasih, bukan tuan yang kejam. Amin.