Yesus amati siapa rebutan kursi terbaik
Lukas 14:7-11
Tempat Kehormatan
Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya
Latar belakang
Mengamati tanpa berkomentar dulu
Yesus memperhatikan perilaku para tamu saat memilih tempat duduk. Di Timur Tengah kuno, posisi duduk di perjamuan sangat menentukan status sosial — siapa di ujung terdekat tuan rumah, siapa di ujung jauh. Pengamatan ini menjadi pintu masuk perumpamaan tentang kerendahan hati.
Di mana
Rumah pemimpin orang Farisi
Ruang makan saat tamu-tamu masuk dan memilih tempat duduk
Kapan
~30 M
Perjalanan Yesus menuju Yerusalem
Yang berbicara
Lukas (narator) dan Yesus
Lukas mencatat pengamatan Yesus yang kemudian dituangkan dalam perumpamaan
Kepada
Tamu-tamu undangan di pesta
para tamu yang hadir di perjamuan makan pemimpin Farisi
Arti tiap ayat
Penjelasan Lukas 14:7-11 Ayat per Ayat
Lukas 14:7
Yesus melihat para tamu memilih tempat duduk terhormat dan memakai kesempatan ini untuk mengajarkan kerendahan hati. Ia memberi perumpamaan tentang undangan pesta untuk menunjukkan bahwa kebanggaan dan mencari…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Lukas 14:8
Yesus menasihati agar jangan duduk di tempat kehormatan saat diundang ke pesta, karena bisa saja ada orang yang lebih terhormat. Ia ingin mengajarkan agar tidak sombong dan menganggap diri lebih penting dari orang lain.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Lukas 14:9
Jika kita memilih tempat kehormatan dan lalu diminta pindah, kita akan dipermalukan. Yesus mengingatkan bahwa orang yang meninggikan diri akan direndahkan, jadi lebih baik mengambil tempat yang rendah sejak awal.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Lukas 14:10
Yesus menyarankan untuk duduk di tempat paling belakang. Dengan begitu, tuan rumah akan mempersilakan kita naik ke tempat yang lebih baik, dan kita akan dihormati di hadapan tamu-tamu lain. Ini adalah cara untuk…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Lukas 14:11
Prinsip utama: orang yang meninggikan diri akan direndahkan, dan orang yang merendahkan diri akan ditinggikan. Ini adalah hukum kerajaan Allah yang berlawanan dengan cara dunia yang suka pamer dan mencari posisi tinggi.
Arti lengkap, studi kata & renungan →