Allah dalam hikmat-Nya mengutus nabi dan rasul
Lukas 11:49
Doa, Kuasa, dan Celaka bagi yang Munafik
“Inilah sebabnya, Allah dalam hikmat-Nya berkata, ‘Aku akan mengutus nabi-nabi dan rasul-rasul kepada mereka, tetapi beberapa dari orang-orang yang Kuutus itu akan dibunuh dan disiksa,’”Lukas 11:49 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sebab itu hikmat Allah berkata: Aku akan mengutus kepada mereka nabi-nabi dan rasul-rasul dan separuh Lukas 11.50–12.1 90 dari antara nabi-nabi dan rasul-rasul itu akan mereka bunuh dan mereka aniaya,”Lukas 11:49 · TB
Terjemahan Baru
“Itu sebabnya Kebijaksanaan Allah berkata, 'Aku akan mengirim kepada mereka nabi-nabi dan utusan-utusan-Ku; sebagian akan dibunuh dan sebagian akan dianiaya!'”Lukas 11:49 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Karena itu, sejak dulu Allah dengan hikmat-Nya sudah memutuskan, ‘Berulang kali Aku akan mengutus nabi dan rasul kepada bangsa Yahudi, tetapi bangsa yang keras kepala itu akan membunuh sebagian dari mereka dan menyiksa sebagian yang lain.’”Lukas 11:49 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Therefore also said the wisdom of God, I will send them prophets and apostles, and some of them they shall slay and persecute:”Lukas 11:49 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 11:49?
Yesus mengingatkan bahwa Allah, dalam hikmat-Nya, telah mengutus nabi-nabi dan rasul-rasul kepada umat-Nya, tetapi sebagian dari mereka ditolak bahkan dibunuh. Ini menunjukkan bahwa penolakan terhadap utusan Allah adalah pola yang berulang dalam sejarah, dan generasi yang menolak Yesus akan menghadapi konsekuensinya.
Latar belakang
Pola yang terus berulang
Frasa 'Allah dalam hikmat-Nya' mungkin merujuk ke pernyataan PL yang tidak teridentifikasi, atau mungkin Yesus sendiri yang berbicara dengan otoritas ilahi. Maksudnya: Allah sudah merencanakan untuk mengutus utusan-utusan-Nya, dan sudah tahu bahwa banyak dari mereka akan dibunuh atau disiksa. Ini bukan rencana yang berubah tapi wahyu tentang pola yang Allah izinkan untuk mengungkapkan kondisi hati manusia.
Di mana
Rumah orang Farisi
Konfrontasi yang mencapai dimensi profetis dan eskatologis
Kapan
~29 M
Perjalanan menuju Yerusalem
Yang berbicara
Yesus (mengutip 'Allah dalam hikmat-Nya')
Yesus mengutip atau merujuk pernyataan ilahi tentang rencana Allah
Kepada
Ahli Taurat dan semua yang hadir
Tamu-tamu di rumah Farisi yang mendengar pernyataan keras ini
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
σοφία
sophia · hikmat
Kebijaksanaan/hikmat — dalam tradisi Yahudi, Hikmat (dengan huruf besar) adalah atribut ilahi atau bahkan personifikasi Allah.
ἀποστελῶ
apostelō · mengutus
Akan mengutus — future tense yang menunjukkan rencana yang sudah ditetapkan, bukan reaksi impulsif.
διώξουσιν
diōxousin · disiksa
Akan menganiaya/mengejar — pola penganiayaan yang diprediksi sebagai bagian dari respons manusia terhadap utusan Allah.
Penganiayaan terhadap utusan Allah bukan kecelakaan sejarah — ini pola yang Allah perkirakan dan yang, dalam hikmat-Nya, diizinkan untuk mengungkapkan kondisi hati manusia.
Tahukah kamu
Dari mana kutipan ini?
Tidak ada teks PL yang cocok persis dengan 'Allah dalam hikmat-Nya berkata'. Beberapa ahli berpendapat ini kutipan dari teks yang hilang, atau Yesus sendiri yang berbicara sebagai Hikmat Allah (bandingkan dengan Amsal 8 di mana Hikmat berbicara), atau frasa untuk menyatakan dekrit ilahi.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 11:49
Amsal 8:1
Hikmat sebagai personifikasi yang berbicara
“Bukankah hikmat berseru-seru...”
Ibrani 1:1-2
pola Allah mengutus para nabi
“Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi”
Kisah Para Rasul 7:52
Stefanus merangkum pola yang sama
“Siapakah dari antara nabi-nabi yang tidak dianiaya oleh nenek moyangmu?”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 11:49
✕ Sering dikira
Allah merencanakan penganiayaan nabi berarti Allah kejam
✓ Yang sebenarnya
Allah tidak merencanakan penganiayaan — Ia merencanakan pengiriman utusan-Nya dan sudah tahu respons manusia. Izin itu mengungkapkan kondisi hati manusia, bukan kehendak Allah terhadap penganiayaan.
✕ Sering dikira
Kutipan ini pasti dari kitab tertentu yang bisa kita temukan
✓ Yang sebenarnya
Sumber kutipan ini tidak jelas dan para ahli belum sepakat. Ini salah satu ayat yang membutuhkan kerendahan hati: kita tidak tahu persis dari mana Yesus mengutip.
Renungan
Renungan Singkat Lukas 11:49
Ketika kita mendengar firman Tuhan dan menolak atau mengabaikannya, kita mengulangi kesalahan yang sama. Mari kita periksa hati kita: apakah kita benar-benar menerima utusan Tuhan dalam hidup kita, atau justru menolak mereka karena pesan yang tidak nyaman?
Tuhan, mampukan saya untuk menerima utusan-Mu dengan rendah hati, dan jangan biarkan saya menolak kebenaran-Mu. Amin.