Saulus merazia rumah demi rumah
Kisah Para Rasul 8:3
Tersebar tapi tidak padam
“Akan tetapi, Saulus berusaha membinasakan jemaat dengan masuk ke rumah demi rumah. Ia menyeret laki-laki dan perempuan, lalu menyerahkan mereka ke penjara.”Kisah Para Rasul 8:3 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi Saulus berusaha membinasakan jemaat itu dan ia memasuki rumah demi rumah dan menyeret laki-laki dan perempuan ke luar dan menyerahkan mereka untuk dimasukkan ke dalam penjara. Kisah Para Rasul 8.4–10 44”Kisah Para Rasul 8:3 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi Saulus terus saja berusaha menghancurkan jemaat. Ia pergi dari rumah ke rumah dan menyeret ke luar orang-orang percaya, lalu memasukkan mereka ke dalam penjara.”Kisah Para Rasul 8:3 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“(8:1)”Kisah Para Rasul 8:3 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“As for Saul, he made havock of the church, entering into every house, and haling men and women committed them to prison.”Kisah Para Rasul 8:3 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kisah Para Rasul 8:3?
Ayat ini menggambarkan betapa gigihnya Saulus dalam menganiaya jemaat. Ia masuk ke rumah-rumah, menyeret laki-laki dan perempuan, lalu menyerahkan mereka ke penjara. Ini menunjukkan betapa seriusnya penganiayaan pada masa itu.
Latar belakang
Penganiayaan dari pintu ke pintu
Saulus tidak menunggu orang datang — dia aktif mendatangi rumah-rumah. Kata Yunani elymaineto berarti merusak atau menghancurkan seperti binatang buas, bukan sekadar menangkap. Dia menyeret laki-laki dan perempuan tanpa pandang bulu — perempuan ikut dipenjara, yang tidak lazim di masa itu.
Di mana
Yerusalem
Gang-gang kota Yerusalem · rumah-rumah orang percaya
Kapan
~35 M
Gelombang pertama penganiayaan sistematis
Yang berbicara
Lukas
Dokter dan penulis Injil, sahabat Paulus
Kepada
Teofilus
Pembaca utama, kemungkinan pejabat Romawi
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἐλυμαίνετο
elymaıneto · ravaging
Merusak dan menghancurkan seperti binatang buas mencabik-cabik — kata yang sangat keras.
σύρων
syrōn · dragging
Menarik paksa dengan kekerasan — seperti menyeret barang, bukan mengajak orang.
παρεδίδου
paredidou · committed
Menyerahkan ke tahanan — kata yang sama dipakai untuk pengkhianatan Yudas.
Lukas memilih kata-kata yang sangat keras secara sengaja — merusak, menyeret, menyerahkan — untuk menggambarkan betapa brutalnya Saulus muda, sehingga pertobatannya nanti terasa semakin dramatis.
Tahukah kamu
Perempuan juga dipenjara
Di dunia Romawi abad pertama, perempuan jarang dipenjara karena kejahatan agama — mereka dianggap tidak cukup berbahaya secara politis. Fakta bahwa Saulus memenjarakan perempuan menunjukkan betapa seriusnya dia membasmi gerakan ini sampai ke akar.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 8:3
Kisah Para Rasul 9:1
Saulus terus menganiaya
“Namun, Saulus, sambil terus melakukan ancaman dan pembunuhan terhadap murid-murid Tuhan, pergi menghadap Imam Besar.”
Galatia 1:13
Paulus mengakui masa lalunya
“Kamu tentu sudah mendengar tentang hidupku dulu dalam agama Yahudi, bagaimana aku sangat menganiaya jemaat Allah dan mencoba membinasakannya.”
1 Timotius 1:13
Paulus merefleksikan tindakannya
“meskipun dulu aku adalah seorang penghujat, penganiaya, dan orang yang sombong.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 8:3
✕ Sering dikira
Saulus hanya menangkap pemimpin-pemimpin saja.
✓ Yang sebenarnya
Teks dengan jelas menyebut laki-laki dan perempuan — Saulus memenjarakan semua orang percaya tanpa terkecuali, termasuk yang bukan pemimpin.
✕ Sering dikira
Penganiayaan ini adalah tindakan resmi pemerintah Roma.
✓ Yang sebenarnya
Ini inisiatif pemimpin agama Yahudi, bukan pemerintah Roma — Saulus bertindak atas mandat imam-imam kepala, bukan atas nama kaisar.
Renungan
Renungan Singkat Kisah Para Rasul 8:3
Ketika kita menghadapi perlawanan atau permusuhan karena iman, ingatlah bahwa Tuhan melihat dan akan memberi kekuatan. Saulus yang tadinya menganiaya, kemudian menjadi pemberita Injil yang hebat, menunjukkan kuasa Tuhan yang mengubah hidup.
Tuhan, meskipun ada tantangan, berikan aku keberanian untuk tetap setia dan percaya bahwa Engkau sanggup mengubah bahkan hati yang paling keras sekalipun. Amin.