Petrus melihat Simon terjerat empedu pahit
Kisah Para Rasul 8:23
Tersebar tapi tidak padam
“Sebab, aku melihat bahwa kamu ada di dalam empedu yang pahit dan dalam jeratan kejahatan.””Kisah Para Rasul 8:23 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“sebab kulihat, bahwa hatimu telah seperti empedu yang pahit dan terjerat dalam kejahatan."”Kisah Para Rasul 8:23 · TB
Terjemahan Baru
“Sebab saya tahu engkau penuh dengan iri hati dan diperbudak oleh kejahatan."”Kisah Para Rasul 8:23 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Karena saya melihat bahwa kamu terjerat dalam dosa dan hatimu penuh dengan iri hati.””Kisah Para Rasul 8:23 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“For I perceive that thou art in the gall of bitterness, and in the bond of iniquity.”Kisah Para Rasul 8:23 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kisah Para Rasul 8:23?
Petrus melihat bahwa Simon terjebak dalam kepahitan dan kejahatan, menunjukkan bahwa motivasi yang salah dalam hal rohani bisa membawa seseorang ke dalam ikatan dosa yang serius.
Latar belakang
Dua gambar yang sangat kuat
Petrus menggunakan dua metafora: empedu yang pahit dan jeratan kejahatan. Yang pertama dari Ulangan 29:18 — gambar akar pahit yang tumbuh dan menular. Yang kedua adalah gambar jerat pemburu. Keduanya menggambarkan kondisi Simon bukan sebagai pilihan sadar tapi sebagai kondisi yang dia terjerumus ke dalamnya.
Di mana
Kota di Samaria
Pernyataan penutup diagnosis spiritual Petrus
Kapan
~35 M
Akhir dari teguran dan diagnosis Petrus
Yang berbicara
Petrus
Rasul utama, pernah menyangkal Yesus, kini pemimpin gereja
Kepada
Simon (penyihir Samaria)
Bekas penyihir yang terjerat pola lama
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
χολή
cholē · gall
Empedu, cairan pahit — dalam Perjanjian Lama sering jadi gambaran kepahitan spiritual dan kemurtadan.
πικρίας
pikrias · bitterness
Kepahitan — kondisi batin yang asam dan beracun, berlawanan dengan manis dan menyehatkan.
σύνδεσμον
syndесmon · bond
Ikatan, belenggu — sesuatu yang mengikat dan membatasi gerak bebas.
Empedu pahit dan jeratan kejahatan sama-sama menggambarkan kondisi yang tidak langsung terasa dari luar tapi menghancurkan dari dalam. Petrus melihat kondisi internal Simon yang masih terikat, meski di luar Simon tampak sebagai orang percaya yang sudah dibaptis.
Tahukah kamu
Empedu pahit: referensi Perjanjian Lama
Ulangan 29:18 memperingatkan tentang akar yang menghasilkan racun dan empedu pahit sebagai gambaran seseorang yang secara lahiriah ada di dalam perjanjian tapi hatinya menyimpang. Petrus mengidentifikasi kondisi Simon persis seperti yang Musa peringatkan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 8:23
Ulangan 29:18
Asal usul metafora empedu pahit
“supaya tidak ada di antaramu seorang pria atau wanita, keluarga atau suku, yang hatinya berbalik dari TUHAN, Allah kita... jangan sampai ada di antaramu akar yang menghasilkan racun dan empedu pahit.”
Ibrani 12:15
Akar kepahitan yang merusak
“Jagalah supaya tidak ada seorang pun yang gagal memperoleh kasih karunia Allah; supaya tidak tumbuh suatu akar kepahitan yang menyebabkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.”
Yohanes 8:34
Dosa sebagai perbudakan
“Yesus menjawab mereka, Sesungguhnya, sesungguhnya Aku berkata kepadamu, setiap orang yang berbuat dosa adalah hamba dosa.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 8:23
✕ Sering dikira
Empedu pahit berarti Simon sangat jahat dan tak tertolong.
✓ Yang sebenarnya
Ini diagnosis kondisi, bukan vonis akhir. Petrus langsung sebelumnya (ayat 22) menawarkan jalan keluar: bertobat dan berdoa. Diagnosis yang keras justru untuk mendorong urgensi pertobatan.
✕ Sering dikira
Petrus berbicara tentang kondisi fisik Simon yang sakit.
✓ Yang sebenarnya
Ini sepenuhnya metafora spiritual yang mengacu pada Perjanjian Lama (Ulangan 29:18) — tentang kondisi hati dan orientasi spiritual, bukan penyakit tubuh.
Renungan
Renungan Singkat Kisah Para Rasul 8:23
Waspadalah terhadap kepahitan atau iri hati yang bisa merusak hubungan kita dengan Tuhan dan sesama. Jika kita merasa pahit, segera serahkan kepada Tuhan dan cari pemulihan.
Bebaskan aku, Tuhan, dari kepahitan dan kejahatan yang bisa menjerat hatiku. Penuhi aku dengan Roh-Mu yang kudus. Amin.