Seluruh kota menyebut Simon kuasa Allah
Kisah Para Rasul 8:10
Tersebar tapi tidak padam
“Semua orang, mulai dari orang paling kecil sampai orang paling besar, berkata, “Orang ini adalah kuasa Allah yang disebut ‘Besar’.””Kisah Para Rasul 8:10 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Semua orang, besar kecil, mengikuti dia dan berkata: "Orang ini adalah kuasa Allah yang terkenal sebagai Kuasa Besar." Kisah Para Rasul 8.11–17 45”Kisah Para Rasul 8:10 · TB
Terjemahan Baru
“Maka semua orang di kota itu dari semua lapisan masyarakat sangat memperhatikan dia. "Orang ini adalah kekuatan Allah yang terkenal sebagai 'Kekuatan Besar' itu," kata mereka.”Kisah Para Rasul 8:10 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Sebelum Filipus datang, semua warga di daerah itu— baik orang biasa maupun orang penting— menghormati Simon dan berkata, “Orang ini mempunyai kuasa Allah yang besar.””Kisah Para Rasul 8:10 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“To whom they all gave heed, from the least to the greatest, saying, This man is the great power of God.”Kisah Para Rasul 8:10 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kisah Para Rasul 8:10?
Orang Samaria menyebut Simon sebagai 'kuasa Allah yang disebut Besar'. Ini menunjukkan bahwa mereka salah mengira kuasa sihir sebagai kuasa Allah. Mereka memberi penghormatan yang seharusnya hanya untuk Allah kepada seorang manusia.
Latar belakang
Simon sebagai tuhan lokal
Gelar kuasa Allah yang disebut Besar bukan pujian biasa — ini adalah klaim teologis. Orang Samaria secara harfiah menganggap Simon sebagai manifestasi atau perwakilan kuasa tertinggi Allah. Ini bisa jadi pengaruh gnostisisme awal, di mana kuasa (dynamis) adalah istilah teknis untuk entitas ilahi.
Di mana
Kota di Samaria
Ruang publik · opini umum yang sudah terbentuk lama
Kapan
~35 M
Masa sebelum Filipus datang
Yang berbicara
Orang-orang Samaria
Penduduk kota yang terpesona Simon selama bertahun-tahun
Kepada
Publik umum Samaria
Masyarakat berbagai lapisan yang mengikuti Simon
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
δύναμις
dynamis · power
Kuasa, kemampuan ilahi — akar kata dari dinamit dan dinamis; dalam konteks gnostik berarti entitas ilahi.
μεγάλη
megalē · great
Besar, agung — kata yang sama dipakai untuk sukacita di ayat 8, tapi konteksnya sangat berbeda.
πάντες
pantes · all
Semua tanpa kecuali — dari kecil sampai besar, semua orang terpesona.
Ketika Lukas menulis bahwa semua orang dari kecil sampai besar menyebut Simon sebagai Kuasa Besar, dia sedang menggambarkan betapa kuatnya pengaruh Simon. Ini membuat perubahan yang terjadi setelah Filipus datang semakin dramatis.
Tahukah kamu
Kuasa Besar dalam konteks gnostik
Dalam sistem pemikiran gnostik yang berkembang di Samaria saat itu, Dynamis Megalē (Kuasa Besar) adalah istilah untuk manifestasi ilahi tertinggi. Simon mungkin mengklaim posisi ini secara serius, bukan sekadar sebutan sosial.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 8:10
Kisah Para Rasul 14:11-12
Pola manusia diidentifikasi dengan kuasa ilahi
“Ketika orang banyak melihat apa yang Paulus telah lakukan, mereka berseru dengan bahasa Likaonia, Dewa-dewa sudah turun kepada kami dalam rupa manusia!”
Yesaya 46:9
Tidak ada kuasa lain selain Allah
“Ingatlah hal-hal yang dahulu, dari zaman purba, sebab Akulah Allah, dan tidak ada yang lain; Akulah Allah, dan tidak ada yang seperti Aku.”
Kisah Para Rasul 12:22-23
Bahaya menerima gelar ilahi sebagai manusia
“Dan, orang banyak berseru, Ini suara dewa, bukan suara manusia! Dan, seketika itu juga malaikat Tuhan memukul dia...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 8:10
✕ Sering dikira
Orang Samaria hanya memberi Simon pujian berlebihan tanpa makna teologis.
✓ Yang sebenarnya
Gelar kuasa Allah yang disebut Besar adalah klaim teologis serius — mereka benar-benar menganggap Simon sebagai manifestasi ilahi, bukan sekadar ungkapan kagum biasa.
✕ Sering dikira
Hanya orang bodoh yang percaya pada Simon.
✓ Yang sebenarnya
Lukas menyebut dari yang paling kecil sampai paling besar — ini mencakup semua lapisan sosial termasuk orang terpelajar dan berpengaruh.
Renungan
Renungan Singkat Kisah Para Rasul 8:10
Jangan menempatkan manusia atau hal lain di tempat yang seharusnya untuk Tuhan. Kita perlu mengarahkan pujian dan penyembahan hanya kepada Allah, bukan kepada tokoh atau karunia yang diberikan-Nya.
Ya Allah, maafkan aku jika pernah meninggikan manusia atau hal lain di atas Engkau. Ajar aku untuk memuliakan-Mu saja. Amin.