Mengaku pernah memburu pengikut Yesus

Kisah Para Rasul 22:4

Pengakuan jujur: aku dulu penganiaya

Aku menganiaya Jalan ini sampai pada kematian, mengikat dan memasukkan mereka, baik laki-laki maupun perempuan, ke dalam penjara,

Kisah Para Rasul 22:4 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Kisah Para Rasul 22:4?

Paulus mengakui bahwa ia pernah menganiaya pengikut 'Jalan' (sebutan awal bagi orang Kristen), bahkan sampai memenjarakan dan membunuh mereka. Ini adalah pengakuan jujur tentang masa lalunya yang kelam.

Latar belakang

Tidak menutupi masa kelam

Paulus mengaku terang-terangan bahwa dulu ia memburu pengikut Yesus sampai mati. Ia menangkap pria maupun wanita dan menjebloskan mereka ke penjara. Ini justru membuat kisah pertobatannya lebih meyakinkan.

Di mana

Tangga benteng Antonia, Yerusalem

Tangga di atas halaman Bait Allah

Kapan

~57 M

Paulus mengenang masa lalunya

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Mengaku murid Gamaliel
Imam Besar jadi saksi
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Paulus

Mantan pemburu jemaat, kini ikut Yesus

M

Kepada

Massa Yahudi

Sebagian mungkin ingat aksinya dulu

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

ἐδίωξα

edioxa · persecuted

memburu, mengejar untuk menyakiti

ὁδόν

hodon · the Way

jalan; nama awal jemaat

παραδιδοὺς

paradidous · delivering

menyerahkan ke penjara

Paulus dulu memburu 'Jalan' yang kini ia jalani sendiri—ironi yang ia akui terbuka.

Tahukah kamu

'Jalan' itu nama awal kekristenan

Sebelum disebut 'Kristen', para pengikut Yesus dikenal sebagai pengikut 'Jalan ini'—mengacu pada gaya hidup mengikuti Yesus.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 22:4

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 22:4

✕  Sering dikira

"Paulus melebih-lebihkan masa lalunya."

✓  Yang sebenarnya

Kisah Kisah Para Rasul 8 mencatat kekejamannya sebagai fakta nyata.

✕  Sering dikira

"'Jalan ini' adalah nama tempat."

✓  Yang sebenarnya

Itu nama awal gerakan pengikut Yesus.

Renungan

Renungan Singkat Kisah Para Rasul 22:4

Mengakui kesalahan masa lalu adalah langkah penting menuju keutuhan. Kejujuran tentang kegagalan kita dapat membuka jalan bagi pengampunan dan kesaksian yang lebih kuat.

Bapa, ampuni aku atas masa laluku dan berani aku untuk mengakuinya, agar kemuliaan-Mu dinyatakan melalui kelemahanku. Amin.