Nyawa bukan yang terpenting — tugas yang penting
Kisah Para Rasul 20:24
Pidato Perpisahan Paulus kepada Para Penatua Efesus
“Namun, aku tidak menganggap hidupku berharga bagi diriku sendiri sehingga aku dapat menyelesaikan tugasku dan pelayanan yang aku terima dari Tuhan Yesus, yaitu untuk bersaksi dengan sungguh-sungguh tentang Injil anugerah Allah.”Kisah Para Rasul 20:24 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah. Kisah Para Rasul 20.25–31 125”Kisah Para Rasul 20:24 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi saya tidak peduli dengan hidup saya ini, asal saya dapat menyelesaikan tugas yang dipercayakan Tuhan Yesus kepada saya dan asal saya setia sampai pada akhir hidup saya untuk memberitakan Kabar Baik itu tentang rahmat Allah.”Kisah Para Rasul 20:24 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Tetapi bagi saya, kesengsaraan itu bukan masalah. Mati pun saya tidak takut. Saya hanya ingin tetap berjuang dengan sukacita sampai garis akhir dan menyelesaikan tugas yang sudah Tuhan Yesus percayakan kepada saya, yaitu memberitakan Kabar Baik tentang keselamatan karena kebaikan hati Allah.”Kisah Para Rasul 20:24 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“But none of these things move me, neither count I my life dear unto myself, so that I might finish my course with joy, and the ministry, which I have received of the Lord Jesus, to testify the gospel of the grace of God.”Kisah Para Rasul 20:24 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kisah Para Rasul 20:24?
Paulus tidak menganggap hidupnya berharga untuk dirinya sendiri, tetapi fokus menyelesaikan tugas dan pelayanan yang diterima dari Tuhan Yesus, yaitu bersaksi tentang Injil anugerah Allah. Ini menunjukkan prioritas hidup yang berpusat pada panggilan Allah.
Latar belakang
Nyawa bukan tujuan akhir — tugas adalah yang penting
Ini salah satu pernyataan paling berani Paulus: 'aku tidak menganggap hidupku berharga bagi diriku sendiri'. Bukan berarti ia tidak menghargai hidup, tapi bahwa menyelesaikan tugas yang diberikan Tuhan lebih penting daripada mempertahankan nyawa.
Di mana
Miletus
Pertemuan perpisahan di pelabuhan Miletus
Kapan
~58 M
Puncak pidato perpisahan
Yang berbicara
Paulus
Rasul yang diutus kepada bangsa-bangsa non-Yahudi; penulis banyak surat PB
Kepada
Para penatua jemaat Efesus
Pemimpin jemaat yang mendengar komitmen Paulus yang luar biasa
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ποιοῦμαι τὴν ψυχὴν τιμίαν
menganggap hidupku berharga · account precious
Poioumai ten psychen timian — menjadikan jiwa sebagai sesuatu yang berharga; Paulus berkata ia TIDAK melakukan ini untuk dirinya sendiri
τελειώσω
menyelesaikan · finish
Teleiōsō — membawa ke titik sempurna/selesai; kata yang sama yang dipakai Yesus di kayu salib 'sudah selesai'
διακονίαν
pelayanan · ministry
Diakonian — melayani orang lain, asal kata 'diakon'; bukan jabatan tapi orientasi hidup
Psychen (jiwa/nyawa) yang tidak dianggap timian (berharga) untuk diri sendiri, agar dapat teleiōsō (menyelesaikan) diakonian (pelayanan). Hidup bukan untuk dipertahankan tapi untuk dihabiskan.
Tahukah kamu
Ungkapan ini mirip dengan kata-kata gladiator dan pahlawan Yunani-Romawi
Kalimat 'nyawaku tidak berharga bagiku' adalah topos retorika Yunani-Romawi yang menggambarkan keberanian. Paulus menggunakan idiom yang dikenal pendengarnya, tapi mengisinya dengan motivasi yang sangat berbeda: bukan kehormatan atau kemuliaan, tapi pelayanan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 20:24
Yohanes 12:25
Prinsip yang sama dari Yesus sendiri
“Barangsiapa mencintai nyawanya akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.”
Filipi 1:21
Pandangan Paulus tentang hidup dan mati yang konsisten
“Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.”
2 Timotius 4:7
Paulus akhirnya memang menyelesaikan tugasnya
“Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan memelihara iman.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 20:24
✕ Sering dikira
Paulus tidak peduli apakah ia hidup atau mati
✓ Yang sebenarnya
Paulus sangat sadar dan menghargai hidup — tapi ia menolak menjadikan keselamatan dirinya prioritas di atas tugasnya
✕ Sering dikira
'Injil anugerah Allah' berarti pesan yang menyenangkan dan tanpa tantangan
✓ Yang sebenarnya
Injil anugerah di sini justru adalah pesan yang membawa Paulus ke penjara — anugerah bukan berarti mudah
Renungan
Renungan Singkat Kisah Para Rasul 20:24
Hidup kita bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk melayani Tuhan. Mari kita gunakan waktu, talenta, dan kesempatan yang ada untuk menyelesaikan panggilan kita, dengan mengandalkan anugerah Allah, bukan kekuatan sendiri.
Tuhan Yesus, ajari aku untuk tidak menghargai hidupku lebih dari panggilan-Mu. Berikan aku semangat untuk menyelesaikan tugas yang Engkau percayakan, dengan mengandalkan anugerah-Mu. Amin.