Tangkapan Paskah yang Menguntungkan
Kisah Para Rasul 12:3
Petrus Lolos dari Penjara Herodes
“Ketika Herodes melihat bahwa tindakannya itu menyenangkan hati orang-orang Yahudi, ia melanjutkannya dengan menangkap Petrus juga. Hal itu terjadi selama Hari Raya Roti Tidak Beragi.”Kisah Para Rasul 12:3 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Ketika ia melihat, bahwa hal itu menyenangkan hati orang Yahudi, ia melanjutkan perbuatannya itu dan menyuruh menahan Petrus. Waktu itu hari raya Roti Tidak Beragi.”Kisah Para Rasul 12:3 · TB
Terjemahan Baru
“Ketika Herodes melihat bahwa perbuatannya itu menyenangkan hati orang-orang Yahudi, ia berbuat lagi yang seperti itu; ia menyuruh orang menangkap Petrus juga. Hal itu terjadi pada waktu Hari Raya Roti Tidak Beragi.”Kisah Para Rasul 12:3 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Waktu Herodes melihat bahwa pembunuhan itu menyenangkan para pemimpin Yahudi, dia pun menyuruh para tentaranya untuk menangkap Petrus juga. Hal itu terjadi pada pekan Perayaan Roti Tidak Beragi.”Kisah Para Rasul 12:3 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And because he saw it pleased the Jews, he proceeded further to take Peter also. (Then were the days of unleavened bread.)”Kisah Para Rasul 12:3 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kisah Para Rasul 12:3?
Herodes melihat bahwa membunuh Yakobus menyenangkan orang Yahudi, jadi dia juga menangkap Petrus. Ini menunjukkan bahwa penganiayaan bisa diperparah oleh politik dan keinginan untuk menyenangkan orang banyak, bukan hanya karena iman.
Latar belakang
Politik di Balik Penjara
Herodes melihat eksekusi Yakobus disambut baik oleh pemimpin Yahudi. Ini memberinya dorongan untuk terus — menangkap Petrus, tokoh paling menonjol di jemaat. Timing Paskah bukan kebetulan: di saat peziarah memadati kota, menghukum musuh publik akan semakin terlihat.
Di mana
Yerusalem
Kota ramai saat Paskah — penuh peziarah dari seluruh penjuru dunia
Kapan
~44 M
Paskah Yahudi — perayaan terbesar
Yang berbicara
Lukas (narator)
Dokter dan sejarawan, penulis Kisah Para Rasul
Kepada
Teofilus dan pembaca umum
Orang percaya non-Yahudi di dunia Romawi
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἀρεστόν
menyenangkan · pleased
Yang membuat orang merasa puas/senang — motivasi Herodes jelas bersifat populis
προσέθετο
melanjutkannya · proceeded
Harfiah 'menambahkan' — ia melanjutkan dengan semakin bernafsu
Ἀζύμων
Roti Tidak Beragi · Unleavened Bread
Festival tujuh hari memperingati keluaran dari Mesir — selama ini berlangsung, hukum Yahudi melarang eksekusi
Herodes 'menambah' aksinya karena hasilnya 'menyenangkan' massa — tapi timing 'Hari Raya Roti Tidak Beragi' membuatnya harus menunggu, memberi jemaat waktu untuk berdoa.
Tahukah kamu
Hari Raya Roti Tidak Beragi
Hari Raya Roti Tidak Beragi berlangsung tujuh hari setelah Paskah (Pesakh). Selama periode ini, tidak boleh ada eksekusi publik menurut tradisi Yahudi — itulah kenapa Herodes menunggu sampai setelah hari raya selesai.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 12:3
Yohanes 11:50
Pemimpin yang mengorbankan orang demi kepentingan politik bukan hal baru
“Lebih berguna bagimu jika satu orang mati untuk seluruh bangsa.”
Lukas 23:1-2
Pola yang sama: agama + politik bergabung untuk menyerang yang benar
“Mereka membawa Yesus kepada Pilatus dan mulai menuduh-Nya.”
Amsal 29:25
Herodes terjerat 'jerat manusia' — bergantung pada tepuk tangan orang banyak
“Takut kepada manusia mendatangkan jerat, tetapi siapa percaya kepada Tuhan, dilindungi.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 12:3
✕ Sering dikira
Herodes adalah musuh iman yang tulus — ia benar-benar membenci Kristen
✓ Yang sebenarnya
Motivasinya lebih ke politik: ia ingin populer di kalangan pemimpin Yahudi
✕ Sering dikira
Hari Raya Roti Tidak Beragi sama dengan Paskah
✓ Yang sebenarnya
Paskah (Pesakh) satu malam, Roti Tidak Beragi tujuh hari sesudahnya — dua festival berbeda yang berdekatan
Renungan
Renungan Singkat Kisah Para Rasul 12:3
Kita harus waspada terhadap keinginan untuk mencari pujian manusia yang bisa membawa kita pada keputusan yang salah. Evaluasilah motif kita dalam bertindak apakah untuk menyenangkan Allah atau manusia.
Tuhan, murnikan hatiku agar aku tidak mencari pujian manusia, tetapi hanya menyenangkan Engkau, Amin.