Keberatan Musa yang Sama untuk Ketiga Kalinya
Keluaran 6:30
Janji Pembebasan Besar
“Akan tetapi, Musa berkata kepada TUHAN, “Lihatlah, aku tidak pandai berbicara, bagaimana mungkin Firaun mau mendengarku?””Keluaran 6:30 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“(6-29) Tetapi Musa berkata di hadapan TUHAN: "Bukankah aku ini seorang yang tidak petah lidahnya, Keluaran 7.1–6 28 bagaimanakah mungkin Firaun akan mendengarkan aku?"”Keluaran 6:30 · TB
Terjemahan Baru
“(6-29) Tetapi Musa menjawab, "TUHAN, Engkau tahu bahwa saya tidak pandai bicara. Mana mungkin raja mau mendengarkan saya?"”Keluaran 6:30 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Namun, Musa menjawab TUHAN, “Aku tidak pandai berbicara. Raja pasti tidak akan mendengarkan aku!””Keluaran 6:30 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Moses said before the LORD, Behold, I am of uncircumcised lips, and how shall Pharaoh hearken unto me?”Keluaran 6:30 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 6:30?
Musa meragukan kemampuannya berbicara, dengan alasan 'tidak pandai berbicara', dan mempertanyakan bagaimana Firaun akan mendengarkan dia. Ini menunjukkan kerendahan hati atau ketakutan Musa, meskipun Tuhan telah meyakinkannya sebelumnya.
Latar belakang
Musa masih di tempat yang sama dengan ayat 12
Keberatan Musa di ayat 30 hampir identik dengan ayat 12 — 'aku tidak pandai berbicara.' Tapi kali ini kata-katanya sedikit berbeda: 'bagaimana mungkin Firaun mau mendengarku?' Ini bukan keras kepala tapi kejujuran yang dalam. Musa tahu dia tidak memadai — dan itu benar. Tapi Allah tidak membutuhkan orator ulung; Dia membutuhkan orang yang mau patuh.
Di mana
Mesir
Pergumulan jujur antara hamba yang ragu dan Allah yang sabar
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
Musa
Nabi Israel yang masih bergumul dengan ketidaklayakannya, ~1400 SM
Kepada
TUHAN
Allah yang sabar menghadapi keberatan hamba-Nya
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
וְאֵיךְ
ve'eikh · bagaimana mungkin
Dan bagaimana bisa — kata tanya retoris yang mengungkapkan ketidakpercayaan diri yang mendalam, bukan penolakan teologis terhadap Allah
עֲרַל שְׂפָתַיִם
arel sefatayim · tidak pandai berbicara
Berlipatan bibir atau bibir yang tertutup — ungkapan yang dipakai Musa sebelumnya (ay 12), menunjukkan ini kelemahan yang sungguh-sungguh dia rasakan
יִשְׁמַע אֵלַי
yishma' elai · mendengarku
Mendengar kepadaku — pertanyaan Musa adalah tentang respons Firaun, bukan tentang kebenaran pesan yang harus disampaikan
'Ve'eikh' (bagaimana mungkin) dengan 'arel sefatayim' (bibir tertutup) mengakhiri pasal 6 dengan nada manusia yang nyata — Allah akan menjawab keberatan ini di pasal 7 bukan dengan membuat Musa tiba-tiba pandai bicara, tapi dengan mengangkatnya menjadi 'seperti Allah' di hadapan Firaun.
Tahukah kamu
Pasal 6 diakhiri dengan keberatan, pasal 7 dimulai dengan solusi
Struktur literatur ini disengaja — pasal 6 berakhir dengan ketidakmampuan manusia, pasal 7 dimulai dengan kuasa Allah yang menjadikan Musa 'seperti Allah' bagi Firaun. Manusia yang lemah + Allah yang kuat = misi yang mustahil menjadi mungkin.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 6:30
Keluaran 7:1
jawaban Allah atas keberatan Musa
“TUHAN berfirman kepada Musa, 'Lihat, Aku telah menjadikanmu seperti Allah bagi Firaun, dan kakakmu, Harun, akan menjadi nabimu.'”
2 Korintus 12:9
kuasa Allah sempurna dalam kelemahan manusia
“Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.”
Keluaran 4:13-14
keberatan Musa yang berulang
“Musa berkata, 'Ya Tuhan, utuslah siapa saja yang Engkau kehendaki.' Lalu bangkitlah murka TUHAN terhadap Musa.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 6:30
✕ Sering dikira
"Musa akhirnya menolak misi Allah"
✓ Yang sebenarnya
Musa tidak pergi — dia masih di hadapan Allah, mengungkapkan keberatan tapi menunggu respons. Ini pergumulan iman, bukan penolakan
✕ Sering dikira
"Allah marah pada Musa karena terus keberatan"
✓ Yang sebenarnya
Di sini Allah tidak mencatat kemarahan — Dia justru langsung memberikan solusi di pasal 7. Kesabaran Allah luar biasa dalam menghadapi hamba yang bergumul
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 6:30
Hambatan terbesar seringkali berasal dari dalam diri kita sendiri, seperti rasa tidak percaya diri. Tuhan tidak melihat kemampuan kita, tetapi ketaatan kita; Dia yang akan menolong kita.
Ya Tuhan, saat aku merasa tidak mampu, ingatkan aku bahwa Engkau adalah sumber kekuatanku. Amin.