Keberatan Kedua Seorang Nabi yang Ragu
Keluaran 6:12
Janji Pembebasan Besar
“Namun, Musa berkata kepada TUHAN, katanya, “Lihatlah, keturunan Israel saja tidak mau mendengarkanku, bagaimana mungkin Firaun akan mendengarkan aku, orang yang tidak pandai bicara?””Keluaran 6:12 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“(6-11) Tetapi Musa berkata di hadapan TUHAN: "Orang Israel sendiri tidak mendengarkan aku, bagaimanakah mungkin Firaun akan mendengarkan aku, aku seorang yang tidak petah lidahnya!"”Keluaran 6:12 · TB
Terjemahan Baru
“(6-11) Tetapi Musa menjawab, "Orang Israel sendiri tidak mau mendengarkan saya. Mana mungkin raja Mesir mendengarkan orang yang tidak pandai bicara seperti saya?"”Keluaran 6:12 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Musa menjawab, “Tetapi selama ini umat Israel pun tidak mendengarkan aku, apalagi raja Mesir! Mana mungkin dia mendengarkan aku, orang yang tidak pandai bicara ini!””Keluaran 6:12 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Moses spake before the LORD, saying, Behold, the children of Israel have not hearkened unto me; how then shall Pharaoh hear me, who am of uncircumcised lips?”Keluaran 6:12 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 6:12?
Musa berkata kepada TUHAN bahwa Firaun tidak akan mendengarkannya karena dia tidak pandai bicara, menunjukkan keraguan dan rasa rendah diri.
Latar belakang
Musa keberatan dengan dua alasan
Musa mengajukan dua argumen sekaligus: pertama, Israel sendiri tidak mau mendengarnya; kedua, bagaimana mungkin Firaun mau mendengar orang yang 'tidak pandai bicara.' Dalam bahasa Ibrani literal, Musa menyebut dirinya 'berlipatan bibir' — mungkin merujuk pada hambatan bicara atau perasaan tidak layak. Ini bukan alasan, tapi ekspresi iman yang sedang bergumul.
Di mana
Mesir
Percakapan jujur antara hamba dan Allah · penuh pergumulan
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
Musa
Nabi Israel yang bergumul dengan ketidaklayakannya, ~1400 SM
Kepada
TUHAN
Allah yang memanggil Musa
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
עֲרַל שְׂפָתַיִם
arel sefatayim · tidak pandai bicara
Secara harfiah 'tertutup kulup bibirnya' — gambaran bibir yang tidak bisa berfungsi dengan baik, kiasan untuk hambatan bicara atau perasaan tidak layak
וְאֵיךְ
ve'eikh · bagaimana mungkin
Dan bagaimana — ekspresi retoris yang menunjukkan keraguan mendalam, bukan penolakan tapi pertanyaan yang sangat jujur
שָׁמַע
shama' · mendengarkan
Mendengar dan merespons — Musa memakai kata yang sama untuk Israel (ay 9) dan Firaun, menunjukkan bahwa dia melihat keduanya sebagai masalah yang sama
Musa dengan jujur mengakui 'arel sefatayim' (bibir tak fasih) sebagai alasan mengapa tidak ada yang akan 'shama' (mendengar dan merespons) — kejujuran ini justru membuka ruang bagi Allah untuk menunjukkan kuasa-Nya.
Tahukah kamu
Ironi besar: Musa dididik di istana Mesir
Musa dibesarkan di istana Firaun, dididik dalam segala kebijaksanaan Mesir (Kis 7:22). Tapi di hadapan Allah, dia mengaku tidak pandai bicara. Entah ini hambatan nyata atau kerendahan hati yang berlebih — Allah tidak mendebatnya, tapi memberikan solusi (Harun).
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 6:12
Keluaran 4:10
keberatan yang sama sebelumnya
“Musa berkata kepada TUHAN, 'Ya Tuhan, aku tidak pandai berbicara... aku tidak fasih lidah.'”
Hakim 6:15
pola hamba yang merasa tidak layak
“Gideon berkata kepada-Nya, 'Ya Tuhanku, dengan apakah akan aku selamatkan orang Israel? Ketahuilah bahwa kaumku adalah yang paling kecil.'”
1 Korintus 1:27
Allah memakai yang lemah
“Allah memilih apa yang bodoh bagi dunia untuk memalukan orang-orang yang berhikmat.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 6:12
✕ Sering dikira
"Musa tidak mau taat"
✓ Yang sebenarnya
Musa bukan menolak misi — dia mengajukan keberatan yang jujur sambil tetap ada di hadapan Allah, menunggu jawaban
✕ Sering dikira
"Kelemahan Musa mendiskualifikasinya dari misi"
✓ Yang sebenarnya
Justru kelemahan itu yang membuat keberhasilan misi jelas-jelas berasal dari Allah, bukan dari kecakapan Musa
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 6:12
Jangan biarkan kekuranganmu menjadi alasan untuk tidak taat kepada Allah. Tawarkan ketidakmampuanmu kepada-Nya, dan biarlah karya-Nya menjadi kekuatanmu.
Bapa, aku menyerahkan kelemahanku kepada-Mu, penuhilah aku dengan kepandaian-Mu untuk melakukan kehendak-Mu. Amin.