Ikat pinggang warna-warni untuk semua imam
Keluaran 39:29
Pakaian Kudus Selesai Dibuat
“ikat-ikat pinggang dari linen halus, dan dari kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi buatan seorang penenun, sebagaimana yang telah diperintahkan TUHAN kepada Musa.”Keluaran 39:29 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“dan ikat pinggang dari lenan halus yang dipintal benangnya, kain ungu tua, kain ungu muda dan kain kirmizi, dari tenunan yang berwarna-warna--seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.”Keluaran 39:29 · TB
Terjemahan Baru
“dan ikat pinggang dari kain linen halus, wol biru, ungu dan merah, dihias dengan sulaman, seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.”Keluaran 39:29 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Ikat pinggang untuk anak-anak Harun juga ditenun dari benang linen berkualitas yang berwarna merah, biru, dan ungu, sesuai perintah TUHAN kepada Musa.”Keluaran 39:29 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And a girdle of fine twined linen, and blue, and purple, and scarlet, of needlework; as the LORD commanded Moses.”Keluaran 39:29 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 39:29?
Ayat ini menggambarkan pembuatan ikat pinggang dari bahan campuran yang ditenun dengan terampil, melambangkan ketetapan hati dan kesiapan dalam melayani Tuhan.
Latar belakang
Ikat pinggang imam berwarna seperti kemah suci
Ikat pinggang untuk semua imam dibuat dari linen halus plus tiga warna kain (biru, ungu, kirmizi) buatan penenun. Ini menghubungkan pakaian imam biasa dengan warna-warna Kemah Suci — bahkan imam yang tidak memakai efod pun membawa warna sakral di pinggang mereka. Frasa "sebagaimana yang telah diperintahkan TUHAN" kembali menutup bagian ini.
Di mana
Padang Gurun Sinai
Bengkel tenun perkemahan Israel
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
Narator (Musa)
Nabi dan penulis Taurat, ~1400 SM
Kepada
Umat Israel
Bangsa Israel di padang gurun Sinai
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
הָאַבְנֵט
ha-avnet · ikat pinggang
Ikat pinggang atau sash — pita panjang yang dililitkan di pinggang; menandai kesiapan dan identitas pelayan Allah.
מַעֲשֵׂה רֹקֵם
maase rokem · buatan seorang penenun
Karya penenun berwarna — "rokem" adalah pengrajin yang bekerja dengan warna-warni; berbeda dari "choshev" (desainer) atau "oreg" (penenun polos).
כַּאֲשֶׁר צִוָּה יְהוָה
ka-asher tzivah YHWH · sebagaimana yang telah diperintahkan
Ketaatan total pada instruksi TUHAN — frasa formula yang muncul tujuh kali di pasal 39 sebagai tanda persetujuan ilahi.
Ikat pinggang berwarna (maase rokem) menghubungkan seluruh tubuh imam ke palet warna kemah suci — sebuah cara visual untuk mengatakan bahwa imam bukan tamu di kemah suci, melainkan bagian integral dari tempat ibadah itu.
Tahukah kamu
Ikat pinggang sebagai identitas fungsional
Di dunia kuno, ikat pinggang adalah tanda status dan kesiapan kerja. "Mengikat pinggang" berarti bersiap bekerja atau berperang. Ikat pinggang warna-warni imam bukan sekadar aksesori — ia menandai bahwa imam selalu "siap bertugas" di hadapan Allah.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 39:29
Keluaran 28:39
instruksi ikat pinggang
“Kamu harus membuat jubah dari linen halus dan kamu harus membuat serban dari linen halus, dan kamu harus membuat ikat pinggang, buatan seorang penenun.”
Imamat 8:13
ikat pinggang dalam pentahbisan
“Musa membawa anak-anak Harun ke depan dan mengenakan jubah kepada mereka, mengikat ikat pinggang pada pinggang mereka, dan mengenakan ikat kepala kepada mereka.”
Lukas 12:35
pinggang siap melayani
“Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 39:29
✕ Sering dikira
Ikat pinggang ini hanya untuk imam besar
✓ Yang sebenarnya
Ikat pinggang berwarna ini untuk semua imam — Harun dan anak-anaknya, sebagaimana disebut di ayat 27.
✕ Sering dikira
"Buatan penenun" berarti dibuat mesin atau massal
✓ Yang sebenarnya
"Rokem" adalah pengrajin warna manual yang terampil — setiap ikat pinggang dikerjakan tangan oleh pengrajin yang kompeten.
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 39:29
Ikat pinggang mengikat pakaian dan menguatkan pemakainya. Demikianlah kita perlu 'mengikat' diri kita dengan kebenaran dan kesetiaan agar tetap teguh melayani Tuhan dalam setiap keadaan.
Tuhan, ikatlah hatiku dengan kebenaran dan kesetiaan, agar aku tidak goyah dalam mengikuti kehendak-Mu. Amin.