Enam hari bekerja, hari ketujuh istirahat kudus
Keluaran 31:15
Pengrajin Kemah Suci & Hari Sabat
“Selama enam hari kamu boleh bekerja, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat, hari peristirahatan yang kudus bagi TUHAN. Siapa pun yang bekerja pada hari Sabat harus dihukum mati.”Keluaran 31:15 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Enam hari lamanya boleh dilakukan pekerjaan, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah ada sabat, hari perhentian penuh, hari kudus bagi TUHAN: setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari Sabat, pastilah ia dihukum mati.”Keluaran 31:15 · TB
Terjemahan Baru
“(31:14)”Keluaran 31:15 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Selama enam hari kamu boleh bekerja, tetapi hari yang ketujuh adalah hari Sabat, yaitu hari peristirahatan penuh yang dikhususkan bagi-Ku. Siapa pun yang tetap bekerja pada hari Sabat akan dihukum mati.”Keluaran 31:15 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Six days may work be done; but in the seventh is the sabbath of rest, holy to the LORD: whosoever doeth any work in the sabbath day, he shall surely be put to death.”Keluaran 31:15 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 31:15?
Ayat ini mengulang aturan Sabat: enam hari bekerja, hari ketujuh adalah Sabat kudus. Pekerjaan diperbolehkan, tetapi Sabat adalah hari peristirahatan untuk Tuhan. Pelanggarannya dihukum mati, menegaskan pentingnya ketaatan.
Latar belakang
Ritme kerja dan istirahat yang Allah tetapkan
Allah memberikan pola yang jelas: enam hari untuk bekerja, satu hari untuk istirahat total. Hari ketujuh bukan hanya hari libur biasa — ia disebut 'hari Sabat, hari peristirahatan yang kudus bagi TUHAN.' Istirahat ini dipersembahkan kepada Allah, bukan hanya untuk manfaat fisik manusia.
Di mana
Gunung Sinai
Di puncak Sinai · dalam awan kemuliaan Allah
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
Allah (melalui Musa)
Allah yang berfirman langsung kepada Musa di Sinai
Kepada
Bangsa Israel
Umat perjanjian Allah yang baru keluar dari Mesir
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שַׁבָּתוֹן
shabbaton · peristirahatan
Kata benda dari akar Sabat — berarti 'istirahat penuh' atau 'peristirahatan yang menyeluruh', bukan sekadar jeda sebentar.
הַיּוֹם הַשְּׁבִיעִי
hayyom hashevi'i · hari ketujuh
Hari ketujuh dalam siklus mingguan — angka tujuh dalam Alkitab sering melambangkan kesempurnaan dan keutuhan.
מוֹת יוּמָת
mot yumat · dihukum mati
Konstruksi penekanan ganda dalam Ibrani: 'mati ia harus mati' — bentuk yang sangat tegas untuk menekankan kepastian konsekuensinya.
Istirahat Sabat bukan kelemahan atau kemalasan — kata 'shabbaton' menunjukkan istirahat yang menyeluruh dan bertujuan, mengikuti pola Allah sendiri dalam penciptaan.
Tahukah kamu
Siklus tujuh hari minggu modern berasal dari tradisi ini
Bangsa-bangsa kuno lain menggunakan siklus 10 hari atau 8 hari. Siklus tujuh hari yang kini dipakai di seluruh dunia dapat ditelusuri pengaruhnya dari tradisi Yahudi-Kristen yang berakar dari perintah Sabat ini.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 31:15
Kejadian 2:2-3
pola Allah beristirahat
“"Pada hari ketujuh Allah telah selesai pekerjaan yang dibuat-Nya itu, lalu Ia berhenti pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu."”
Markus 2:27
Sabat untuk kebaikan manusia
“"Lalu kata Yesus kepada mereka: 'Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat.'"”
Yesaya 58:13-14
memelihara Sabat dengan benar
“"Apabila engkau tidak menginjak-injak hari Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku..."”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 31:15
✕ Sering dikira
Enam hari bekerja berarti wajib bekerja penuh selama enam hari
✓ Yang sebenarnya
Kalimat ini menekankan hari ketujuh sebagai hari istirahat kudus — enam hari adalah periode yang diizinkan untuk bekerja, bukan kewajiban bekerja.
✕ Sering dikira
Sabat hanya soal istirahat fisik agar produktif kembali
✓ Yang sebenarnya
Sabat disebut 'kudus bagi TUHAN' — dimensi vertikal (kepada Allah) sama pentingnya dengan dimensi horizontal (istirahat manusia).
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 31:15
Allah memberikan irama kerja dan istirahat. Kita bisa belajar untuk berhenti dari pekerjaan dan menikmati hadirat-Nya, percaya bahwa berkat-Nya tidak bergantung pada kerja keras kita saja.
Tuhan, tolong kami untuk memercayai pemeliharaan-Mu dan berhenti sejenak untuk menyembah-Mu. Amin.