Tongkat akasia berlapis perunggu untuk mengangkut mazbah
Keluaran 27:6
Pelataran dan Mazbah Suci
“Kamu harus membuat tongkat-tongkat pengusung untuk mazbah itu, tongkat pengusung dari kayu akasia, dan lapisilah semuanya dengan perunggu.”Keluaran 27:6 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Haruslah engkau membuat kayu-kayu pengusung untuk mezbah itu, kayu-kayu pengusung dari kayu penaga dan menyalutnya dengan tembaga.”Keluaran 27:6 · TB
Terjemahan Baru
“Buatlah dua kayu pengusung dari kayu akasia berlapis perunggu,”Keluaran 27:6 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Buatlah juga dua tongkat pengusung dari kayu akasia, dan lapisilah tongkat itu dengan perunggu.”Keluaran 27:6 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And thou shalt make staves for the altar, staves of shittim wood, and overlay them with brass.”Keluaran 27:6 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 27:6?
Tongkat pengusung untuk mazbah dibuat dari kayu akasia dan dilapisi perunggu. Tongkat ini digunakan untuk mengusung mazbah agar mudah dibawa saat bangsa Israel berpindah tempat.
Latar belakang
Mazbah harus bisa diangkat dan dipindah
Seperti Tabut Perjanjian, mazbah persembahan bakaran juga dilengkapi tongkat pengusung dari kayu akasia yang dilapisi perunggu. Ini menegaskan bahwa Kemah Suci adalah tempat ibadah yang portabel — dirancang untuk menemani Israel dalam perjalanan panjang di padang gurun menuju Tanah Perjanjian. Allah ada bersama umat-Nya di mana pun mereka pergi, bukan terikat pada satu lokasi.
Di mana
Gunung Sinai, Semenanjung Sinai
Di puncak Sinai · dalam awan kemuliaan Allah
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran — Wahyu di Sinai
Yang berbicara
Allah (TUHAN)
Allah Israel, berbicara kepada Musa di Sinai
Kepada
Musa
Nabi dan pemimpin Israel, ~1400 SM
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
בַּדִּים
baddim · tongkat pengusung
Tongkat atau tiang pengangkut — dipakai berpasangan untuk mengusung benda suci tanpa menyentuh langsung.
עֲצֵי שִׁטִּים
atzei shittim · kayu akasia
Kayu pohon akasia — kuat, ringan relatif, dan tahan rayap, ideal untuk peralatan portabel.
וְצִפִּיתָ
vetzipita · lapisilah
Dan kamu melapisi — kata kerja yang sama digunakan untuk melapisi Tabut dengan emas.
Tongkat pengusung yang terbuat dari kayu kuat berlapis perunggu adalah solusi elegan: kuat, tahan panas, dan memungkinkan mazbah suci diangkat tanpa disentuh langsung oleh tangan telanjang.
Tahukah kamu
Hanya suku Lewi yang boleh mengangkat
Menurut Bilangan 4:29-33, tongkat-tongkat pengangkut ini hanya boleh digunakan oleh keturunan Merari dari suku Lewi. Setiap keluarga Lewi punya tugas spesifik dalam memindahkan komponen-komponen Kemah Suci.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 27:6
Keluaran 25:13-14
Tongkat pengangkut Tabut
“Kamu harus membuat tongkat dari kayu akasia dan melapisinya dengan emas, lalu memasukkan tongkat itu ke dalam gelang-gelang yang ada di sisi-sisi tabut.”
Bilangan 4:31
Tugas mengangkut
“Inilah yang menjadi tanggung jawab mereka: membawa papan-papan Kemah Suci, kayu-kayunya, tiang-tiangnya, dan alas-alasnya.”
2 Samuel 6:6-7
Bahaya menyentuh langsung
“Ketika mereka tiba di tempat pengirikan Nakhon, Uza mengulurkan tangannya ke tabut Allah dan memegangnya, karena lembu-lembu itu hampir menjatuhkannya. Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Uza.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 27:6
✕ Sering dikira
Tongkat ini untuk menopang mazbah saat berdiri
✓ Yang sebenarnya
Tongkat dimasukkan ke gelang untuk mengusung (memindahkan) mazbah saat berpindah lokasi, bukan sebagai kaki penopang.
✕ Sering dikira
Siapa pun bisa mengangkat mazbah
✓ Yang sebenarnya
Hanya keluarga Lewi tertentu yang ditugaskan membawa komponen Kemah Suci, termasuk tongkat pengangkut mazbah.
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 27:6
Tongkat pengusung memudahkan mazbah dibawa ke mana pun. Ini mengingatkan kita bahwa kehadiran Tuhan selalu menyertai kita di setiap perjalanan hidup. Kita boleh membawa 'mazbah' penyembahan kita ke mana pun kita pergi.
Tuhan, jadikanlah hidupku sebagai mazbah yang selalu siap untuk menyembah-Mu, di mana pun aku berada. Bimbinglah langkahku dan sertai aku senantiasa. Amin.