Tujuh pelita menorah menerangi ruang di depannya
Keluaran 25:37
Biru cetak Kemah Suci
“Kamu harus membuat tujuh buah pelita untuk itu dan pelita-pelita itu harus dipasang begitu rupa untuk memberikan terang ke ruang di depannya.”Keluaran 25:37 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Haruslah kaubuat pada kandil itu tujuh lampu dan lampu-lampu itu haruslah dipasang di atas kandil itu, sehingga diterangi yang di depannya.”Keluaran 25:37 · TB
Terjemahan Baru
“Buatlah tujuh lampu pada kaki lampu itu dan pasanglah begitu rupa sehingga cahayanya jatuh ke depan.”Keluaran 25:37 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Buatlah tujuh pelita dan letakkanlah di ujung atas tiang utama itu dan keenam cabangnya, supaya menerangi bagian depannya.”Keluaran 25:37 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And thou shalt make the seven lamps thereof: and they shall light the lamps thereof, that they may give light over against it.”Keluaran 25:37 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 25:37?
Ayat ini memerintahkan pembuatan tujuh pelita untuk kaki dian emas. Pelita-pelita ini harus dipasang sedemikian rupa sehingga menerangi ruangan di depannya, melambangkan terang Tuhan yang menerangi umat-Nya. Jumlah tujuh melambangkan kesempurnaan dan keutuhan.
Latar belakang
Apa yang sedang terjadi
Tujuh pelita (neirot) dipasang pada ketujuh cabang menorah dan harus diarahkan agar menerangi 'ruang di depannya' — yaitu ke arah depan Ruang Kudus. Bilangan 8:2-3 menjelaskan bahwa Harun memasang ketujuh pelita menghadap ke bagian depan menorah, menerangi meja roti sajian di seberangnya.
Di mana
Gunung Sinai
Di puncak Sinai · instruksi pelita menorah
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
Allah (TUHAN)
Allah Israel yang berbicara langsung kepada Musa
Kepada
Musa
Nabi dan pemimpin Israel, ~1400 SM
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שִׁבְעָה
shiva'ah · tujuh
Tujuh — angka kesempurnaan dan kelengkapan dalam Alkitab; dari akar sheva yang juga berarti 'puas/cukup'.
נֵרֹת
nerot · pelita
Lampu-lampu (dari ner, lampu) — mangkuk minyak kecil dengan sumbu; bukan lilin modern tapi lampu minyak primitif yang ditempa di atas menorah.
וְהֵאִיר
veheir · memberikan terang
Dan akan menerangi/memberikan cahaya — dari or (cahaya/terang); tujuan final menorah: menerangi ruang di depannya.
Shiva'ah (tujuh) nerot (pelita) yang veheir (menerangi) ruang di depannya — tujuh cahaya sempurna dari satu sumber emas murni menerangi hadirat Allah. Tujuh dalam Alkitab selalu menandakan kelengkapan: cahaya Allah untuk umat-Nya adalah cahaya yang lengkap dan sempurna.
Tahukah kamu
Tahukah kamu
Imam bertugas merawat menorah setiap pagi dan sore hari: membersihkan sumbu yang hangus dan mengisi minyak. Talmud kemudian mencatat bahwa pelita paling tengah (ner tamid, pelita abadi) tidak boleh padam sama sekali. Tradisi ini berlanjut dalam sinagoge modern sebagai 'ner tamid' yang terus menyala.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 25:37
Bilangan 8:2-3
pelaksanaan instruksi tujuh pelita
“Haruslah engkau berkata kepada Harun: Pada waktu engkau memasang pelita-pelita pada kaki dian itu, ketujuh pelita harus menerangi bagian yang ada di depannya. Harun berbuat demikian...”
Wahyu 4:5
tujuh lampu di hadapan takhta Allah
“Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu-deru dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh Allah.”
Mazmur 119:105
terang ilahi untuk perjalanan
“Firman-Mu adalah pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 25:37
✕ Sering dikira
Tujuh pelita ini diarahkan ke berbagai arah untuk menerangi seluruh ruangan merata
✓ Yang sebenarnya
Semua tujuh pelita diarahkan ke depan menorah, menerangi satu arah spesifik — ke arah meja roti sajian.
✕ Sering dikira
Pelita menorah menggunakan lilin seperti lilin modern
✓ Yang sebenarnya
Pelita menorah adalah mangkuk minyak kecil dengan sumbu linen — bukan lilin.
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 25:37
Seperti pelita yang ditempatkan dengan benar untuk menerangi ruangan, kita perlu menempatkan prioritas dan tindakan kita dengan bijak agar terang Kristus dapat bersinar melalui kita. Perhatikan apa yang kita soroti dalam hidup kita—apakah itu membawa terang bagi orang lain?
Tuhan, mampukan aku untuk menjadi terang yang bermanfaat bagi sesama, memantulkan kasih-Mu dalam setiap langkahku. Amin.