Kerub merentangkan sayap, wajah berhadapan
Keluaran 25:20
Biru cetak Kemah Suci
“Kerub-kerub itu harus mengembangkan dua sayapnya ke atas untuk menundungi tutup pendamaian itu dengan sayapnya, wajahnya harus saling berhadapan, dan wajah mereka harus menghadap ke tutup pendamaian itu.””Keluaran 25:20 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Kerub-kerub itu harus mengembangkan kedua sayapnya ke atas, sedang sayap-sayapnya menudungi tutup pendamaian itu dan mukanya menghadap kepada masing- masing; kepada tutup pendamaian itulah harus menghadap muka kerub-kerub itu.”Keluaran 25:20 · TB
Terjemahan Baru
“dan dibuat saling berhadapan dengan sayap yang terbentang di atas peti itu.”Keluaran 25:20 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“(25:18)”Keluaran 25:20 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And the cherubims shall stretch forth their wings on high, covering the mercy seat with their wings, and their faces shall look one to another; toward the mercy seat shall the faces of the cherubims be.”Keluaran 25:20 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 25:20?
Ayat ini menjelaskan posisi kerub-kerub yang mengembangkan sayap ke atas untuk menaungi tutup pendamaian, dengan wajah saling berhadapan dan menghadap ke tutup. Ini melambangkan perlindungan dan penghormatan terhadap kemuliaan Allah yang bersemayam di atas tabut.
Latar belakang
Apa yang sedang terjadi
Allah menjelaskan postur kerub secara rinci: sayap direntangkan ke atas untuk 'menaungi' kapporet, wajah saling berhadapan, dan wajah mereka menghadap ke bawah ke arah kapporet. Postur ini menciptakan gambaran yang kuat: dua makhluk surgawi berdiri dalam penghormatan, menatap ke tempat di mana darah penebusan akan dipercikkan.
Di mana
Gunung Sinai
Di puncak Sinai · instruksi postur kerub
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
Allah (TUHAN)
Allah Israel yang berbicara langsung kepada Musa
Kepada
Musa
Nabi dan pemimpin Israel, ~1400 SM
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
פֹּרְשֵׂי כְנָפַיִם
porshei khenafayim · mengembangkan sayapnya
Merentangkan sayap-sayap — dari parat (merentangkan lebar); sayap terentang penuh ke atas, bukan terlipat atau setengah terbuka.
סֹכְכִים
sokhkhim · menaungi
Menaungi/menutupi dengan sayap — dari sakhakh; tindakan melindungi dan menutup sesuatu dengan naungan sayap.
פְּנֵיהֶם
peneihem · wajahnya
Wajah-wajah mereka — penekanan bahwa arah pandang kerub disengaja: ke sesama dan ke kapporet di bawah mereka.
Kerub porshei khenafayim (merentangkan sayap) sokhkhim (menaungi) dengan peneihem (wajah) ke kapporet — postur ini adalah postur penyembahan dan penjagaan sekaligus. Dua makhluk paling berkuasa dalam ciptaan menunduk menatap tempat di mana dosa manusia ditebus.
Tahukah kamu
Tahukah kamu
Kata 'menaungi' (sokhekhim) dari akar sakhakh berarti 'menutupi/melindungi dengan naungan'. Kata yang sama dipakai dalam Yehezkiel 28:14 untuk menggambarkan Lucifer sebelum jatuh sebagai 'kerub yang menutupi dengan naungan'. Kerub di tabut adalah gambaran dari fungsi asli makhluk surgawi ini.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 25:20
Mazmur 91:4
naungan sayap sebagai perlindungan
“Ia akan melindungi engkau dengan sayap-Nya, dan di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung; kesetiaan-Nya adalah perisai dan perlindungan.”
Yehezkiel 10:5
sayap kerub dan hadirat Allah
“Bunyi sayap-sayap kerub itu terdengar sampai ke pelataran luar, seperti suara Allah Yang Mahakuasa apabila Ia berfirman.”
1 Petrus 1:12
malaikat menatap rencana keselamatan
“...hal-hal yang ingin diketahui oleh para malaikat.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 25:20
✕ Sering dikira
Sayap kerub berfungsi untuk terbang ke arah yang berbeda
✓ Yang sebenarnya
Sayap ini direntangkan ke atas sebagai naungan, bukan untuk terbang — postur diam dan menyembah.
✕ Sering dikira
Arah pandang kerub tidak penting
✓ Yang sebenarnya
Allah secara spesifik menentukan wajah kerub menghadap ke kapporet — menatap tempat penebusan.
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 25:20
Kerub-kerub yang menaungi tutup pendamaian mengajarkan kita untuk melindungi hal-hal kudus dalam hidup. Kita bisa menjaga kekudusan hubungan kita dengan Allah melalui doa, ibadah, dan hidup yang benar, serta melindungi hal-hal yang Dia percayakan kepada kita.
Ya Allah, jadikan aku penjaga yang setia bagi kekudusan-Mu, melindungi apa yang Engkau anggap berharga, Amin.