Israel meminta Musa sebagai perantara
Keluaran 20:19
Sepuluh Perintah Allah
“Kemudian, mereka berkata kepada Musa, “Berbicaralah kepada kami dan kami akan mendengarkan, tetapi jangan biarkan Allah berbicara dengan kami, atau kami akan mati.””Keluaran 20:19 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Mereka berkata kepada Musa: "Engkaulah berbicara dengan kami, maka kami akan mendengarkan; tetapi janganlah Allah berbicara dengan kami, nanti kami mati."”Keluaran 20:19 · TB
Terjemahan Baru
“Kata mereka kepada Musa, "Engkau saja berbicara kepada kami, kami akan mendengarkan; tetapi janganlah Allah berbicara kepada kami, nanti kami mati."”Keluaran 20:19 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Lalu mereka berkata kepada Musa, “Sampaikanlah kepada kami apa yang TUHAN katakan kepadamu. Kami akan mendengarkan. Tetapi jangan biarkan TUHAN berbicara langsung kepada kami, karena kami akan mati!””Keluaran 20:19 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And they said unto Moses, Speak thou with us, and we will hear: but let not God speak with us, lest we die.”Keluaran 20:19 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 20:19?
Bangsa Israel ketakutan saat melihat guntur, kilat, dan gunung berasap, lalu meminta Musa menjadi perantara mereka. Mereka takut mati jika Allah berbicara langsung. Ini menunjukkan rasa hormat dan takut akan kehadiran Allah yang kudus.
Latar belakang
Mereka memilih perantara
Bangsa Israel, yang ketakutan, meminta Musa untuk berbicara atas nama Allah kepada mereka — mereka tidak sanggup mendengar suara Allah secara langsung. Ini momen yang signifikan: bangsa sendiri yang memilih sistem perantara. Pilihan ini konsisten dengan keterbatasan manusia di hadapan kekudusan Allah.
Di mana
Kaki Gunung Sinai
Lembah di kaki gunung · bangsa mundur ketakutan
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
Bangsa Israel
Umat TUHAN yang ketakutan di kaki Sinai
Kepada
Musa
Nabi pembawa pesan Allah, pemimpin Israel
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
דַּבֵּר
daber · berbicaralah
Berbicaralah; bentuk perintah — Israel secara aktif meminta Musa untuk mengambil peran sebagai perantara, bukan terpaksa
וְנִשְׁמָעָה
venishma'ah · mendengarkan
Dan kami akan mendengar; implikasi komitmen — mereka berjanji akan mendengarkan apa yang Musa sampaikan dari Allah
וְנָמוּת
venamut · mati
Dan kami akan mati; ketakutan yang tulus — mereka yakin mendengar langsung suara Allah akan berakibat kematian
Permintaan Israel untuk perantara mencerminkan pemahaman yang tepat tentang jarak antara kekudusan Allah dan kelemahan manusia.
Tahukah kamu
Permintaan ini menjadi dasar institusi kenabian
Ulangan 18:15-18 menghubungkan momen ini dengan janji Allah tentang nabi-nabi yang akan datang setelah Musa. Permintaan Israel untuk perantara di Sinai menjadi fondasi teologis dari institusi kenabian dalam Perjanjian Lama.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 20:19
Ulangan 18:15
nabi sebagai perantara
“Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN...”
1 Timotius 2:5
satu perantara
“Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi perantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus.”
Galatia 3:19
hukum melalui perantara
“...ia ditambahkan oleh karena pelanggaran-pelanggaran — sampai datang keturunan yang dimaksudkan oleh janji itu — dan ia disampaikan melalui malaikat-malaikat ke tangan seorang pengantara.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 20:19
✕ Sering dikira
Israel menolak untuk mendengar Allah karena mereka tidak mau taat
✓ Yang sebenarnya
Sebaliknya, mereka berjanji untuk mendengarkan melalui Musa — permintaan ini didasarkan pada rasa takut yang tulus, bukan penolakan
✕ Sering dikira
Memiliki perantara berarti hubungan dengan Allah menjadi lebih lemah
✓ Yang sebenarnya
Allah sendiri yang menyetujui sistem ini; perantara adalah akomodasi kemurahan Allah terhadap keterbatasan manusia
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 20:19
Ketika kita merasa takut atau kewalahan menghadapi kekudusan Allah, kita bisa meminta bantuan orang lain untuk menuntun kita. Namun, ingatlah bahwa Kristus adalah perantara kita yang sempurna, sehingga kita bisa datang dengan berani kepada Allah.
Tuhan, ajar kami untuk menghormati kekudusan-Mu dan bersyukur untuk perantara-Mu, Yesus, yang memungkinkan kami mendekat kepada-Mu tanpa takut. Amin.