Kain ditolak — dan amarah menguasai wajahnya
Kejadian 4:5
Kain dan Habel
“tetapi terhadap Kain dan persembahannya, Dia tidak memperhatikannya. Lalu, Kain menjadi sangat marah dan wajahnya muram.”Kejadian 4:5 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan- Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram.”Kejadian 4:5 · TB
Terjemahan Baru
“tetapi menolak Kain dan persembahannya. Kain menjadi marah sekali, dan mukanya geram.”Kejadian 4:5 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“tetapi tidak kepada Kain dan persembahannya. Karena itu, Kain sangat sakit hati, dan mukanya kelihatan masam.”Kejadian 4:5 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“But unto Cain and to his offering he had not respect. And Cain was very wroth, and his countenance fell.”Kejadian 4:5 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 4:5?
Allah tidak memperhatikan Kain dan persembahannya, yang membuat Kain sangat marah dan wajahnya muram. Ini menunjukkan bahwa Allah menolak persembahan yang tidak sesuai, mungkin karena hati Kain yang tidak tulus. Kain bereaksi dengan amarah, bukan dengan introspeksi, yang menjadi awal dari dosa besar.
Latar belakang
Dua respons yang bisa dipilih — Kain memilih yang salah
Ketika Allah tidak memperhatikan persembahannya, Kain bisa merespons dengan dua cara: bertanya mengapa dan memperbaiki, atau marah dan menyalahkan. Kain memilih yang kedua. Kemarahannya pun tidak ditujukan kepada dirinya sendiri (introspeksi) atau kepada Allah (protes langsung yang bisa dijawab), tapi kepada Habel yang tidak bersalah. Amarah yang salah alamat adalah tanda penolakan tanggung jawab.
Di mana
Di luar taman Eden
Setelah persembahan · Kain menghadapi penolakan dengan amarah
Kapan
Awal sejarah manusia pasca-Eden
Penolakan persembahan Kain
Yang berbicara
Musa (penulis)
Nabi dan penulis Taurat, ~1400 SM
Kepada
Israel di padang gurun
Umat yang perlu memahami bagaimana amarah yang tidak ditangani menjadi pintu dosa
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
לֹא שָׁעָה
lo sha'ah · tidak memperhatikannya
Tidak memandang dengan perkenan — kebalikan dari wayyisha (memandang berkenan) untuk Habel; Allah tidak merespons persembahan Kain dengan persetujuan yang sama.
וַיִּחַר לְקַיִן
wayyichar leQayin · sangat marah
Dan Kain sangat marah — charah (terbakar) berasal dari kata yang berarti panas membara; amarah yang intens yang mendominasi respons Kain terhadap penolakan.
וַיִּפְּלוּ פָנָיו
wayyippelu panav · wajahnya muram
Dan wajahnya jatuh — panav (wajahnya) naphal (jatuh); gambaran fisik untuk kondisi hati yang tertekan, muram, dan menutup diri.
Lo sha'ah (tidak memandang berkenan) terhadap Kain → wayyichar leQayin (Kain terbakar marah) → wayyippelu panav (wajahnya jatuh). Tiga tahap: penolakan → amarah → kemurungan. Allah akan segera menawarkan jalan keluar dari siklus ini (ayat 6-7), tapi Kain memilih tidak mengambilnya.
Tahukah kamu
Wajah yang muram — cermin kondisi hati
Teks menggambarkan dua hal: Kain 'sangat marah' (charah lo) dan 'wajahnya muram' (napelu panav). Wajah yang muram (jatuh/gelap) adalah gambaran fisik dari kondisi hati yang menolak. Allah kemudian menggunakan gambar ini untuk menawarkan alternatif: jika berbuat baik, wajahmu akan 'terangkat' (ayat 7). Kondisi wajah mencerminkan kondisi hati dan hubungan dengan Allah.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 4:5
Efesus 4:26-27
amarah yang tidak dikelola memberi ruang bagi dosa
“Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.”
Yakobus 1:20
amarah tidak membawa pada kebenaran
“Sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.”
Kejadian 4:7
Allah menawarkan jalan keluar dari amarah — yang tidak Kain ambil
“Jika kamu berbuat baik, bukankah kamu akan diterima? Namun, jika kamu tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di pintu.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 4:5
✕ Sering dikira
"Kain marah kepada Allah — ini bentuk protes yang sah terhadap keputusan yang tidak adil."
✓ Yang sebenarnya
Teks tidak menyebut Kain marah kepada Allah — amarahnya diarahkan ke arah yang muram dan tidak jelas. Allah kemudian menegurnya dan menawarkan jalan perbaikan, menunjukkan bahwa penolakan itu bukan sewenang-wenang tapi bisa direspons dengan bertobat dan memperbaiki.
✕ Sering dikira
"Kemarahan Kain adalah respons yang wajar terhadap penolakan."
✓ Yang sebenarnya
Amarah sebagai emosi bukan dosa — tapi cara Kain mengelola amarahnya adalah masalah. Alih-alih merenung dan memperbaiki, Kain membiarkan amarahnya tumbuh dan akhirnya berujung pada pembunuhan. Allah sendiri yang menegur ini sebagai bahaya (ayat 6-7).
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 4:5
Saat teguran atau kegagalan datang, jangan biarkan amarah menguasai kita. Renungkan dan minta Tuhan menunjukkan kesalahan kita, sehingga kita bisa bertobat dan diperbaiki.
Tuhan, jadikan aku rendah hati untuk menerima teguran. Jauhkan aku dari amarah yang membinasakan, dan bimbing aku ke jalan yang benar. Amin.