Saudara-saudara marah merespons mimpi
Kejadian 37:8
Yusuf Si Anak Kesayangan
“Saudara-saudaranya berkata kepadanya, “Apa kamu sungguh-sungguh akan memerintah kami? Atau, apa kamu sungguh-sungguh akan menguasai kami?” Mereka pun semakin membencinya karena mimpinya dan karena perkataannya itu.”Kejadian 37:8 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu saudara-saudaranya berkata kepadanya: "Apakah engkau ingin menjadi raja atas kami? Apakah engkau ingin berkuasa atas kami?" Jadi makin bencilah mereka kepadanya karena mimpinya dan karena perkataannya itu.”Kejadian 37:8 · TB
Terjemahan Baru
“"Kaukira engkau akan menjadi raja dan berkuasa atas kami?" tegur abang-abangnya. Lalu makin bencilah mereka kepadanya karena mimpi-mimpinya dan karena apa yang dikatakannya.”Kejadian 37:8 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Jawab kakak-kakaknya, “Jadi, kamu pikir kamu akan memerintah dan berkuasa atas kami?!” Mereka pun semakin membenci Yusuf karena mimpi dan perkataannya itu.”Kejadian 37:8 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And his brethren said to him, Shalt thou indeed reign over us? or shalt thou indeed have dominion over us? And they hated him yet the more for his dreams, and for his words.”Kejadian 37:8 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 37:8?
Saudara-saudara Yusuf bereaksi keras terhadap mimpinya, bertanya apakah dia akan memerintah mereka. Mereka semakin membencinya karena mimpi dan perkataannya yang dianggap angkuh, menunjukkan bahwa iri hati dan salah paham dapat memicu permusuhan.
Latar belakang
Respons marah yang sebenarnya pengakuan
Pertanyaan saudara-saudara — 'Apa kamu sungguh-sungguh akan memerintah kami?' — sebenarnya secara tidak sadar adalah pengakuan bahwa mereka mengerti persis apa arti mimpi itu. Mereka tidak bingung; mereka tersinggung. Dan teks mencatat: kebencian mereka semakin bertambah, bukan karena mimpinya tidak masuk akal, tapi justru karena mereka takut itu benar.
Di mana
Hebron, Kanaan
Di rumah Yakub · suasana konflik memuncak
Kapan
~1900 SM
Zaman Para Leluhur
Yang berbicara
Saudara-saudara Yusuf
Sepuluh anak Yakub, saudara tiri Yusuf
Kepada
Yusuf
Anak Yakub dari Rahel, 17 tahun
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
מָלֹךְ תִּמְלֹךְ
malokh timlokh · memerintah
Penekanan ganda: 'apakah memerintah, engkau akan memerintah?' — struktur yang menunjukkan ketidakpercayaan total
מָשׁוֹל תִּמְשֹׁל
mashol timshol · menguasai
Juga penekanan ganda untuk 'berkuasa' — dua kata ini bersama-sama menggambarkan dominasi penuh dan menyeluruh
וְעַל
ve-al devarav · perkataannya
Tentang kata-katanya — menunjukkan bahwa cara Yusuf berbicara, bukan hanya isi mimpinya, juga menjadi masalah tersendiri
Dua kata kerja 'memerintah' dan 'menguasai' keduanya dalam bentuk penekanan ganda — cara teks Ibrani menunjukkan 'sungguh-sungguh'. Saudara-saudara mengerti bahwa mimpi ini bukan bercanda. Dan itu yang membuat mereka takut sekaligus marah.
Tahukah kamu
Pertanyaan retoris yang mengandung ketakutan
Dalam bahasa Ibrani, pertanyaan 'ha-malokh timlokh' menggunakan bentuk penekanan ganda (infinitif + kata kerja) yang menunjukkan ketidakpercayaan sekaligus ketakutan. Struktur ini dipakai untuk pertanyaan yang sudah tahu jawabannya tapi tidak mau menerimanya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 37:8
Kejadian 45:8
Yusuf memang memerintah
“Jadi, bukan kamu yang menyuruh aku ke sini, melainkan Allah; dan Ia telah menempatkan aku sebagai bapa bagi Firaun dan tuan atas seluruh istananya dan menjadi penguasa seluruh tanah Mesir.”
Amsal 19:21
rencana manusia vs Allah
“Banyaklah rancangan di dalam hati manusia, tetapi keputusan TUHANlah yang terlaksana.”
Mazmur 2:1
menolak yang sudah ditentukan
“Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka hal yang sia-sia?”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 37:8
✕ Sering dikira
Saudara-saudara tidak percaya mimpi itu akan terjadi
✓ Yang sebenarnya
Justru sebaliknya — mereka takut mimpi itu BENAR, itulah yang membuat kebencian mereka semakin besar
✕ Sering dikira
Pertanyaan mereka adalah diskusi rasional tentang mimpi
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah ekspresi kemarahan dan penolakan — bukan diskusi teologis tentang makna mimpi
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 37:8
Reaksi negatif orang lain terhadap visi kita bisa membuat kita frustrasi. Namun, penting untuk tetap rendah hati dan tidak membiarkan rasa takut atau iri orang lain mengubah panggilan kita.
Ya Allah, berikan aku keteguhan hati dalam menghadapi penolakan, dan pertolongan untuk tetap rendah hati dan setia pada panggilan-Mu. Amin.