Ishak meninggal dan dikuburkan oleh Esau dan Yakub
Kejadian 35:29
Kematian Ishak
“Kemudian, hidup Ishak berakhir dan dia pun mati. Dia dikumpulkan kepada kaumnya, menjadi tua, dan genap hari-harinya. Anak-anaknya, Esau dan Yakub, yang menguburkannya.”Kejadian 35:29 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu meninggallah Ishak, ia mati dan dikumpulkan kepada kaum leluhurnya; ia tua dan suntuk umur, maka Esau dan Yakub, anak-anaknya itu, menguburkan dia.”Kejadian 35:29 · TB
Terjemahan Baru
“(35:28)”Kejadian 35:29 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“(35:28)”Kejadian 35:29 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Isaac gave up the ghost, and died, and was gathered unto his people, being old and full of days: and his sons Esau and Jacob buried him.”Kejadian 35:29 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 35:29?
Ishak meninggal pada usia 180 tahun, dikumpulkan kepada kaumnya, dan dikuburkan oleh kedua anaknya, Esau dan Yakub. Ini menunjukkan bahwa Ishak meninggal dalam keadaan baik dan dikasihi, serta hubungan Yakub dan Esau telah dipulihkan.
Latar belakang
Kematian Ishak: dua saudara bersama dalam duka
Ishak mati dalam usia tua dan 'dikumpulkan kepada kaumnya' — ungkapan Alkitab untuk meninggal dan bergabung dengan leluhur yang sudah mati. Esau dan Yakub, dua bersaudara yang pernah bermusuhan selama puluhan tahun, mengubur ayah mereka bersama. Seperti Ismail dan Ishak mengubur Abraham (Kej 25:9).
Di mana
Hebron, Kanaan
Di Mamre Hebron · pemakaman Ishak bersama leluhurnya
Kapan
~1700 SM
Zaman Bapa Leluhur
Yang berbicara
Musa (penulis)
Nabi dan penulis Taurat, ~1400 SM
Kepada
Bangsa Israel
Umat Israel yang keluar dari Mesir
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
וַיֵּאָסֶף אֶל־עַמָּיו
vaye'asef el-amav · dikumpulkan kepada kaumnya
Ungkapan idiomatis untuk kematian — bukan hanya meninggal tapi 'bergabung dengan kaum/nenek moyang yang sudah mati'. Menunjukkan kepercayaan pada kesinambungan komunitas melampaui kematian.
שְׂבַע יָמִים
seva yamim · genap hari-harinya
Harfiah 'kenyang/puas hari-harinya' — frasa yang menunjukkan kematian yang baik: tua, puas, dan tanpa penyesalan yang belum diselesaikan.
וַיִּקְבְּרוּ אֹתוֹ
vayikberu oto · menguburkannya
Mereka menguburkannya — plural menunjukkan Esau dan Yakub bekerja sama. Tindakan bersama ini adalah rekonsiliasi praktis yang tidak dideklarasikan tapi nyata.
Kematian Ishak diakhiri dengan gambaran yang indah: dua anak yang bermusuhan lama berdiri bersama di sisi kubur ayah. Duka kadang menciptakan ruang rekonsiliasi yang tidak bisa diciptakan oleh argumen dan waktu biasa.
Tahukah kamu
Pola penguburan bersama oleh saudara yang bermusuhan
Baik Abraham (dikubur oleh Ismail dan Ishak) maupun Ishak (dikubur oleh Esau dan Yakub) dikuburkan oleh dua anak yang hubungannya penuh konflik. Ini motif rekonsiliasi dalam momen duka yang berulang dalam Taurat.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 35:29
Kejadian 25:9
pola serupa: dua saudara menguburkan ayah
“Anak-anaknya, Ishak dan Ismael, menguburkannya di gua Makhpela.”
Kejadian 49:33
kematian Yakub dengan ungkapan sama
“Ketika Yakub selesai memberikan pesan-pesannya kepada anak-anaknya, dia menarik kakinya ke tempat tidur dan menghembuskan napas terakhirnya, dan dia dikumpulkan kepada umatnya.”
1 Tesalonika 4:13-14
harapan tentang yang sudah mati
“Kami tidak mau kamu tidak mengetahui tentang mereka yang tertidur agar kamu tidak berdukacita seperti orang-orang yang tidak memiliki pengharapan.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 35:29
✕ Sering dikira
"Dikumpulkan kepada kaumnya" berarti Ishak dimakamkan bersama leluhurnya secara fisik
✓ Yang sebenarnya
Ungkapan ini adalah idiom kematian yang bermakna lebih dalam dari penguburan fisik — menunjuk ke realitas komunitas melampaui maut, bukan hanya soal lokasi makam.
✕ Sering dikira
Esau dan Yakub sudah berdamai total sebelum peristiwa ini
✓ Yang sebenarnya
Alkitab tidak mencatat rekonsiliasi penuh setelah pertemuan di Kej 33 — penguburan bersama ini adalah satu-satunya tindakan yang kita tahu mereka lakukan berdua.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 35:29
Kematian adalah bagian dari kehidupan, tetapi kita bisa meninggal dengan tenang jika kita hidup setia dan berdamai dengan sesama. Marilah kita mengupayakan rekonsiliasi dan meninggalkan warisan kasih bagi keluarga.
Ya Bapa, berilah kami hikmat untuk hidup setia dan berdamai dengan semua orang, agar kami dapat menghadapi akhir hidup dengan sukacita. Amin.