Lot menyerukan saudara-saudaranya untuk tidak berbuat jahat
Kejadian 19:7
Kehancuran Sodom
“dan berkata, “Aku mohon, Saudara-saudaraku, janganlah berbuat jahat.”Kejadian 19:7 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“dan ia berkata: "Saudara-saudaraku, janganlah kiranya berbuat jahat.”Kejadian 19:7 · TB
Terjemahan Baru
“ia berkata kepada orang-orang Sodom itu, "Saudara-saudara, saya minta dengan sangat, janganlah melakukan hal yang sejahat itu!”Kejadian 19:7 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Katanya kepada mereka, “Saudara-saudaraku, janganlah berbuat jahat seperti itu!”Kejadian 19:7 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And said, I pray you, brethren, do not so wickedly.”Kejadian 19:7 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 19:7?
Lot memohon kepada orang-orang Sodom untuk tidak berbuat jahat, menunjukkan bahwa ia menyadari bahaya dan ketidakadilan dari niat mereka, tetapi ia juga berada dalam posisi yang sulit untuk melindungi tamunya.
Latar belakang
Vayyomer al na ahhai tare'u — Dan Lot berkata mohon saudara-saudaraku janganlah berbuat jahat
Dan berkata, 'Aku mohon, Saudara-saudaraku, janganlah berbuat jahat.' Dua kata yang kecil tapi penuh tegangan: 'ahhai' (saudara-saudaraku) dan 'tare'u' (berbuat jahat). Lot memanggil gerombolan 'ahhai' = saudara-saudara — bahasa kekeluargaan yang dalam konteks ini bisa dibaca sebagai (a) upaya negosiasi sosial yang genuine: menyebut musuh sebagai saudara untuk meredakan ketegangan; atau (b) refleksi dari integrasi Lot dalam kota Sodom: mereka memang adalah tetangganya, warga kotanya, yang sudah lama dianggapnya bagian dari komunitasnya. 'Al na tare'u' = janganlah/mohon jangan berbuat jahat. 'Al na' adalah bentuk permintaan yang sopan dan lemah — lebih halus dari 'al' saja. Lot memulai dengan kata yang paling lembut sebelum menawarkan solusi alternatif yang lebih kontroversial di 19:8.
Di mana
Di depan pintu rumah Lot, Sodom
Malam hari · Lot berdiri sendirian menghadapi gerombolan
Kapan
Sekitar 1860 SM — malam sebelum penghancuran Sodom
Upaya negosiasi Lot yang pertama — yang kemudian dilanjutkan dengan tawaran yang bermasalah
Yang berbicara
Lot
Yang memanggil gerombolan yang ingin memerkosa tamunya sebagai 'saudara-saudaraku' — menggunakan bahasa kekeluargaan untuk mencoba meredakan situasi
Kepada
Gerombolan laki-laki Sodom
Yang dipanggil dengan sebutan 'saudara' oleh Lot — sebuah upaya negosiasi yang tidak akan berhasil tapi diusahakan terlebih dahulu
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
אַחַי
'ahhai · saudara-saudaraku
Saudara-saudaraku — 'ahhai (dari 'ahh = saudara; dengan sufiks orang pertama tunggal = saudara-saudaraku; jamak); dalam konteks konflik, menyebut 'saudara' adalah strategi negosiasi yang berusaha mengaktifkan solidaritas; Lot masih menggunakan bahasa kekeluargaan kepada orang-orang yang mengancam tamunya — pilihan kata yang mengungkap upaya mediasi yang hopeful tapi tidak realistis.
אַל נָא
'al na · janganlah
Janganlah kiranya — 'al (jangan; partikel negasi untuk perintah atau permintaan; lebih lemah dari 'lo''); na (kiranya, mohon; partikel permohonan yang melembutkan perintah menjadi permintaan sopan); 'al na' bersama = mohon janganlah / kiranya jangan; bentuk yang paling sopan dan lemah dari larangan — Lot tidak memerintah tapi memohon.
תָּרֵעוּ
tare'u · berbuat jahat
Berbuat jahat — tare'u (dari ra'a' = jahat, melakukan kejahatan; hiphil imperfek orang kedua jamak = kalian akan berbuat jahat / janganlah kalian berbuat jahat); kata benda 'ra'' (jahat, kejahatan) yang sudah familiar dari 2:9 (pohon pengetahuan tentang baik dan jahat = to'v vera'); Lot menyebut tindakan yang diminta gerombolan dengan nama yang jelas: ra' = jahat.
Vayyomer 'al na 'ahhai tare'u (Dan dia berkata mohon saudara-saudaraku janganlah berbuat jahat). 'Al na — mohon jangan, permintaan yang paling sopan. 'Ahhai — saudara-saudaraku, bahasa kekeluargaan kepada gerombolan. Tare'u — berbuat jahat. Lot masih mencoba menyebut mereka saudara sambil melarang mereka dari sesuatu yang dia sebut dengan tegas: ra' = jahat.
Tahukah kamu
'Ahhai' (saudara-saudaraku): mengapa Lot memanggil gerombolan dengan bahasa kekeluargaan
'Ahhai' (saudara-saudaraku, dari 'ahh = saudara + sufiks orang pertama jamak) adalah sapaan yang Lot gunakan untuk gerombolan yang ingin memerkosa tamunya. Di dunia Timur Tengah kuno, menyebut orang lain 'saudara' dalam situasi konflik adalah strategi negosiasi yang umum — mencoba mengaktifkan rasa solidaritas dan identitas bersama. Tapi ada ironi yang dalam di sini: 'saudara-saudara' yang dipanggil Lot adalah orang-orang yang mengancam tamu yang dilindunginya. Narator mencatat sapaan ini tanpa komentar — membiarkan pembaca merasakan tegangan antara Lot yang masih mencoba mempertahankan bahasa kemanusiaan kepada gerombolan yang sudah kehilangan standar kemanusiaan itu.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 19:7
Amsal 15:1
Lot di 19:7 menggunakan strategi yang Amsal 15:1 uraikan: bahasa lembut ('saudara-saudaraku', 'mohon') dalam menghadapi massa yang marah; hasilnya di 19:9 menunjukkan bahwa strategi ini tidak berhasil dalam kasus ini — tapi Lot mencobanya terlebih dahulu sebelum solusi lain
“Jawaban yang lemah lembut meredakan kemarahan, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan amarah.”
Kejadian 13:8
Abraham yang menyebut Lot 'saudara' (13:8) dalam negosiasi damai adalah preseden; Lot di 19:7 menggunakan bahasa yang sama ('ahhai, saudara-saudaraku') dalam situasi yang jauh lebih berbahaya — kebiasaan bahasa kekeluargaan untuk negosiasi yang mungkin diwarisi dari pamannya
“Abram berkata kepada Lot, 'Janganlah ada perselisihan di antara kita berdua... Bukankah kita ini saudara?'”
Matius 5:9
Lot yang mencoba berbicara dengan lembut ('saudara-saudaraku, janganlah berbuat jahat') kepada gerombolan yang mengancam adalah upaya mediasi dalam situasi yang ekstrem; Yesus yang memberkati 'pembawa damai' (Matius 5:9) melihat nilai dalam orang yang mencoba mempertahankan percakapan di tengah ancaman — meski Lot kemudian membuat keputusan yang bermasalah di 19:8
“Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 19:7
✕ Sering dikira
"Dengan memanggil mereka 'saudara-saudaraku', Lot menunjukkan bahwa dia sudah dikorupsi oleh nilai-nilai Sodom dan mengidentifikasi diri dengan gerombolan itu."
✓ Yang sebenarnya
Memanggil orang lain 'saudara' dalam negosiasi konflik adalah strategi permohonan yang umum — bukan persetujuan. Lot langsung melanjutkan dengan 'janganlah berbuat jahat' (tare'u), menyebut tindakan mereka dengan kata Ibrani untuk 'jahat' (ra'). Dia mengidentifikasi dirinya sebagai pembawa pesan moral kepada gerombolan, bukan sebagai bagian dari gerombolan.
✕ Sering dikira
"Lot seharusnya lebih tegas dan tidak menggunakan bahasa sopan kepada gerombolan yang jahat."
✓ Yang sebenarnya
Lot seorang diri menghadapi seluruh populasi laki-laki kota (19:4). Dalam situasi itu, retorika konfrontatif kemungkinan besar akan memicu eskalasi langsung. Lot memilih strategi deeskalasi terlebih dahulu ('mohon saudara-saudaraku janganlah berbuat jahat') sebelum menawarkan solusi alternatif di 19:8 — meski solusi itu sendiri kemudian bermasalah secara moral.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 19:7
Ketika kita melihat ketidakadilan atau bahaya, kita dipanggil untuk berbicara, meskipun itu tidak populer. Posisi kita sebagai orang percaya sering kali membutuhkan keberanian untuk menegur dengan lembut.
Tuhan, berikan aku keberanian untuk berbicara menentang kejahatan, bahkan ketika aku sendirian. Amin.