Sara tertawa dalam hatinya — tawa skeptisisme yang didengar oleh TUHAN dari luar tenda
Kejadian 18:12
Tiga Tamu Abraham
“Jadi, Sara tertawa dalam hatinya dan berkata, “Setelah aku begini tua, apakah aku akan berahi, sementara suamiku juga sudah tua?””Kejadian 18:12 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Jadi tertawalah Sara dalam hatinya, katanya: "Akan berahikah aku, setelah aku sudah layu, sedangkan tuanku sudah tua?"”Kejadian 18:12 · TB
Terjemahan Baru
“Sebab itu Sara tertawa dalam hatinya dan berkata, "Aku yang sudah tua dan layu begini, mana mungkin masih ingin campur dengan suamiku? --Lagipula suamiku sudah tua juga."”Kejadian 18:12 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Karena itu, Sara tertawa dalam hati dan berpikir, “Aku sudah lanjut usia, suamiku juga sudah sangat tua. Bagaimana mungkin aku bisa mengalami berkat semacam itu!””Kejadian 18:12 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Therefore Sarah laughed within herself, saying, After I am waxed old shall I have pleasure, my lord being old also?”Kejadian 18:12 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 18:12?
Sara tertawa dalam hatinya karena tidak percaya bahwa ia akan mengalami kenikmatan dan punya anak di usia setua itu, mengingat dirinya dan Abraham sudah tua.
Latar belakang
Vatitshaq Sarah bequirbah lemor aharei veloti haytah li 'ednah va'adoni zaqen — Dan Sara tertawa dalam hatinya berkata setelah saya menjadi tua adakah kesenangan bagiku dan suamiku sudah tua
Jadi, Sara tertawa dalam hatinya dan berkata, 'Setelah aku begini tua, apakah aku akan berahi, sementara suamiku juga sudah tua?' Dua hal yang dikontraskan dengan tawa Abraham di 17:17: di sana Abraham tersungkur dan tertawa dalam hati dengan pertanyaan retorik yang hampir sama. Di sini Sara tertawa — dan ini lebih dipermasalahkan dalam narasi (TUHAN mengkonfrontasi tentang tawa Sara, bukan tawa Abraham). Sara tertawa dan berkata dalam hatinya — tawa yang privat, tidak terucap keras. Sara menyebutkan dua alasan skeptisisme: dirinya sendiri yang sudah tua ('aharei veloti = setelah aku sudah layu/lusuh') dan suaminya yang sudah tua ('adoni zaqen'). Dua hambatan biologis sekaligus.
Di mana
Mamre — di dalam tenda Abraham
Sara berdiri di dekat pintu tenda, mendengar percakapan di luar dan tertawa dalam hatinya
Kapan
Sekitar 1860 SM — Sara berusia sekitar 90 tahun
Reaksi Sara terhadap janji TUHAN — tawa yang jujur namun meragukan
Yang berbicara
Sara
Perempuan 90 tahun yang baru mendengar janji kelahiran anak dari balik tirai tenda dan tertawa — bukan dari sukacita, tapi dari skeptisisme biologis yang manusiawi
Kepada
Diri Sara sendiri (tertawa dan berkata dalam hati)
Tawa Sara adalah tawa privat — diucapkan dalam hati, tidak terdengar oleh siapapun kecuali TUHAN
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
וַתִּצְחַק שָׂרָה בְּקִרְבָּהּ
vatitshaq Sarah beqirbah · tertawa dalam hatinya
Dan Sara tertawa dalam dirinya/hatinya — vatitshaq (dan dia tertawa; dari tsahaq = tertawa; konsekutif imperfek feminin; kata yang sama yang menjadi dasar nama Ishak: Yitshaq); beqirbah (dalam dirinya sendiri; dari be = dalam + qerev = tengah, isi batin; sufiks feminin = dalam dirinya); tawa yang privat dan internal, tidak diucapkan keras.
אַחֲרֵי בְלֹתִי
'aharey veloti · setelah aku menjadi tua
Setelah saya sudah lusuh/layu — 'aharey (setelah; preposisi temporal); veloti (layu/lusuhnya aku; dari balah = sudah aus, sudah tua, sudah habis masa; perfek orang pertama); Sara menggunakan kata yang keras untuk dirinya sendiri: 'sudah lusuh' bukan sekadar 'sudah tua.'
הָיְתָה לִּי עֶדְנָה
haytah li 'ednah · adakah kesenangan/berahi
Adakah bagiku kesenangan/berahi — haytah (adalah/terjadi; perfek feminin dari hayah = ada, terjadi); li (bagiku; preposisi le + orang pertama); 'ednah (kesenangan, berahi, gairah seksual; kata yang jarang digunakan dalam Alkitab; bisa berarti kesenangan fisik atau kemampuan reproduksi); Sara mempertanyakan kemungkinan kehidupan seksual dan reproduksi di usianya.
Vatitshaq Sarah beqirbah lemor 'aharey veloti haytah li 'ednah va'adoni zaqen (Dan Sara tertawa dalam dirinya berkata setelah saya sudah lusuh adakah bagiku kesenangan dan suamiku sudah tua). Veloti — sudah lusuh. 'Ednah — berahi. Dua kata yang jujur dan pahit dari seorang perempuan 90 tahun yang mendengar janji yang tampak mustahil. Sara tidak berpura-pura percaya. Dia tertawa dalam hati. Dan itu terekam dalam Alkitab.
Tahukah kamu
Tawa Abraham vs tawa Sara: mengapa yang satu dipermasalahkan dan yang lain tidak?
Perbandingan tawa Abraham (17:17) dan tawa Sara (18:12) adalah perdebatan panjang dalam tafsir Alkitab. Abraham juga 'tersungkur dan tertawa dalam hatinya' ketika menerima janji yang sama. TUHAN tidak mempermasalahkan tawa Abraham di pasal 17 — tapi TUHAN mengkonfrontasi tawa Sara di pasal 18. Beberapa tafsir: (1) tawa Abraham adalah tawa sukacita, tawa Sara adalah tawa ketidakpercayaan; (2) ini hanya perbedaan waktu dan konteks narasi; (3) nama 'Ishak' (Yitshaq = dia tertawa) mengabadikan tawa keduanya — orang tuanya sama-sama tertawa sebelum dia lahir. Rabbinisme Yahudi berpendapat bahwa tawa Sara lebih meragukan karena mengandung pertanyaan 'apakah aku akan berahi' — menyentuh iman tentang janji itu sendiri.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 18:12
Kejadian 17:17
tawa Abraham di 17:17 dan tawa Sara di 18:12 menggunakan kata yang sama (tsahaq = tertawa) dalam situasi yang sama; nama Ishak (Yitshaq) mengabadikan tawa keduanya
“Lalu, Abraham tersungkur dengan mukanya sampai menyentuh tanah, dan tertawa sambil berkata dalam hatinya, 'Mungkinkah seorang anak dilahirkan bagi dia yang berumur 100 tahun?'”
Lukas 1:18
Zakharia mempertanyakan janji kelahiran Yohanes Pembaptis dengan alasan usia yang sama dengan Sara di 18:12 — pola yang sama: keraguan manusiawi terhadap janji ilahi yang melampaui batas biologis
“Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: 'Bagaimanakah aku tahu yang demikian? Sebab aku sudah tua dan istriku sudah lanjut umurnya.'”
Ibrani 11:11
Ibrani 11:11 menyebutkan Sara sebagai tokoh iman — bukan tawa skeptis Sara di 18:12 yang menjadi warisan teologisnya, tapi kepercayaannya yang pada akhirnya menghasilkan Ishak; iman Sara yang matang melampaui tawa awalnya
“Karena iman, ia juga dan Sara sendiri beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 18:12
✕ Sering dikira
"Sara tertawa karena dia tidak percaya kepada Allah sama sekali dan tidak serius dalam imannya."
✓ Yang sebenarnya
Tawa Sara adalah respons yang jujur dan manusiawi terhadap janji yang tampak biologis mustahil. TUHAN tidak menghukum Sara karena tertawa. Alkitab mengabadikan tawa Sara bahkan dalam nama Ishak (Yitshaq = dia tertawa), menunjukkan bahwa tawa Sara diterima sebagai bagian dari kisah iman yang nyata.
✕ Sering dikira
"Sara berkata 'suamiku juga sudah tua' sebagai sindiran bahwa Abraham tidak bisa memberinya anak."
✓ Yang sebenarnya
'Va'adoni zaqen' (dan suamiku sudah tua) adalah bagian dari skeptisisme biologis, bukan sindiran. Sara menyebutkan dua hambatan yang dia lihat: dirinya sendiri yang sudah tidak bisa hamil dan suaminya yang sudah tua. Ini adalah pernyataan realistis, bukan celaan.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 18:12
Seringkali kita meragukan janji Tuhan karena manusiawi kita, seperti Sara. Namun Tuhan mengerti kelemahan kita, dan Dia tetap setia pada janji-Nya. Belajarlah untuk mengakui keraguan kita kepada Tuhan dan mohon iman yang teguh.
Tuhan, ampunilah keraguanku. Karuniakanlah iman yang teguh untuk percaya pada janji-Mu, meskipun kelihatannya mustahil. Amin.