Kelak Aku pasti kembali dan Sara akan mempunyai anak — janji yang didengar dari balik tirai
Kejadian 18:10
Tiga Tamu Abraham
“Lalu, Dia berkata, “Kelak, Aku pasti kembali lagi kepadamu. Lihatlah, Sara, istrimu, akan mempunyai seorang anak laki-laki.” Sara mendengarnya dari pintu tenda, di belakang orang itu.”Kejadian 18:10 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dan firman-Nya: "Sesungguhnya Aku akan kembali tahun depan mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara, isterimu, akan mempunyai seorang anak laki-laki." Dan Sara mendengarkan pada pintu kemah yang di belakang-Nya.”Kejadian 18:10 · TB
Terjemahan Baru
“Seorang dari mereka berkata, "Sembilan bulan lagi Aku akan kembali. Dan pada waktu itu Sara istrimu akan mendapat anak laki-laki." Pada saat itu Sara sedang mendengarkan di pintu kemah, di belakang tamu itu.”Kejadian 18:10 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Orang yang kelihatannya seperti pemimpin di antara mereka bertiga itu berkata, “Aku akan kembali satu tahun dari sekarang. Pada waktu itu, Sara sudah memiliki seorang anak laki-laki!” Sara sedang berada di pintu kemah, di belakang orang yang sedang berbicara itu. Dia mendengar pembicaraan mereka.”Kejadian 18:10 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And he said, I will certainly return unto thee according to the time of life; and, lo, Sarah thy wife shall have a son. And Sarah heard it in the tent door, which was behind him.”Kejadian 18:10 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 18:10?
Salah satu tamu, yang adalah TUHAN, berjanji bahwa Sara akan melahirkan anak laki-laki. Ini adalah pengulangan janji yang telah diberikan sebelumnya, kali ini secara spesifik kepada Sara.
Latar belakang
Shuv ashuv eylekha ka'et hayyah vehinneh ben le'Sara ishtekha — kembali Aku akan kembali kepadamu pada waktu yang hidup dan lihatlah seorang anak bagi Sara istrimu
Lalu, Dia berkata, 'Kelak, Aku pasti kembali lagi kepadamu. Lihatlah, Sara, istrimu, akan mempunyai seorang anak laki-laki.' Sara mendengarnya dari pintu tenda, di belakang orang itu. Ini adalah momen pertama dalam kisah ini di mana salah satu dari tiga tamu berbicara sebagai TUHAN — menggunakan orang pertama untuk janji yang khas janji ilahi: 'shuv ashuv' (kembali Aku akan kembali) = penekanan ganda bahwa ini pasti terjadi. 'Ka'et hayyah' = pada waktu yang hidup, pada musim semi tahun depan. Janji yang sudah disampaikan kepada Abraham di 17:21 kini dikonfirmasi ulang — dan kali ini Sara sendiri yang mendengarnya, dari posisi yang tidak disangka-sangka: dari balik tirai tenda.
Di mana
Mamre — di luar tenda Abraham, Sara mendengar dari pintu tenda di belakang
TUHAN mengumumkan waktu kepulangan dan kelahiran Ishak · Sara mendengar dari posisi tersembunyi
Kapan
Sekitar 1860 SM — sekitar setahun sebelum Ishak lahir (sekitar 1859 SM)
Pengumuman janji dengan timeline: Aku akan kembali tahun depan dan Sara akan melahirkan
Yang berbicara
TUHAN (salah satu dari tiga tamu)
Tamu yang kini berbicara bukan sebagai tamu biasa tapi sebagai TUHAN — menggunakan orang pertama untuk janji ('Aku pasti kembali') dan mengonfirmasi janji tentang Sara yang pertama kali diumumkan di 17:16
Kepada
Abraham (dan Sara yang mendengar dari dalam tenda)
Dua orang yang menerima janji ini dari posisi yang berbeda: Abraham di luar mendengar langsung dari tamu; Sara di dalam tenda mendengar melalui tirai — dan reaksi keduanya berbeda
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שׁוֹב אָשׁוּב
shuv ashuv · Aku pasti kembali
Kembali akan Aku kembali — shuv (infinitif absolut dari shuv = kembali; digunakan sebelum kata kerja konjugasi untuk penekanan ekstrem); ashuv (aku akan kembali; imperfek orang pertama dari shuv); konstruksi infinitif absolut + imperfek = kepastian yang maksimum: 'Aku pasti, benar-benar akan kembali'; formula yang menolak segala keraguan tentang penggenapan janji ini.
כָּעֵת חַיָּה
ka'et hayyah · pada waktu yang hidup
Pada waktu yang hidup/musim yang segar — ka'et (pada waktu; dari ke + 'et = waktu); hayyah (yang hidup, yang segar; dari hayah = hidup; feminin); 'et hayyah' = waktu yang hidup, waktu kehidupan; biasanya ditafsirkan sebagai 'waktu yang akan datang' atau 'musim semi tahun depan' = waktu ketika kehidupan mekar; beberapa menafsirkan sebagai 'pada waktu ini tahun depan.'
מִפֶּתַח הָאֹהֶל
mipetah ha'ohel · dari pintu tenda
Dari pintu tenda — mipetah (dari pintu; dari petah = pintu, pembukaan; + preposisi min = dari); ha'ohel (tenda; dengan artikel = tenda yang spesifik); Sara berada di petah ha'ohel = di pintu tenda, cukup dekat untuk mendengar percakapan di luar tapi di 'belakang' tamu ('ahrei) = tidak terlihat oleh tamu.
Vayyomer shuv ashuv eylekha ka'et hayyah vehinneh ven le'Sarah ishtekha vesSarah shoma'at petah ha'ohel vehu 'aharehu (Dan dia berkata kembali Aku akan kembali kepadamu pada waktu yang hidup dan lihatlah seorang anak bagi Sara istrimu dan Sara mendengar di pintu tenda dan dia di belakangnya). Shuv ashuv — pasti akan kembali. Ka'et hayyah — pada waktunya yang hidup. Sara shoma'at — Sara mendengar. Janji yang ditujukan kepada Abraham tapi didengar oleh Sara dari balik tirai.
Tahukah kamu
Sara mendengar dari balik tirai: posisi yang mengubah segalanya dalam kisah ini
Detil 'Sara mendengarnya dari pintu tenda, di belakang orang itu' adalah detail naratif yang sangat penting. Secara fisik, tenda Abraham kemungkinan memiliki pintu yang menghadap ke tempat tamu duduk di bawah pohon. Sara berada di dalam tenda dekat pintu — bisa mendengar percakapan tapi tidak terlihat oleh tamu. Posisi ini memungkinkan Sara mendengar janji tentang dirinya sendiri dari mulut tamu ilahi — informasi yang sebelumnya hanya Abraham yang tahu (17:16-19). Ini juga yang kemudian menyebabkan Sara tertawa dalam hati (18:12) — reaksi yang terdengar atau diketahui oleh tamu ilahi, membuktikan bahwa tamu ini bisa mendengar apa yang terjadi di dalam tenda. Paradoks yang indah: Sara yang tersembunyi justru menjadi tokoh sentral dalam percakapan ini.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 18:10
Kejadian 17:21
janji di 18:10 adalah konfirmasi ulang dari janji yang sudah diberikan kepada Abraham saja di 17:21 — tapi kali ini Sara sendiri yang mendengar; setelah Abraham mendapat janji privat, kini Sara mendapat konfirmasi langsung
“Namun, Aku akan meneguhkan perjanjian-Ku dengan Ishak, yang akan dilahirkan Sara bagimu, pada waktu seperti ini, tahun depan.”
Lukas 1:35-37
janji kepada Sara tentang kelahiran Ishak (18:10) dan janji kepada Maria tentang kelahiran Yesus (Luk. 1:35-37) keduanya adalah tentang kelahiran yang melampaui kemampuan biologis normal; keduanya dikonfirmasi dengan pernyataan bahwa bagi Allah tidak ada yang mustahil (18:14)
“Jawab malaikat itu kepadanya: '...Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.'”
Roma 9:9
Paulus mengutip langsung 18:10 ('Aku akan kembali dan Sara akan mempunyai anak') dalam Roma 9:9 sebagai contoh janji yang dikerjakan Allah — anak perjanjian lahir dari janji yang diucapkan oleh Allah, bukan dari usaha biologis manusia
“Sebab memang inilah kata janji itu: 'Dalam waktu ini Aku akan datang dan Sara akan mempunyai seorang anak laki-laki.'”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 18:10
✕ Sering dikira
"'Aku pasti kembali' berarti TUHAN akan hadir secara fisik lagi dalam bentuk manusia untuk memastikan Sara melahirkan."
✓ Yang sebenarnya
Frasa 'shuv ashuv' adalah deklarasi bahwa janji ini pasti terpenuhi pada waktunya — bukan janji kunjungan fisik yang akan terjadi lagi. Yang dimaksud adalah: ketika waktu yang dijanjikan tiba, TUHAN akan hadir dalam kepunahan janji-Nya (penggenapan), bukan harus hadir secara fisik lagi.
✕ Sering dikira
"Sara secara tidak sengaja mendengar percakapan yang bukan untuknya — dia bersalah karena menguping."
✓ Yang sebenarnya
Narasi menyebutkan posisi Sara mendengar bukan sebagai tindakan tercela tapi sebagai detail naratif yang penting. Allah yang mengetahui bahwa Sara mendengar (18:13-15 menunjukkan Allah tahu Sara tertawa meskipun Sara tertawa dalam hati) membiarkan hal itu terjadi — Sara memang perlu mendengar janji ini. Posisi Sara di pintu tenda bukan kebetulan dalam narasi ilahi.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 18:10
Janji Tuhan tidak pernah gagal, meskipun terkadang kita harus menunggu lama. Kita bisa berpegang pada janji-janji-Nya dan percaya bahwa Dia setia untuk menggenapinya pada waktu-Nya.
Bapa, mampukan aku untuk percaya pada janji-janji-Mu, bahkan ketika aku tidak melihat penggenapannya. Amin.